Dari Sepatu untuk Raih Mimpi: Cara AMM Ngaglik Bantu Sesama dengan Donasi
SLEMAN — Langkah-langkah kecil itu mungkin tak selalu terdengar nyaring. Namun bagi sebagian anak, sepasang sepatu dapat menjadi awal dari perjalanan panjang menuju mimpi.
Suasana hangat terasa di dua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah, yakni LKSA Ashabul Kahfi di Moyudan dan LKSA Darussubusi di Wates, Ahad (5/7). Sejumlah anak tampak antusias menyambut kedatangan rombongan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Ngaglik yang hadir membawa donasi sepatu sekaligus pesan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Aksi sosial tersebut berawal dari inspirasi yang tak biasa. Film Children of Heaven, yang mengisahkan dua saudara harus bergantian memakai sepasang sepatu untuk bersekolah, menggugah empati para kader muda Muhammadiyah di Ngaglik. Dari kisah di layar itulah lahir gerakan SPPG (Sepatu Penggerak Potensi Generasi), sebuah program donasi sepatu bagi anak-anak yang membutuhkan.
Selama dua pekan sejak pertengahan Juni, AMM Ngaglik menggalang donasi sepatu dari masyarakat. Sepatu-sepatu yang terkumpul mungkin bukan barang mewah, tetapi masing-masing membawa harapan agar anak-anak tetap dapat melangkah, terus bersekolah, dan berani menggantungkan cita-cita.
Ketua Panitia, Dafa Isandi Ananto, mengakui bahwa gerakan yang mereka lakukan masih sederhana. Namun, ia meyakini langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat menghadirkan manfaat yang lebih besar.
"Semoga ini menjadi agenda tahunan. Tahun depan mudah-mudahan bisa ditambah lagi, seperti tas, seragam, bahkan mungkin laptop. Apa yang kami berikan memang kecil, tetapi semoga bisa menjadi penyemangat belajar bagi adik-adik," ujarnya.
Bagi anak-anak di panti, sepatu bukan sekadar alas kaki. Lebih dari itu, sepatu menjadi simbol kepercayaan diri untuk terus melangkah dan menyongsong masa depan. Suasana penyaluran bantuan pun berlangsung hangat. Tawa dan canda anak-anak mencairkan jarak, menghadirkan kebersamaan yang tulus antara para relawan dan penerima manfaat.
Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, menegaskan bahwa kehadiran AMM bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga menguatkan ikatan persaudaraan dalam Persyarikatan Muhammadiyah.
"Adik-adik, hari ini kami hadir sebagai sesama kader persyarikatan. Teruslah belajar, capailah mimpi-mimpi kalian, tetapi jangan lupa untuk selalu aktif ber-Muhammadiyah di setiap fase kehidupan," pesannya.

Program SPPG melibatkan berbagai unsur AMM Ngaglik, mulai dari PCPM, PCNA, KOKAM, PK IMM UII, hingga Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) Muhammadiyah Ngaglik. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa gerakan sosial lahir dari semangat kolektif dan kepedulian bersama.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan, aksi sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa harapan dapat tumbuh dari langkah-langkah kecil. Sepasang sepatu mungkin tidak mampu mengubah dunia dalam sekejap, tetapi bagi seorang anak, ia bisa menjadi pijakan pertama untuk menapaki masa depan yang lebih baik.
Sebab, dari langkah-langkah kecil itulah mimpi-mimpi besar perlahan menemukan jalannya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow