LAZISMU Gedongtengen Salurkan 31 Paket 'MBG' Pangan Segar ke Pemukiman Padat Sarkem
YOGYAKARTA — Menyusuri gang-gang sempit di tengah padatnya permukiman perkotaan, tim Kantor Layanan LAZISMU Gedongtengen bergerak dari pintu ke pintu membagikan paket pangan kepada warga. Aksi sosial bertajuk Muhammadiyah Berbagi Gizi (MBG) ini digelar Kamis (20/8) di kawasan Kampung Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Kota Yogyakarta.
Wilayah tersebut berada di kawasan barat Malioboro, selatan Stasiun Tugu, yang dikenal sebagai salah satu kawasan padat penduduk dan berada di sekitar eks-lokalisasi Pasar Kembang. Sebanyak 31 paket bahan pangan segar disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Setiap paket berisi sayuran, di antaranya wortel, kangkung, terong, dan sawi, serta telur sebagai sumber protein hewani. Program ini menjadi ikhtiar LAZISMU Gedongtengen untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi warga prasejahtera di tengah kawasan perkotaan sekaligus turut berkontribusi dalam upaya mencegah stunting dan persoalan gizi buruk.

Program MBG merupakan bagian dari pilar Sosial Dakwah LAZISMU Gedongtengen yang dilandasi semangat Al-Ma'un, yakni kepedulian dan keberpihakan kepada kaum dhuafa dan mustadh'afin.
Sebelum penyaluran, tim LAZISMU berkoordinasi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sosrodipuran dan sejumlah takmir masjid setempat. Harman Abdurrahman, Al Ngadi Sutati, dan Abdul Rahman turut membantu sebagai informan lapangan untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Menariknya, bahan pangan yang dibagikan tidak hanya menjadi sarana pemenuhan gizi, tetapi juga melibatkan potensi ekonomi masyarakat lokal. Sayuran dalam paket bantuan dipasok dari petani lokal Yogyakarta, sedangkan telur diperoleh dari kelompok ternak swadaya masyarakat setempat.
Setelah dikemas, paket tersebut kemudian didistribusikan langsung oleh tim LAZISMU. Dengan menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki, mereka menyusuri gang-gang sempit di balik deretan gedung hotel untuk menjangkau rumah-rumah penerima manfaat. Dalam prosesnya, tim didampingi tokoh masyarakat setempat yang memahami kondisi warga.
Penerima manfaat program terdiri atas lansia, keluarga prasejahtera, dan warga lain yang membutuhkan. Dari sisi pengelolaan dana, program ini juga menunjukkan efisiensi yang cukup signifikan.
Dengan anggaran awal Rp500 ribu, yang semula diproyeksikan hanya mampu menyediakan sekitar 20 paket, LAZISMU Gedongtengen justru berhasil merealisasikan 31 paket bantuan. Artinya, sebanyak 31 kepala keluarga menerima manfaat secara langsung, sementara jumlah penerima manfaat tidak langsung diperkirakan mencapai 74 jiwa berdasarkan jumlah tanggungan keluarga.
LAZISMU Gedongtengen menyebut penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran. Kolaborasi dengan tokoh masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mengidentifikasi warga penerima manfaat sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Ke depan, LAZISMU Gedongtengen berharap program MBG dapat menjangkau lebih banyak warga dan dilaksanakan dengan frekuensi yang lebih rutin. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga pemenuhan gizi masyarakat prasejahtera secara berkelanjutan melalui dukungan zakat, infak, sedekah, dan dana kedermawanan masyarakat lainnya.
Masyarakat yang ingin mendukung program ini dapat menyalurkan donasi melalui rekening Sedekah/Infak Pangan BSI 7800.17.8888, mulai dari Rp30.045, atau melalui kanal donasi daring di sini.
What's Your Reaction?
-
3
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow