Suara Muhammadiyah Rayakan Milad ke-111, Syukuran Kartu Wartawan Utama Khusus untuk Haedar Nashir

Suara Muhammadiyah Rayakan Milad ke-111, Syukuran Kartu Wartawan Utama Khusus untuk Haedar Nashir

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Suara Muhammadiyah merayakan milad ke-111 tahun melalui Resepsi Milad yang digelar di Ballroom SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Kamis (13/8) malam. Mengusung tema “Melangkah Lebih Jauh, Tumbuh Lebih Tangguh”, resepsi ini sekaligus menjadi momentum tasyakuran atas penganugerahan Kartu Wartawan Utama Khusus dari Dewan Pers kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.

Malam tasyakuran tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Hari Pers Muhammadiyah yang diperingati setiap 13 Agustus, merujuk pada tanggal kelahiran Majalah Suara Muhammadiyah. Berbeda dengan Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari, Muhammadiyah memiliki penanda sejarah pers sendiri melalui media yang telah terbit sejak 1915 tersebut.

Resepsi dihadiri jajaran PP Muhammadiyah, di antaranya Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah Prof. Dr. Muchlas, M.T., serta Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dr. Apt. Salmah Orbayinah.

Hadir pula Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Dr. H. M. Ikhwan Ahada, M.A., Ketua PWM Sulawesi Tengah Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.H.I., dan Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari, M.A., Dt. Marajo.

Dari unsur pemerintahan, tampak Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, S.E., M.M., yang mewakili Wali Kota Yogyakarta, Kapolrestabes Yogyakarta Kombes Pol. Ari Setyawan Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., serta perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Acara diawali dengan penayangan video ucapan milad, pembacaan kalam ilahi, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Suasana semakin khidmat ketika sejumlah tokoh menyampaikan testimoni mengenai penganugerahan Kartu Wartawan Utama Khusus kepada Haedar Nashir.

Dalam testimoninya, Dadang Kahmad menyebut penganugerahan tersebut sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, integritas, dan pengabdian Haedar Nashir dalam membangun tradisi intelektual serta kepenulisan publik.

“Kartu wartawan utama ini memiliki makna yang sangat istimewa. Dunia kewartawanan pada hakikatnya bukan hanya bekerja mencari dan menyampaikan berita, tetapi memiliki amanah yang jauh lebih besar, yaitu menjaga kebenaran informasi,” ujar Dadang.

Sementara itu, Muchlas yang mewakili MPI PP Muhammadiyah mengungkapkan bahwa proses pengajuan kartu tersebut ke Dewan Pers berlangsung lebih dari dua tahun. Bukti aktivitas jurnalistik Haedar dihimpun dari rekam jejaknya di Suara Muhammadiyah dan Republika. Pengajuan tersebut akhirnya disetujui Dewan Pers pada Maret 2026.

“Kartu ini bukan sesuatu yang diperoleh dengan mudah, dan bukan diberikan semata-mata karena beliau menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah,” tegas Muchlas.

Malam milad juga diwarnai sejumlah momen simbolis. Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media Deni Asy’ari menyerahkan replika mahakarya SM Tower kepada Haedar Nashir. Haedar kemudian menuliskan pesan di atas kanvas sebagai penanda milad ke-111 Suara Muhammadiyah.

Pada kesempatan yang sama, diluncurkan Batik Tanwir serta batik bermotif Kelor Palu, yang mengangkat kearifan lokal Sulawesi Tengah, wilayah yang akan menjadi tuan rumah Tanwir Muhammadiyah 2026.

Ketua PWM Sulawesi Tengah Muh. Amin Parakkasi menjelaskan filosofi di balik motif tersebut. Menurutnya, kelor memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Palu sekaligus menyimpan makna yang relevan dengan semangat gerakan Muhammadiyah.

“Kelor bukan hanya tanaman biasa bagi masyarakat Palu, dia adalah sayur khas yang memiliki khasiat luar biasa. Ini sangat berbanding lurus dengan spirit gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.

Amin sekaligus mengundang seluruh hadirin untuk menghadiri Tanwir Muhammadiyah 2026 di Kota Palu yang dijadwalkan berlangsung pada 18–21 November 2026.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Suara Muhammadiyah dengan sejumlah PWM, jajaran direksi, dan panitia Tanwir. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah memperluas jejaring kelembagaan media dakwah Muhammadiyah ke berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Deni Asy’ari mengungkapkan bahwa di usia yang telah melampaui satu abad, Suara Muhammadiyah terus melakukan diversifikasi usaha untuk menjaga keberlanjutan sekaligus idealisme pers di tengah perubahan industri media.

“Konflik antara dapur redaksi dengan dapur perusahaan itu luar biasa. Kami tidak ingin idealisme pers Muhammadiyah hilang, maka mau tidak mau kami harus melakukan diversifikasi usaha,” katanya.

Menurut Deni, Suara Muhammadiyah ke depan akan mengembangkan sejumlah unit usaha baru, mulai dari properti, bangunan, hingga restoran. Langkah tersebut ditempatkan sebagai bagian dari konsep “dakwah bil hal”, yakni menghadirkan dakwah melalui karya dan aktivitas nyata.

Dalam amanatnya, Haedar Nashir turut mengenang perjalanan panjangnya sebagai wartawan yang dimulai sejak 1984. Setelah 42 tahun berkecimpung dalam dunia jurnalistik, ia akhirnya memperoleh kartu wartawan resmi dari Dewan Pers.

“Saya jadi teringat filosofi seorang filsuf: saya berpikir, maka saya ada. Saya jurnalis, maka saya ada,” ujar Haedar.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang keterlibatan Haedar dalam dunia pers Muhammadiyah sekaligus tradisi intelektual yang selama ini dibangun melalui Suara Muhammadiyah.

Memasuki usia 111 tahun, Suara Muhammadiyah meneguhkan kembali posisinya sebagai salah satu media Islam tertua di Indonesia yang masih konsisten terbit hingga kini. Media yang lahir pada 1915 itu bahkan menjadi salah satu contoh langka keberlangsungan pers yang mampu melewati perjalanan lebih dari satu abad.

Tema “Melangkah Lebih Jauh, Tumbuh Lebih Tangguh” pun menjadi penegas semangat Suara Muhammadiyah untuk terus berkembang, memperkuat ekosistem usaha, dan menjaga idealisme pers sebagai bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow