Pengajian SEKETEWU PDM Kota Yogyakarta: Syukur Tak Bertepi, Sabar Tanpa Tapi
YOGYAKARTA — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta bersama Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Kota Yogyakarta, Majelis Tabligh PDM Kota Yogyakarta, Takmir Masjid KHA Dahlan PDM Kota Yogyakarta, dan LAZISMU Kota Yogyakarta menggelar Pengajian Umum SEKETEWU (Setu Ketelu Saben Wulan), Sabtu (15/8).
Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Jalan Sultan Agung No. 14, Mergangsan, Kota Yogyakarta, pengajian yang terbuka untuk umum ini mengangkat tema “Syukur Tak Bertepi, Sabar Tanpa Tapi.”
Ketua PDM Kota Yogyakarta, Ustadz H. Aris Madani, S.Pd.I., M.S.I., yang bertindak sebagai pemateri mengajak jamaah merenungkan dua sikap penting seorang mukmin dalam menjalani kehidupan, yakni bersyukur atas nikmat yang diterima dan bersabar ketika menghadapi ujian.
Menurut Aris, syukur dan sabar bukan sekadar ucapan atau sikap batin, melainkan nilai yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Aris menjelaskan bahwa pesan tentang syukur berpijak pada firman Allah SWT dalam QS Ibrahim ayat 7:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
Ia menjelaskan, syukur tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan alhamdulillah. Lebih dari itu, syukur harus mendorong seseorang untuk menyadari sumber nikmat, menjaganya, serta menggunakan nikmat tersebut untuk kebaikan.
Berbagai nikmat yang sering kali dianggap biasa, seperti kesehatan, waktu, keluarga, ilmu, pekerjaan, rezeki, hingga kesempatan menghadiri majelis ilmu, menurut Aris merupakan amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan.
“Syukur mengajarkan kita melihat nikmat sebelum menghitung kekurangan,” ujarnya.
Selain syukur, Aris mengajak jamaah memahami sabar sebagai sikap aktif ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 153:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Menurutnya, sabar bukan berarti pasrah tanpa melakukan apa-apa. Sabar merupakan kemampuan menata hati, menjaga kejernihan akal, serta tetap melangkah dalam kebaikan meskipun menghadapi keadaan yang tidak mudah.
Aris juga mengutip mahfudzot man shabara zhafira, yang berarti barang siapa bersabar, ia akan beruntung. Ia turut mengingatkan hadis riwayat Muslim No. 2999 yang menjelaskan bahwa keadaan seorang mukmin selalu mengandung kebaikan: bersyukur ketika mendapatkan kelapangan dan bersabar ketika menghadapi kesempitan.
“Sabar mengajarkan kita tetap melangkah ketika jalan belum sesuai harapan,” katanya.
Pesan tentang syukur dan sabar tersebut, lanjut Aris, selaras dengan semangat Islam Berkemajuan yang menjadi salah satu orientasi Muhammadiyah. Islam tidak hanya dipahami sebagai ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga sebagai kekuatan aktual untuk menghadirkan kemajuan, kemaslahatan, dan rahmat bagi kehidupan.
Nilai tersebut juga tercermin dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), yang menjadi panduan perilaku pribadi maupun kolektif warga Muhammadiyah dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, profesi, hingga kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Karena itu, Aris berharap pengajian SEKETEWU dapat menjadi ruang dakwah yang dekat dengan masyarakat. Format kegiatan yang terbuka untuk umum dan dipadukan dengan berbagai layanan sosial diharapkan membuat dakwah hadir secara ramah, sederhana, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Selain kajian, panitia menyediakan sarapan gratis, doorprize, serta layanan sedekah jelantah bagi jamaah. Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung, pengajian juga disiarkan melalui kanal YouTube Muhammadiyah Yogyakarta 14.
Pengajian SEKETEWU digelar secara rutin setiap Sabtu ketiga setiap bulan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar PDM Kota Yogyakarta dalam merawat tradisi pengajian sekaligus menghadirkan ruang pencerahan bagi umat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow