Gowismu Kota Yogyakarta Padukan Olahraga dan Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah

Gowismu Kota Yogyakarta Padukan Olahraga dan Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ratusan peserta memadati kawasan Kauman dalam kegiatan Gowes Muhammadiyah (Gowismu) Kota Yogyakarta yang digelar pada Ahad (26/7). Tak sekadar bersepeda santai, kegiatan ini menghadirkan pengalaman berbeda dengan memadukan olahraga, jelajah heritage, dan napak tilas sejarah Muhammadiyah.

Peserta memulai perjalanan dari Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta dengan menempuh rute yang tidak biasa. Rombongan menyusuri tepian Sungai Prawirodirjan hingga memasuki kawasan Njeron Beteng, wilayah bersejarah di dalam benteng Keraton Yogyakarta. Bagi sebagian besar peserta, lintasan susur sungai tersebut menjadi pengalaman baru yang menambah kesan selama perjalanan.

Rangkaian gowes berakhir di TK ABA Kauman. Di lokasi finis, peserta disambut dengan sajian kuliner tradisional sebelum diajak mengikuti jelajah heritage untuk mengenal lebih dekat Kampung Kauman sebagai tempat lahirnya Muhammadiyah.

Dalam sesi tersebut, peserta mengunjungi sejumlah situs bersejarah yang memiliki kaitan erat dengan perjalanan persyarikatan. Salah satunya adalah Mushala 'Aisyiyah yang dikenal sebagai musala khusus perempuan pertama di Indonesia. Peserta juga diajak singgah di Langgar Kidul, tempat KH Ahmad Dahlan merintis dakwah dan mengajarkan gagasan-gagasan pembaruannya sebelum Muhammadiyah resmi berdiri.

Perjalanan dilanjutkan menuju Langgar Dhuwur, bangunan panggung yang pada masanya berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus asrama dan tempat belajar para santri di bawah bimbingan KH Muhsen. Keunikan bangunan ini terletak pada bagian bawahnya yang dahulu dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur lalu lintas keluar-masuk Kampung Kauman.

Peserta kemudian mengunjungi Pendopo Tabligh, salah satu lokasi bersejarah yang menjadi saksi berbagai pertemuan penting KH Ahmad Dahlan bersama para muridnya. Di tempat inilah berbagai rapat Muhammadiyah pernah digelar, termasuk proses lahirnya nama "Muhammadiyah".

Jelajah heritage dilanjutkan ke SD Muhammadiyah Kauman dan ditutup dengan ziarah ke makam Nyai Ahmad Dahlan, tokoh yang memiliki peran besar dalam perjuangan Muhammadiyah, khususnya melalui gerakan pemberdayaan perempuan. Setelah itu, seluruh peserta menikmati santap bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan sekaligus mempererat kebersamaan.

Selain menghadirkan wisata sejarah, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Layanan tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan setelah bersepeda.

Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani, mengapresiasi konsep Gowismu yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan edukasi sejarah. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan nilai lebih karena peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga memahami jejak perjuangan Muhammadiyah.

"Harapannya, para peserta bisa mengambil hikmah dari napak tilas heritage di Kauman ini," ujarnya.

Ia juga membuka peluang agar kegiatan serupa dapat dikembangkan dalam bentuk jelajah sejarah dengan berjalan kaki pada kesempatan mendatang.

Hal senada disampaikan Ketua PCM Gondomanan, Wikan Eko Pramuji, yang menyambut hangat seluruh peserta. Ia berharap kegiatan ini mampu mempererat silaturahmi antarwarga Muhammadiyah sekaligus menumbuhkan kembali semangat bermuhammadiyah melalui pengenalan sejarah persyarikatan.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga memberikan penghargaan kepada dua tokoh Muhammadiyah Cabang Gondomanan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Penghargaan pertama diberikan kepada Abunda Farouk, mantan Wakil Ketua PWM DIY periode 2010–2015 yang juga dikenal sebagai penyusun notasi angka lagu Sang Surya, mars Muhammadiyah ciptaan Djarnawi Hadikusumo.

Sementara itu, penghargaan kedua diserahkan kepada Helmy AS, mantan Ketua PCM Gondomanan periode 2015–2022 yang aktif dalam kegiatan kebencanaan melalui LPCR PDM Kota Yogyakarta.

Kegiatan Gowismu kemudian ditutup dengan pembagian doorprize dan sesi foto bersama yang berlangsung meriah.

Gowismu digagas bukan hanya sebagai ajang olahraga sepeda, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi antarwarga, aktivis, dan pimpinan Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. Melalui perpaduan olahraga, edukasi sejarah, dan kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah Muhammadiyah sekaligus memperkuat ukhuwah di lingkungan persyarikatan.

Keberhasilan penyelenggaraan Gowismu Kota Yogyakarta tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya Panitia Gowismu Kota Yogyakarta, PDM Kota Yogyakarta, LAZISMU Kauman Gondomanan, SD Muhammadiyah Kauman, Muhammad Sofyan, Dwi Chandra Putra, Iswandari, TK ABA Kauman, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, serta PCA Gondomanan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    1
    Sad
  • Wow
    0
    Wow