Abdul Mu’ti Tekankan Pentingnya Riset dan Inovasi dalam Pendidikan
SIDOARJO — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti mendorong penguatan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) untuk membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan budaya riset peserta didik. Menurutnya, pendidikan perlu membekali generasi muda tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam kegiatan studium generale di Aula Lantai 6 SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, Sidoarjo, Senin (12/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peningkatan mutu pembelajaran yang berjalan seiring dengan pembangunan sarana dan prasarana sekolah.
Mu’ti, yang juga menjabat Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyampaikan bahwa gedung sekolah yang megah perlu menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Keberadaan fasilitas yang memadai perlu diimbangi dengan pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi peserta didik.
Ia juga menyoroti peran guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan kompetensi melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, dan pengembangan profesional perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi, tetapi juga perlu membangun budaya belajar, mendorong inovasi, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan potensi peserta didik,” jelas Mu’ti.
Lebih lanjut, Mu’ti menjelaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dapat dimulai dari pengamatan terhadap fenomena di sekitar kehidupan manusia. Hal-hal sederhana pun dapat menjadi objek penelitian yang menarik apabila dikaji melalui pendekatan ilmiah.
Ia mengaitkan pentingnya pengamatan tersebut dengan Surah Al-Baqarah ayat 26, yang menyebut perumpamaan berupa nyamuk atau sesuatu yang lebih kecil darinya. Ayat tersebut, menurut penjelasannya, mengajak manusia untuk mengambil pelajaran dan merenungkan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya.
“Melalui akal yang dianugerahkan Allah, manusia dapat berpikir, mengamati, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta mencari solusi atas berbagai persoalan. Karena itu, pendidikan perlu mendorong peserta didik untuk tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga berani bertanya, melakukan pengamatan, dan menemukan jawaban melalui proses berpikir kritis,” ungkapnya.
Melalui pendekatan STEAM dan penguatan budaya riset, pembelajaran diharapkan dapat memberi ruang bagi peserta didik untuk menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata. Upaya tersebut membutuhkan dukungan guru, kepala sekolah, serta lingkungan pendidikan yang mendorong proses belajar secara aktif dan berkelanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow