Edukasi Lansia Muhammadiyah Sleman: Dorong Senior Tetap Tangguh dan Tidak Mudah Jatuh
SLEMAN — Menjalani masa lanjut usia bukan berarti berhenti beraktivitas. Lansia tetap dapat hidup sehat, mandiri, produktif, dan bahagia dengan menjaga kebiasaan hidup sehat, memperkuat spiritualitas, mengembangkan hobi, serta mempertahankan hubungan sosial.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan "Edukasi dan Pelatihan Lansia" yang digelar Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman di Griya Lansia PCA Tempel Riyadul Jannah, Gedung Dakwah PRM Mororejo, Tempel, Sleman, Sabtu (19/9).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB tersebut menghadirkan Dr. dr. H. Probosuseno, Sp.PD-K.Ger., FINASIM, S.E., M.M., AIFO-K sebagai narasumber. Dokter sekaligus pengajar yang memiliki perhatian terhadap kesehatan usia lanjut itu menyampaikan materi bertajuk “Menjadi Senior/Lansia yang Tangguh dan Ampuh agar Tidak Rapuh dan Mudah Jatuh.”
Ketua MPKS PDM Kabupaten Sleman, Drs. Wahyu Purhantara, M.M., bersama Sekretaris Anna Yaskuri, S.H., menyampaikan bahwa perhatian Muhammadiyah Sleman terhadap kesehatan lansia tidak hanya ditempatkan pada aspek medis.
Menurutnya, kesehatan lansia juga berkaitan dengan kebiasaan hidup sehat, keseimbangan kehidupan sosial dan spiritual, serta kemampuan untuk tetap menjalankan aktivitas sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.
Dalam pemaparannya, Probosuseno mengenalkan konsep “Resep Sehat Bahagia” yang dirangkum melalui pesan-pesan sederhana dan mudah diingat.
Salah satunya, “Sehat bahagia, apakah resepnya? Rajin olahraga, seimbang gizinya.”
Pesan tersebut dilanjutkan dengan pentingnya menjaga waktu istirahat, meningkatkan ketakwaan, mengembangkan hobi, serta menciptakan lingkungan yang baik.
“Tidur secukupnya, tingkatkan taqwanya, kembangkan hobinya, bagus lingkungannya,” tutur Probo.
Menurutnya, menjalani masa lanjut usia tidak semata-mata berkaitan dengan menjaga kondisi fisik. Lansia juga perlu memiliki aktivitas yang sesuai kemampuan serta berada dalam lingkungan yang mendukung.
Kesehatan lansia, lanjutnya, juga membutuhkan kesadaran untuk melakukan pemantauan secara berkala. Menerima kondisi diri dengan lapang, tetap melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta menjaga aktivitas menjadi bagian penting dalam menjalani masa senior.
“Legowo dan ikhlas menerima, kontrol rutin, baca, tulis, tetap berkarya, sekuatnya saja,” demikian salah satu pesan dalam materi Resep Sehat Bahagia.
Pesan tersebut menekankan bahwa aktivitas pada usia lanjut tetap dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing. Membaca, menulis, mengembangkan hobi, berinteraksi dengan lingkungan, hingga berkarya dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kualitas kehidupan agar masa lansia tidak identik dengan berhenti beraktivitas.
Tema “Agar Tidak Rapuh dan Mudah Jatuh” menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan tersebut. Risiko jatuh perlu mendapat perhatian pada usia lanjut karena dapat memengaruhi mobilitas dan kemandirian seseorang.
Karena itu, edukasi tidak hanya diarahkan kepada bagaimana lansia menjaga kondisi tubuh, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan yang mendukung kemandirian dan keselamatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi MPKS PDM Kabupaten Sleman, kegiatan edukasi lansia menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman sekaligus membangun kesadaran bahwa kelompok lanjut usia membutuhkan perhatian yang berkelanjutan.
Edukasi tersebut juga diharapkan membantu lansia dan keluarga mengenali berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan dan kualitas kehidupan sehari-hari.
Hadir dalam kegiatan tersebut H. Arif Sulistyo, S.E. dari PDM Sleman, PDA Sleman, Ketua PCM Tempel Samsul Alam, M.Si., PCA Tempel, serta sejumlah undangan dan peserta yang antusias mengikuti kegiatan.
Melalui kegiatan di Gedung Dakwah PRM Mororejo tersebut, MPKS PDM Kabupaten Sleman menegaskan pentingnya melihat masa senior bukan sebagai fase untuk berhenti berkarya. Lansia tetap dapat menjalani kehidupan dengan aktivitas yang terukur, kebiasaan hidup sehat, penguatan spiritual, serta hubungan sosial yang baik.
Dengan pendekatan tersebut, perhatian terhadap lansia di lingkungan Muhammadiyah Sleman tidak hanya berbicara tentang bagaimana seseorang tetap sehat secara fisik, tetapi juga bagaimana menjalani masa tua dengan bahagia, menerima kondisi diri, tetap produktif sesuai kemampuan, serta menjaga kualitas kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow