HIDIMU dan MPKS PDM Kota Yogya Gelar Pengajian, Ingatkan Disabilitas Mulia di Mata Allah
YOGYAKARTA — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta bersama Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) Kota Yogyakarta menggelar silaturahim dan pengajian di Aula PAY Putra Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (3/10). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat pendampingan dan dakwah yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Selanjutnya, Prima dari HIDIMU Kota Yogyakarta yang bertugas sebagai pembawa acara memimpin rangkaian kegiatan, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang diikuti para jamaah.
Ketua MPKS PDM Kota Yogyakarta, Tri Haryanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara MPKS dan HIDIMU. Ia berharap kedua pihak dapat terus memperkuat kerja sama melalui komunikasi yang rutin dan intensif.
Sementara itu, Ketua HIDIMU Kota Yogyakarta, Tri Hariyanto, berharap HIDIMU senantiasa mendapatkan pendampingan agar berbagai kegiatan dan program organisasi dapat berjalan dengan baik.
Pengajian inti disampaikan Wakil Ketua PDM Kota Yogyakarta, Edi Sukoco. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan setiap manusia akan kembali kepada Allah ﷻ. Karena itu, umat Islam perlu senantiasa mengingat Allah, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan, salah satunya dengan memperbanyak zikir dan mendirikan salat.
Edi menyampaikan tiga pesan penting yang perlu dipegang dalam menjalani kehidupan. Pertama, senantiasa mensyukuri nikmat Allah, baik berupa harta maupun rezeki lainnya. Rasa syukur tersebut dapat diwujudkan dengan berbagi dan menafkahkan sebagian rezeki untuk membantu sesama, termasuk melalui zakat bagi yang telah memenuhi ketentuannya.
Kedua, memahami bahwa doa yang dipanjatkan tidak selalu dikabulkan sesuai dengan waktu dan keinginan manusia. Menurutnya, kelapangan rezeki maupun berbagai keadaan yang dihadapi seseorang dapat menjadi ujian untuk mengukur kesabaran dan keteguhan iman.
Ketiga, menjaga keyakinan dan istiqamah dalam berdoa serta beribadah. Ia mengingatkan jamaah agar tidak mudah berputus asa ketika doa belum terwujud sesuai harapan, melainkan terus mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam penjelasannya, Edi juga mengutip Surat Al-Isra ayat 23 tentang perintah untuk menyembah Allah dan berbuat baik kepada orang tua. Ia kemudian mengaitkannya dengan Surat Al-Baqarah ayat 155 yang menjelaskan bahwa manusia akan menghadapi berbagai ujian dalam kehidupan.
Menurutnya, ujian tersebut perlu dihadapi dengan kesabaran, keimanan, dan sikap istiqamah. Dengan demikian, setiap keadaan dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah sekaligus meningkatkan kualitas diri.
Dalam tausiyahnya, Edi juga menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki kedudukan yang mulia di hadapan Allah. Kondisi fisik seseorang tidak menjadi ukuran utama kemuliaannya, sebab keimanan, ketakwaan, dan amal saleh merupakan hal yang lebih mendasar.
Ia mengingatkan bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ memberikan teladan dalam menghormati sesama manusia. Karena itu, penyandang disabilitas harus diperlakukan dengan hormat dan memperoleh kesempatan yang setara untuk menjalankan ibadah serta berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Edi menambahkan, HIDIMU dan Muhammadiyah memiliki pandangan yang sejalan dalam membangun kehidupan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Salah satu landasannya adalah tauhid, yakni keyakinan bahwa seluruh manusia merupakan hamba Allah yang memiliki kedudukan setara di hadapan-Nya.
Penyandang disabilitas tetap menjadi subjek dalam pelaksanaan ajaran Islam sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Mereka juga memiliki kesempatan untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan dakwah.
Oleh karena itu, menurut Edi, penyandang disabilitas perlu mendapatkan ruang dan dukungan agar dapat mengembangkan potensi, meraih prestasi, serta berkontribusi dalam memajukan umat.
Melalui sinergi antara MPKS dan HIDIMU, diharapkan tumbuh komunitas yang semakin mandiri, berdaya, berprestasi, dan aktif dalam kegiatan dakwah Muhammadiyah.
Kegiatan silaturahim dan pengajian tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Edi Sukoco.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow