Touring & Ngaji ke Selo, PCPM Ngaglik Perkuat Silaturahmi dan Semangat Dakwah
BOYOLALI — Perjalanan tidak sekadar menjadi sarana melepas penat, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat dakwah. Hal inilah yang mewarnai kegiatan Touring & Ngaji ke Selo yang digelar Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngaglik bersama KOKAM dan BIKERSMU Ngaglik, Sabtu (17/10).
Rombongan berangkat dari Sleman, menyusuri kawasan sekitar Gunung Merapi melalui Jatinom dan Kota Boyolali sebelum tiba di Selo. Adapun perjalanan pulang melewati Sawangan, Blabak, dan Muntilan hingga kembali ke Sleman. Total jarak yang ditempuh mencapai sekitar 122 kilometer.
Rombongan dipimpin Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, bersama Komandan KOKAM Ngaglik, Teguh Kuwato. Setibanya di Selo, mereka disambut jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selo yang diwakili Sutris selaku ketua, bersama Sagiyanto dan Rosyad Tamami. Pertemuan berlangsung di Homestay Merapi Hills milik Rosyad Tamami.
Dalam sambutannya, Sutris menceritakan dinamika dakwah Muhammadiyah di Selo, wilayah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sebagian besar warga setempat menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan.
Dengan jumlah pengurus yang masih terbatas dan usia organisasi yang relatif muda, pengembangan dakwah Muhammadiyah di Selo masih membutuhkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak.
PCM Selo pun memiliki sejumlah cita-cita untuk memperkuat gerakan dakwah sekaligus memberdayakan potensi lokal. Di antaranya adalah pengadaan kantor PCM sebagai pusat kegiatan dan syiar, pengembangan perkebunan kopi dengan rencana merek Kopi PCM Selo, serta usaha peternakan domba.
Saat ini, PCM Selo rutin menggelar pertemuan dua kali setiap bulan. Jamaah yang hadir berasal dari beragam latar belakang dan tidak terbatas pada warga Muhammadiyah. Keberadaan Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM juga diharapkan dapat berkembang untuk mendukung penguatan organisasi dan dakwah di wilayah tersebut.
Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, menjelaskan bahwa kegiatan Touring & Ngaji ke Selo semula dirancang sebagai agenda refreshing sekaligus konsolidasi internal. Terlebih, masa kepemimpinan PCPM Ngaglik tinggal sekitar satu tahun.
Melihat antusiasme peserta, kegiatan tersebut kemudian melibatkan KOKAM dan BIKERSMU Ngaglik. Perjalanan ini pun berkembang menjadi kesempatan untuk memperluas silaturahmi dan belajar dari dinamika dakwah Muhammadiyah di daerah lain.
Dalam kesempatan itu, Ifani mengapresiasi semangat dan cita-cita yang tengah dibangun oleh para pengurus PCM Selo. Ia berharap berbagai rencana tersebut dapat diwujudkan secara bertahap melalui ikhtiar dan kerja sama.
“Semua berawal dari mimpi. Bapak-bapak di PCM Selo sudah memulainya. Insyaallah, dengan izin Allah, semoga cita-cita memiliki kantor PCM, peternakan domba, dan perkebunan kopi segera terwujud,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus mempererat persaudaraan antarkader Muhammadiyah. Melalui kunjungan langsung, rombongan PCPM Ngaglik, KOKAM, dan BIKERSMU dapat mengenal lebih dekat tantangan yang dihadapi PCM Selo serta mendengar harapan pengembangan dakwah di wilayah tersebut.
Sementara itu, Komandan KOKAM Ngaglik, Teguh Kuwato, berbagi pengalaman mengenai peran KOKAM di wilayahnya. Menurutnya, kiprah KOKAM tidak seharusnya terbatas pada tugas pengamanan kegiatan, seperti mengatur parkir, tetapi juga perlu berkontribusi lebih luas dalam gerakan amar makruf nahi mungkar.
Ia mencontohkan keterlibatan KOKAM Ngaglik dalam merespons persoalan minuman keras serta melakukan patroli untuk mengantisipasi aksi klitih. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa KOKAM dapat mengambil peran dalam menjaga ketertiban dan mendukung terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih aman.
Melalui kegiatan Touring & Ngaji ke Selo, PCPM Ngaglik bersama KOKAM dan BIKERSMU berharap silaturahmi yang terjalin dapat memperkuat semangat dakwah, menumbuhkan kepedulian antarcabang, serta mendorong lahirnya langkah-langkah nyata bagi kemajuan Muhammadiyah.
Sebab, perjalanan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa jauh roda berputar, melainkan juga tentang nilai, persaudaraan, dan kebaikan yang dibawa pulang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow