Diikuti 883 Peserta, Kejuaraan Atletik Pelajar Muhammadiyah DIY Siap Dibuka untuk Umum Tahun Depan
YOGYAKARTA — Kejuaraan Atletik Pelajar Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali digelar oleh Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LPO PWM) DIY bekerja sama dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY. Memasuki edisi ketiga, kejuaraan yang berlangsung pada Sabtu–Ahad (24–25/10) di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, ini diikuti 883 peserta dari DIY dan sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada edisi pertama tahun 2024, kejuaraan ini diikuti 559 peserta, kemudian bertambah menjadi 809 peserta pada 2025. Tahun ini, jumlah peserta kembali meningkat menjadi 883 orang.
Ketua LPO PWM DIY, Edy Prajaka, S.Pd., mengatakan peningkatan jumlah peserta menjadi salah satu perkembangan penting dalam penyelenggaraan kejuaraan tahun ini. Selain itu, panitia mulai memperluas jangkauan peserta dengan mengundang pelajar dari luar DIY agar atlet dapat mengukur kemampuan melalui kompetisi yang lebih beragam.
“Yang jelas berbeda adalah jumlah pesertanya. Tahun pertama sekitar 559 peserta, tahun kedua 809, dan sekarang 883. Ini menjadi salah satu perkembangan yang kami lihat,” ujarnya.
Menurut Edy, keikutsertaan pelajar dari luar DIY juga menjadi kesempatan bagi atlet-atlet Muhammadiyah di DIY untuk menguji kemampuan dan daya saing mereka dalam kompetisi lintas daerah.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kejuaraan masih dikhususkan bagi pelajar Muhammadiyah. Meski demikian, peserta tidak hanya berasal dari DIY, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, meliputi Kabupaten Banjarnegara, Magelang, Batang, Purworejo, dan Kota Surakarta.
Berdasarkan data panitia, dari total 883 peserta, sebanyak 33 peserta berasal dari jenjang taman kanak-kanak (TK), 462 peserta dari sekolah dasar (SD), 206 peserta dari SMP atau sederajat, serta 182 peserta dari SMA/SMK atau sederajat.
Peserta dari DIY berasal dari Kota Yogyakarta sebanyak 377 orang, Kabupaten Bantul 202 orang, Kabupaten Sleman 137 orang, Kabupaten Gunungkidul 55 orang, dan Kabupaten Kulon Progo 51 orang. Sementara itu, 39 peserta lainnya masih dalam proses verifikasi domisili.
Adapun peserta dari luar DIY tercatat sebanyak 23 orang, terdiri atas delapan peserta dari Kabupaten Banjarnegara, delapan peserta dari Kabupaten Magelang, empat peserta dari Kabupaten Batang, dua peserta dari Kota Surakarta, dan satu peserta dari Kabupaten Purworejo.
Penyelenggaraan kejuaraan ini kembali menggandeng PASI DIY. Menurut Edy, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat pengakuan terhadap kompetisi sekaligus meningkatkan nilai sertifikat prestasi yang diperoleh para peserta.
Ia menjelaskan, sertifikat kejuaraan diharapkan dapat menjadi salah satu dokumen pendukung prestasi siswa ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK, sesuai ketentuan penerimaan peserta didik yang berlaku.
“Yang pertama, supaya kejuaraan ini diakui dan bisa menjadi salah satu agenda PASI. Yang kedua, sertifikat juaranya bisa memiliki nilai,” jelasnya.
Kejuaraan tahun ini mempertandingkan sejumlah nomor lari, di antaranya lari 80 meter, 100 meter, 400 meter, dan estafet. Nomor estafet yang dijadwalkan pada hari kedua menjadi salah satu nomor yang dinantikan karena menghadirkan persaingan antartim.
Dalam kejuaraan ini, panitia memperebutkan total 40 medali, terdiri atas 20 medali putra dan 20 medali putri. Selain medali, para juara juga memperoleh uang pembinaan.
Edy menambahkan, dukungan sponsor turut membantu penyelenggaraan kejuaraan, termasuk penyediaan uang pembinaan bagi para juara umum. Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar kegiatan olahraga dapat terus berkembang tanpa hanya bergantung pada pembiayaan pemerintah.
Ia berharap kejuaraan seperti ini dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan memperoleh pengalaman bertanding.
“Kalau hanya mengandalkan pembiayaan pemerintah, tentu masih terbatas. Karena itu, semakin banyak kegiatan seperti ini, semakin banyak pula kesempatan bagi atlet untuk berlatih dan berkompetisi,” katanya.
Melihat peningkatan jumlah peserta selama tiga penyelenggaraan, LPO PWM DIY berencana memperluas cakupan kejuaraan pada tahun depan. Jika selama ini kompetisi dikhususkan bagi pelajar Muhammadiyah, pada penyelenggaraan berikutnya panitia berencana membuka kesempatan bagi pelajar dari sekolah umum.
Edy menyampaikan, target awal untuk penyelenggaraan tahun depan adalah mencapai 1.500 peserta. Dengan cakupan yang lebih luas, kejuaraan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelajar sekaligus mendorong semakin besarnya minat terhadap olahraga atletik.
“Insya Allah tahun depan kami akan buka untuk umum. Jadi, tidak hanya pelajar Muhammadiyah, tetapi pelajar secara umum juga bisa ikut. Targetnya mungkin bisa mencapai 1.500 peserta,” ungkapnya.
Selain memperluas peserta, panitia juga membuka peluang untuk mengevaluasi dan mengembangkan nomor pertandingan pada penyelenggaraan mendatang. Pengembangan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan pelaksanaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow