Bootcamp GACA PWA DIY Perkuat Kapasitas Relawan dalam Perlindungan Anak

Bootcamp GACA PWA DIY Perkuat Kapasitas Relawan dalam Perlindungan Anak

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan Refresh Relawan Gerakan 'Aisyiyah Cinta Anak (GACA) melalui bootcamp bertajuk Membangun Kesadaran dan Kapasitas Penanganan Masalah Anak di Masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Wisma PU Kaliurang ini diikuti relawan GACA dari lima kabupaten/kota di DIY, dengan masing-masing daerah mengirimkan lima peserta.

Ketua MKS PWA DIY, Wuri Astuti, menjelaskan bahwa penyelenggaraan bootcamp dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kekerasan terhadap anak yang banyak berakar dari lemahnya ketahanan keluarga. Menurutnya, meskipun pemerintah telah memiliki berbagai regulasi terkait perlindungan anak, penguatan kapasitas relawan di tingkat masyarakat tetap menjadi kebutuhan mendesak.

“'Aisyiyah telah meluncurkan Gerakan 'Aisyiyah Cinta Anak (GACA) sejak tahun 2016. Namun, melihat masih banyaknya kasus kekerasan terhadap anak, relawan perlu terus diperkuat agar mampu bergerak lebih cepat, lebih terampil, serta bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan maupun penanganan kasus,” ujar Wuri.

Ia menambahkan, rekomendasi pelaksanaan bootcamp ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada Januari 2026. Selain menerima materi dari para narasumber, peserta juga diminta membawa studi kasus dari daerah masing-masing untuk dibahas bersama dalam forum case conference. Melalui proses tersebut, setiap daerah diharapkan mampu menyusun rencana tindak lanjut sesuai dengan karakteristik persoalan yang dihadapi.

Sementara itu, Ketua PWA DIY, Widiastuti, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan gerakan kolektif yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen persyarikatan. Menurutnya, anak adalah masa depan bangsa sehingga penguatan ketahanan keluarga harus menjadi benteng utama dalam mencegah kekerasan.

Widiastuti juga menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di DIY, meningkatnya kasus perceraian, hingga munculnya tantangan baru berupa penyalahgunaan gawai, vape, dan narkotika yang semakin mengancam generasi muda. Karena itu, peran relawan GACA dinilai semakin strategis, tidak hanya dalam memberikan edukasi, tetapi juga pendampingan kepada masyarakat.

Kegiatan ini turut menghadirkan anggota DPD RI Daerah Pemilihan DIY, Ahmad Syauqi Soeratno, sebagai keynote speaker. Ia menekankan pentingnya peran 'Aisyiyah sebagai garda terdepan dalam memperkuat ketahanan keluarga dan perlindungan anak di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.

Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Abidah, memberikan apresiasi terhadap metode pembelajaran yang diterapkan dalam bootcamp. Menurutnya, pembahasan studi kasus secara bersama menjadi media belajar yang efektif untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam menangani kasus secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh beragam materi dari para narasumber, antara lain mengenai kebijakan Pemerintah DIY dalam perlindungan anak, kebijakan 'Aisyiyah terkait perlindungan perempuan dan anak, peran relawan GACA dalam pencegahan dan manajemen kasus, kesehatan reproduksi dan kekerasan berbasis gender secara daring, hingga layanan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) 'Aisyiyah. Materi tersebut disampaikan oleh perwakilan DP2AP3 DIY, Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, Prof. Elly Nurhayati, Rektor UNISA Yogyakarta Dr. Warsiti, serta Ketua Posbakum PWA DIY Endang Wihdatiningtyas, S.H.

Menjelang penutupan, seluruh peserta menyusun rencana tindak lanjut (RTL) yang akan diimplementasikan di daerah masing-masing. Kegiatan ditutup dengan pembacaan ikrar Relawan GACA dan penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol penguatan sinergi dalam mewujudkan perlindungan anak di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sambutan penutupnya, Abidah berharap Bootcamp Relawan GACA tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal lahirnya gerakan yang lebih sistematis, berkelanjutan, dan berdampak nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi anak.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow