Muhammadiyah Evaluasi Mesin Desalinasi untuk Sediakan Air Minum di Kampung Akuarium

Muhammadiyah Evaluasi Mesin Desalinasi untuk Sediakan Air Minum di Kampung Akuarium

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengevaluasi mesin desalinasi bantuan Taiwan yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air minum warga Rusun Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Evaluasi dilakukan untuk memastikan air hasil pengolahan memenuhi standar kesehatan sebelum fasilitas tersebut dioperasikan.

Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, meninjau kesiapan fasilitas JASON’S Solar Water Desalination System pada Senin (19/10). Ia menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar menghasilkan air tawar untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), melainkan air yang aman untuk diminum.

“Memang kita inginnya itu benar-benar jadi air minum, Pak. Jadi, bukan sekadar air tawar untuk MCK, tetapi air yang bisa digunakan untuk air minum. Itu yang kita targetkan,” ujar Izzul.

Menurutnya, salah satu tantangan dalam pengoperasian mesin tersebut adalah kondisi air laut di pesisir utara Jakarta yang berpotensi mengandung berbagai pencemar. Karena itu, pengujian dan penyempurnaan teknis diperlukan untuk memastikan air hasil pengolahan aman dikonsumsi.

Izzul mengatakan, Muhammadiyah tidak ingin meresmikan fasilitas sebelum mesin benar-benar siap digunakan masyarakat. Pengoperasian akan dilakukan setelah tahapan evaluasi dan perbaikan selesai.

“Kita tidak ingin meresmikan yang belum operasional. Jadi, biar nanti operasional dulu, sudah bisa dimanfaatkan, baru kemudian diresmikan,” tegasnya.

Mesin desalinasi tersebut merupakan bantuan teknologi dari Taiwan. Sementara itu, pembangunan fasilitas penunjang, termasuk sumur dan atap pelindung, mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu).

Lazismu bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta juga terlibat dalam penyempurnaan fasilitas dan pendampingan warga setelah mesin mulai beroperasi. Dukungan tersebut diharapkan dapat memastikan pemanfaatan teknologi berjalan berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua RT 12 Kampung Akuarium, Topas Juanda, mengapresiasi dukungan Muhammadiyah dan Lazismu. Ia menyampaikan bahwa sejak mesin dipasang sekitar dua pekan sebelum peninjauan, air hasil pengolahan tampak lebih jernih dan kadar garamnya berkurang secara signifikan.

Meski demikian, kualitas visual dan penurunan kadar garam belum cukup untuk memastikan air aman diminum. Pengujian kualitas air tetap diperlukan sebelum fasilitas digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum warga.

Topas berharap keberadaan mesin tersebut nantinya juga dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk kegiatan musala dan penyiraman tanaman. Pemanfaatan air hasil pengolahan untuk kebutuhan tersebut diharapkan dapat mengurangi pengeluaran lingkungan yang selama ini ditanggung melalui kas koperasi warga.

Tahapan berikutnya meliputi evaluasi teknis, penyempurnaan kualitas air, penyerahan unit, dan pengoperasian fasilitas. Peresmian akan dilakukan setelah mesin dinyatakan siap digunakan, dengan tetap mengutamakan keamanan dan kualitas air bagi masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow