Walking, Sharing & Grill PCNA Girimulyo: Rawat Kesehatan, Spiritualitas, dan Ukhuwah

Walking, Sharing & Grill PCNA Girimulyo: Rawat Kesehatan, Spiritualitas, dan Ukhuwah

Smallest Font
Largest Font

KULON PROGO — Menjaga kesehatan tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan formal. Berjalan bersama, berbincang tentang kesehatan, menikmati suasana alam, hingga makan bersama dapat menjadi ruang belajar sekaligus mempererat ukhuwah.

Semangat tersebut dihadirkan Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Girimulyo melalui kegiatan “Walking, Sharing & Grill” pada Sabtu (26/9). Sebanyak 17 peserta mengikuti kegiatan yang dimulai sejak pukul 05.30 WIB dengan berkumpul di rumah Zubaida Rohmawati sebelum berjalan kaki bersama menuju kawasan Kayangan, Girimulyo, Kulon Progo.

Di tengah udara pagi dan suasana alam Girimulyo, kegiatan tidak sekadar menjadi aktivitas fisik. PCNA Girimulyo mengemasnya sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman sekaligus menguatkan hubungan antarkader Nasyiatul ‘Aisyiyah.

Salah satu sesi berbagi menghadirkan Bidan Nurrahmah yang mengangkat tema "Genital Hygiene dan Kesehatan Reproduksi Perempuan" termasuk kesehatan reproduksi remaja.

Peserta diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi dengan cara yang tepat serta mengenali kebiasaan sehari-hari yang dapat mendukung kesehatan reproduksi.

Edukasi tersebut penting, terutama bagi perempuan muda dan remaja. Informasi yang tepat dapat membantu perempuan lebih memahami tubuhnya, meningkatkan kemampuan melakukan perawatan diri, sekaligus menghindari praktik yang berisiko mengganggu kesehatan.

Diskusi berlangsung secara ringan sehingga peserta leluasa bertanya dan berbagi pengalaman dalam suasana akrab. Pendekatan ini menunjukkan bahwa isu kesehatan reproduksi dapat dibicarakan secara terbuka dan edukatif. Perempuan muda perlu memiliki ruang yang aman untuk memperoleh informasi kesehatan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain kesehatan fisik dan reproduksi, kegiatan juga mengangkat pentingnya spiritual health atau kesehatan spiritual yang disampaikan Yunda Rida.

Peserta diajak melihat kesehatan secara lebih utuh. Sehat bukan hanya ketika tubuh terbebas dari sakit, tetapi juga ketika seseorang mampu menjaga keseimbangan psikologis, sosial, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi perempuan muda yang menjalankan beragam peran dalam keluarga, pekerjaan, pendidikan, organisasi, dan masyarakat, kesehatan spiritual dapat menjadi salah satu sumber kekuatan. Kedekatan kepada Allah, rasa syukur, kemampuan memaknai kehidupan, serta memiliki tujuan hidup menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan diri.

Nilai tersebut sejalan dengan semangat Nasyiatul ‘Aisyiyah dalam membentuk perempuan muda Muslim yang tidak hanya sehat dan berilmu, tetapi juga memiliki ketangguhan spiritual serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Selepas berjalan dan berbagi pengetahuan, suasana semakin hangat melalui kegiatan grill dan makan bersama. Peserta membawa perlengkapan pribadi dan berbagi hidangan dalam suasana sederhana dan kekeluargaan.

Sebanyak 17 orang terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Risky, Mela, Fia, Dian, Aida, Wiji, Afi, Reia, Yuni, Wiwid, Laras, dan Alvina, serta kader dan peserta lainnya.

Bagi PCNA Girimulyo, kegiatan seperti ini bukan sekadar rekreasi. Pertemuan informal justru dapat menjadi sarana membangun kedekatan dan rasa memiliki terhadap organisasi. Dari percakapan sederhana, tumbuh ruang untuk saling mendengar, berbagi pengalaman, sekaligus menguatkan satu sama lain.

Konsep walking, sharing, and grill juga menghadirkan praktik promosi kesehatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan perempuan muda. Jalan kaki menjadi bagian dari aktivitas fisik, sesi berbagi meningkatkan literasi kesehatan, pembahasan spiritual memperkuat kesehatan batin, sementara kebersamaan menjadi bentuk dukungan sosial.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara PCNA Girimulyo menghadirkan Nasyiatul ‘Aisyiyah sebagai ruang tumbuh bagi perempuan muda.

Organisasi tidak hanya menjadi tempat menjalankan program dan agenda formal, tetapi juga ruang untuk belajar, berteman, saling mendukung, menjaga kesehatan, dan bertumbuh bersama.

Melalui aktivitas yang sederhana dan dekat dengan keseharian, nilai-nilai dakwah dapat disampaikan dengan cara yang menggembirakan. Edukasi kesehatan pun tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas atau forum resmi, tetapi dapat hadir di tengah perjalanan, percakapan antarteman, dan kebersamaan.

PCNA Girimulyo berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun kader perempuan muda yang sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Menjadi perempuan berkemajuan bukan hanya tentang terus bergerak dan berkarya, tetapi juga tentang mampu merawat diri, menjaga kesehatan, memperkuat spiritualitas, membangun ukhuwah, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Dari langkah-langkah kecil di pagi hari, tumbuh semangat untuk hidup sehat, saling menguatkan, dan terus bergerak menjadi perempuan muda berkemajuan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow