Tapak Suci Perluas Kiprah ke 24 Negara, Kaderisasi dan Sport Science Diperkuat

Tapak Suci Perluas Kiprah ke 24 Negara, Kaderisasi dan Sport Science Diperkuat

Smallest Font
Largest Font

SEMARANG — Tapak Suci Putera Muhammadiyah meneguhkan arah pengembangan organisasi menjadi perguruan pencak silat yang mandiri, modern, profesional, dan berkiprah di tingkat global. Penguatan tata kelola, kaderisasi, serta pembinaan atlet berbasis sport science menjadi bagian dari langkah tersebut.

Arah pengembangan itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Muhammad Afnan Hadikusumo, dalam Opening Ceremony Muktamar ke-16 Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8).

Muktamar ke-16 dihadiri sekitar 11.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Agenda tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus pembahasan arah organisasi di tengah perkembangan Tapak Suci yang kini telah berada di 36 provinsi di Indonesia dan 24 negara.

Afnan mengatakan perkembangan tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas tata kelola organisasi. Menurutnya, Tapak Suci sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam pembinaan olahraga bela diri, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, penguatan nilai keagamaan, serta pembentukan jiwa persaudaraan dan kemanusiaan.

“Tapak Suci Putera Muhammadiyah merupakan bagian penting dari perjalanan dakwah dan Muhammadiyah dalam membangun manusia yang beriman, berakhlak, sehat, disiplin dan berprestasi,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan organisasi yang semakin luas, PP Tapak Suci mendorong penguatan administrasi dan pendataan secara nasional, peningkatan koordinasi antartingkatan kepemimpinan, serta pembinaan kader secara berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi juga dinilai penting untuk mendukung tata kelola organisasi.

Namun, Afnan menekankan bahwa modernisasi tidak boleh membuat Tapak Suci kehilangan identitasnya. Nilai iman, akhlak, ilmu, persaudaraan, dan filosofi perjuangan tetap menjadi dasar dalam pengembangan organisasi.

“Namun modernisasi itu tetap kita bingkai dengan nilai luhur Tapak Suci yaitu iman, akhlak, ilmu, persaudaraan dan filosofi perjuangan harus tetap dijadikan sebagai fondasi utama,” tegasnya.

Selain tata kelola, peningkatan prestasi atlet menjadi perhatian PP Tapak Suci. Afnan menyebut para atlet Tapak Suci telah berkontribusi dalam berbagai kejuaraan nasional dan internasional.

Ke depan, sistem pembinaan akan diperkuat melalui pendekatan sport science. Pembinaan tidak hanya mencakup teknik dan fisik, tetapi juga aspek mental, nutrisi, serta evaluasi performa atlet.

“Alhamdulillah Tapak Suci telah menunjukkan prestasi dengan memberikan sumbangan yang tidak kecil kepada negara dengan para atletnya yang berhasil menyumbangkan prestasi dalam event kejuaraan internasional maupun tingkat nasional,” ungkapnya.

Penguatan pembinaan juga didukung pembangunan Padepokan Tapak Suci di Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.200 meter persegi yang terdiri atas tiga lantai.

Padepokan itu dirancang untuk menunjang pembinaan atlet, kader, dan pendekar sekaligus menjadi salah satu pusat pengembangan organisasi. Sejumlah fasilitas pendukung modern akan disiapkan untuk menunjang kegiatan pembinaan dan pelatihan.

Afnan menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah, pemerintah, serta berbagai pihak yang telah mendukung pembangunan fasilitas tersebut. Ia mengajak keluarga besar Muhammadiyah dan Tapak Suci untuk terus mendukung pengembangannya.

Muktamar ke-16 juga menjadi momentum untuk mengapresiasi tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan Tapak Suci. PP Tapak Suci merencanakan pemberian anggota kehormatan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Selain itu, sejumlah tokoh yang selama ini mendukung kegiatan Tapak Suci juga akan mendapatkan penghargaan sebagai pendekar kehormatan.

Menurut Afnan, perkembangan Tapak Suci tidak terlepas dari dukungan Muhammadiyah di berbagai tingkatan, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, serta seluruh anggota dan keluarga besar Tapak Suci.

Karena itu, ia menilai kebersamaan dan rasa syukur perlu terus dijaga sebagai bagian dari kekuatan organisasi. Ia mengingatkan keluarga besar Tapak Suci agar menjadikan berbagai capaian yang telah diperoleh sebagai tanggung jawab untuk terus memberikan manfaat.

Melalui Muktamar ke-16, Tapak Suci menempatkan penguatan organisasi, pembinaan kader, peningkatan prestasi atlet, dan pengembangan jejaring internasional sebagai bagian dari agenda pengembangan ke depan.

Arah tersebut tetap diletakkan dalam kerangka nilai yang menjadi identitas Tapak Suci sebagai perguruan pencak silat di lingkungan Muhammadiyah.

“Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah,” pungkas Afnan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow