Serikat Usaha Muhammadiyah Kunjungi Yiwu, Pusat Grosir Terbesar Dunia
YIWU — Sekitar 50 anggota Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) memulai kunjungan ke Kota Yiwu, Provinsi ZhejIang, Tiongkok Timur, pada Rabu (21/10). Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di dunia dan kerap dijuluki sebagai “Supermarket Dunia”.
Secara geografis, Yiwu memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan sejumlah kota besar di pesisir timur Tiongkok, seperti Hangzhou, Shanghai, dan Ningbo. Letak tersebut turut mendukung perkembangan Yiwu sebagai pusat perdagangan internasional yang menghubungkan produsen, pemasok, distributor, dan pembeli dari berbagai negara.
Salah satu daya tarik utama kota ini adalah International Trade City atau Pasar Yiwu. Kawasan perdagangan tersebut memiliki luas sekitar 6,4 juta meter persegi, terbagi menjadi lima distrik besar, serta menampung lebih dari 75.000 stan yang menawarkan jutaan jenis produk.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, yang turut mendampingi SUMU, cukup antusias dengan kunjungan ke Yiwu. Menurutnya, harga barang di Yiwu relatif murah karena didukung ekosistem industri dan perdagangan yang efisien.
"Produsen, pemasok, dan distributor terkonsentrasi dalam satu kawasan sehingga pembeli dapat berhubungan langsung dengan pabrik atau produsen tanpa harus melalui banyak perantara," ungkapnya.
Kemudahan lain yang ditawarkan adalah ketentuan jumlah pesanan minimum atau minimum order quantity (MOQ) yang relatif rendah. Kebijakan ini membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah dan negara untuk berbelanja sesuai dengan kemampuan modal mereka.
Dari sisi logistik, pembeli juga memperoleh kemudahan dalam pengiriman barang ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Yiwu memiliki akses ke pelabuhan laut Ningbo dan Shanghai serta terhubung dengan jalur kereta barang internasional yang melayani pengiriman ke kawasan Asia Tengah dan Eropa.
Dukungan infrastruktur tersebut membuat distribusi barang dari Yiwu ke berbagai belahan dunia dapat berlangsung lebih lancar. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Yiwu sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan perdagangan global.
Kunjungan anggota SUMU ke Yiwu menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem perdagangan, efisiensi distribusi, dan dukungan infrastruktur dapat membentuk sebuah pusat perdagangan berskala dunia.
"Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, kapan Indonesia bisa memiliki kota perdagangan seperti Yiwu? Jawabannya, hingga saat ini, belum diketahui," ujar Anwar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow