Pengajian Ramadan 1447 H PWM DIY Ditutup: Kuatkan Ideologi Warga Muhammadiyah Jaga Keadaban Ekologi

Pengajian Ramadan 1447 H PWM DIY Ditutup: Kuatkan Ideologi Warga Muhammadiyah Jaga Keadaban Ekologi

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Pengajian Ramadan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta resmi ditutup pada Ahad (1/3) di Amphitarium Lantai 9 Gedung KH. Ahmad Dahlan Komplek Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mengusung tema "Keadaban Ekologis untuk Masa Depan Semesta", ini menjadi penegasan sikap ideologis Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan di tengah krisis iklim dan kerusakan lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, M.A., menegaskan pentingnya kesinambungan dakwah dan penguatan ideologi Persyarikatan dalam menjaga maupun melestarikan alam dan lingkungan.

Ikhwan mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri rangkaian pengajian Ramadan yang telah berlangsung penuh makna. Menurutnya, materi yang disampaikan selama dua hari pengajian menjadi bekal penting bagi kader dalam berpikir dan berikhtiar.

“Rasanya seperti satu tahun perkuliahan digenapkan dalam dua hari. Luar biasa kedalaman materinya,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga, Ikhwan menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. atas pencerahan yang telah diberikan. Ia berharap materi yang disampaikan menjadi fondasi dalam berdakwah, berikhtiar, dan melakukan tajdid yang tidak pernah berhenti dalam menjaga ekologi alam semesta.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Rektor dan keluarga besar Universitas Ahmad Dahlan yang dinilai istiqamah mendukung pengembangan dakwah Muhammadiyah di DIY.

Dalam kesempatan itu, Ikhwan juga memberikan apresiasi kepada para alumni Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM) yang telah menyelesaikan satu tahun perjalanan kaderisasi. Ia berharap para alumni menjadi “pagar depan, pagar samping, dan pagar belakang” dalam menjaga ideologi Persyarikatan.

“Kiprah Bapak-Ibu semua akan kami tunggu. Bukti gerakan itulah yang nanti menginspirasi calon mahasiswa berikutnya,” tegasnya.

PWM DIY juga memberikan apresiasi kepada Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM DIY atas dedikasinya dalam mengawal program kaderisasi.

Dalam laporannya, Ikhwan turut menyampaikan sejumlah capaian PWM DIY sepanjang tahun terakhir. Di antaranya LAZISMU DIY meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga tahun berturut-turut dan dinobatkan sebagai LAZISMU terbaik nasional tahun 2025, dengan capaian terbaik dalam kreativitas penghimpunan ZIS, program ekonomi, dan program pendidikan.

Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM DIY juga ditetapkan sebagai LDK terbaik tingkat nasional serta Ustaz Ananto Isworo sebagai Ketua mendapatkan penghargaan kategori dai komunitas inspiratif dan LDK Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulon Progo meraih penghargaan kategori pendamping mualaf inspiratif. Bahkan, LDK PWM DIY menerima anugerah Kalpataru tahun 2024 dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sementara itu, Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) DIY berhasil meraih juara umum Olympicad VIII Nasional tahun 2026 dengan perolehan lebih dari 200 medali.

Ia juga mengapresiasi Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY yang menerbitkan buku Ekologi Berkemajuan, memuat konsep sekaligus praktik terbaik amal usaha dalam membangun green school dan gerakan lingkungan berbasis aksi.

Menurut Ikhwan, capaian tersebut menunjukkan bahwa gerakan Muhammadiyah terus berinovasi dalam berbagai bidang, tidak hanya terbatas pada dakwah konvensional.

“Ini menjadi motivasi bagi majelis dan lembaga lain untuk terus menyusun ‘puzzle’ menuju peradaban yang kita cita-citakan,” katanya.

Tak hanya itu, dalam upaya mewujudkan pendidikan yang unggul, PWM DIY tengah membangun Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) dengan dua tower, masing-masing enam lantai dan sembilan lantai. Tower pertama ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru 2026. PWM DIY juga mendorong pengembangan sekolah berasrama (boarding school), termasuk rencana pembangunan Muhammadiyah Sapen Boarding School di Kulon Progo yang akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama.

Ikhwan berharap seluruh ikhtiar tersebut mengantarkan Muhammadiyah DIY menuju masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Menutup sambutannya, ia menyampaikan harapan agar Pengajian Ramadan tahun depan dapat menghadirkan tema-tema yang makin mencerahkan dan menguatkan gerakan.

“Dengan izin dan rahmat Allah, rangkaian Pengajian Ramadan 1447 H resmi kita tutup. Semoga menjadi bekal perjuangan kita ke depan,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow