Bekali Peserta Strategi Konten Medsos, Eco Bhinneka Muhammadiyah Latih Produksi Video Talking Head

Bekali Peserta Strategi Konten Medsos, Eco Bhinneka Muhammadiyah Latih Produksi Video Talking Head

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — Membuat konten media sosial yang menarik dan menjangkau audiens yang tepat membutuhkan strategi, perencanaan, serta pemahaman terhadap karakteristik platform. Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam sesi Talking Head Video bertema “Upgrade Konten Medsosmu” pada pelatihan media FRAME. CREATE. SPEAK yang diselenggarakan Eco Bhinneka Muhammadiyah di Aula Lantai 6, Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

Sesi yang menghadirkan Abyan Daffa dari Tim Media dan Komunikasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini membekali peserta dengan strategi pengembangan konten media sosial sekaligus praktik produksi video monolog. Peserta diajak memahami bahwa konten yang efektif tidak hanya bergantung pada kreativitas, tetapi juga pada ketepatan metode, pemahaman audiens, dan kesesuaian dengan platform yang digunakan.

“Ketika membuat konten, kita perlu mengevaluasi apakah cara dan metode yang kita gunakan sudah tepat. Kita juga perlu memahami siapa audiens kita dan bagaimana karakteristik platform tempat konten tersebut dipublikasikan,” jelas Abyan.

Ia menjelaskan, pengelola media perlu melakukan riset audiens, memahami algoritma platform, serta mengevaluasi performa konten melalui sejumlah indikator, seperti jumlah tayangan, tanda suka, pembagian konten, dan komentar. Selain itu, variasi konten perlu dikembangkan melalui sejumlah pilar, mulai dari edukatif, inspiratif, informatif, hiburan, berita, hingga konten yang mendorong audiens melakukan tindakan atau call to action.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan format Talking Head Video, yakni video yang menampilkan seseorang berbicara langsung ke kamera untuk menyampaikan informasi, menjelaskan isu, atau berbagi pengalaman.

Abyan membagikan sejumlah kiat produksi, mulai dari membagi naskah menjadi beberapa segmen, merekam beberapa konten sekaligus atau batching, hingga memperhatikan pencahayaan dan kualitas audio. Produksi video, menurut materi yang disampaikan, dapat dimulai dengan perangkat sederhana seperti telepon genggam, tripod, mikrofon, dan aplikasi teleprompter.

Peserta juga didorong untuk tidak menunda produksi hanya karena keterbatasan peralatan. Persiapan naskah yang baik, pemanfaatan perangkat yang tersedia, dan latihan secara konsisten menjadi bagian penting dalam proses pembuatan konten.

Materi berikutnya membahas penyusunan naskah menggunakan prinsip AIDA, yaitu Attention, Interest, Desire, dan Action. Teknik ini membantu kreator menyusun pesan secara terarah, mulai dari menarik perhatian audiens, membangun ketertarikan, menumbuhkan keinginan, hingga mendorong tindakan.

Dalam praktiknya, peserta belajar menyusun pembuka yang kuat, menghubungkan topik dengan kebutuhan audiens, menjelaskan manfaat pesan, serta menutup konten dengan ajakan yang relevan.

Pelatihan dilanjutkan dengan praktik kelompok. Peserta menentukan topik, menyusun naskah berdasarkan prinsip AIDA, kemudian melakukan pengambilan video dengan menyiapkan perangkat yang dibutuhkan. Melalui praktik ini, peserta berkesempatan menerapkan materi secara langsung, mulai dari pengembangan ide hingga produksi konten audiovisual.

Pelatihan FRAME. CREATE. SPEAK berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 dan diikuti 34 peserta secara luring. Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi fotografi jurnalistik dan pengembangan konten kreatif.

Peserta berasal dari berbagai unsur di lingkungan Muhammadiyah, meliputi majelis, lembaga, organisasi otonom, Himpunan Difabel Muhammadiyah, serta pengelola program Eco Bhinneka Muhammadiyah di tingkat nasional dan berbagai wilayah.

Rangkaian pelatihan ini merupakan bagian dari program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism) yang dijalankan Eco Bhinneka Muhammadiyah. Program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pengelolaan media dan komunikasi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow