Dibimbing Mualaf Center Muhammadiyah DIY, WN Australia Mantap Ucapkan Syahadat dan Memeluk Islam 

Dibimbing Mualaf Center Muhammadiyah DIY, WN Australia Mantap Ucapkan Syahadat dan Memeluk Islam 

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Kabar bahagia datang untuk umat Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta. Robert John Landers, warga negara Australia berusia 46 tahun yang telah lama bekerja dan menetap di Bantul, resmi memeluk Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Islamic Center Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (29/8). Prosesi syahadat Robert dikawal oleh Mualaf Center Muhammadiyah dari Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY bersama Islamic Center UAD.

Prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru. Robert mengucapkan dua kalimat syahadat dengan dibimbing Ustaz Niki Alma Febriana Fauzi, Dosen Ilmu Hadis UAD, serta disaksikan kerabat dan jamaah masjid. Usai mengucapkan syahadat, Robert mendapatkan bimbingan mengenai ibadah dan pengetahuan dasar keislaman. Pendampingan selanjutnya akan dilakukan melalui LDK PWM DIY melalui Mualaf Learning Center.

Robert mengaku sangat bahagia setelah resmi menjadi seorang Muslim. Baginya, keputusan tersebut menjadi salah satu momen paling penting dan bermakna dalam hidupnya.

“Perasaan saya luar biasa. Ini adalah saat yang sangat penting dan bermakna dalam hidup saya. Saya sungguh sangat bahagia. Saya masih berusaha mengendalikan emosi saya. Hal ini sangat istimewa bagi saya,” ujar Robert.

Keputusan Robert untuk memeluk Islam bukanlah sesuatu yang diambil secara tiba-tiba. Selama beberapa tahun bekerja di Indonesia, ia banyak berinteraksi dengan rekan kerja dan sahabat yang beragama Islam. Dari interaksi tersebut, ketertarikannya terhadap Islam tumbuh secara perlahan.

“Saya telah bekerja bersama rekan-rekan dekat dan sahabat-sahabat saya yang beragama Islam selama beberapa tahun, dan perlahan namun pasti, saya telah mempelajari keindahan Islam, betapa istimewanya agama ini, serta maknanya,” katanya.

Robert menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui proses pemikiran dan perenungan yang panjang.

“Jadi, saya tidak mengambil langkah ini tanpa pemikiran dan perenungan yang mendalam. Butuh waktu bagi saya untuk sampai di titik ini dan mengambil keputusan ini dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Setelah menjadi Muslim, Robert mengaku semakin antusias untuk mempelajari Islam. Ia berharap dapat terus mendalami agama yang baru dipeluknya tersebut.

“Saya sangat antusias. Saya tidak sabar untuk mempelajari lebih banyak lagi tentang Islam,” kata Robert.

Sementara itu, Ustaz Niki Alma Febriana Fauzi mengatakan, prosesi tersebut menjadi kesempatan untuk mendampingi Robert dalam mengucapkan syahadat dan memulai perjalanan barunya sebagai seorang Muslim.

“Alhamdulillah, kita baru saja mendampingi dan membimbing saudara kita dari Australia untuk convert ke Islam. Harapan saya pribadi, mudah-mudahan dia bisa konsisten dan dipermudah dalam menjalankan ibadah,” ujar Niki.

Menurutnya, Robert masih membutuhkan pendampingan dalam memahami dan menjalankan ajaran Islam. Karena itu, ia berharap lingkungan sekitar, termasuk warga Muhammadiyah, dapat ikut memberikan bimbingan secara berkelanjutan.

“Memang perlu bimbingan. Jadi, mungkin nanti dari teman-teman Muhammadiyah atau siapa pun bisa membantu untuk membimbing,” katanya.

Ketua LDK PWM DIY, Ananto Isworo, mengatakan, Robert telah memiliki keinginan untuk memeluk Islam sejak lama. Karena itu, momentum ikrar syahadat tersebut menjadi bagian dari proses yang telah dipersiapkannya dengan matang.

“Alhamdulillah, pagi ini Mualaf Learning Center Muhammadiyah LDK PWM DIY selesai mengawal ikrar syahadat saudara kita, Mr. Robert dari Australia. Ia sudah sejak lama berkeinginan untuk masuk Islam dan alhamdulillah pagi ini bisa kita bimbing bersama Ustaz Niki Alma dari Islamic Center UAD,” ujarnya.

Ananto berharap keberadaan Mualaf Center Muhammadiyah ke depan semakin mendapat kepercayaan dalam membimbing orang yang hendak memeluk Islam, tidak hanya dalam prosesi ikrar syahadat, tetapi juga dalam pendampingan keagamaan setelahnya.

“Kita berharap ke depannya Mualaf Center Muhammadiyah semakin mendapat kepercayaan untuk membimbing ikrar syahadat sekaligus kegiatan-kegiatan keagamaan berikutnya,” katanya.

Ia mengakui, sebagai lembaga yang masih relatif baru, Mualaf Center Muhammadiyah masih memiliki banyak hal yang perlu dikembangkan dan diperbaiki. Namun, ia berharap Muhammadiyah semakin memberikan perhatian terhadap keberadaan dan kebutuhan para mualaf.

“Tentu karena masih sangat baru, masih banyak hal yang perlu dilakukan dan diperbaiki oleh Mualaf Center Muhammadiyah. Semoga ke depan Muhammadiyah semakin memiliki kepedulian terhadap para mualaf,” ujar Ananto.

Usai prosesi syahadat dan ramah tamah, kegiatan dilanjutkan dengan salat Zuhur berjamaah. Momen tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Robert karena untuk pertama kalinya ia melaksanakan salat sebagai seorang Muslim secara berjamaah di masjid. Kita mendoakan dan berharap agar Robert mempelajari Islam secara bertahap serta menjalankan ibadah dengan baik, dibimbing oleh warga Muhammadiyah dan kerabatnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow