Ramadan Bulan Perubahan: Hangatnya Silaturahmi Keluarga Besar PWM DIY Jelang Berbuka Puasa

Ramadan Bulan Perubahan: Hangatnya Silaturahmi Keluarga Besar PWM DIY Jelang Berbuka Puasa

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Masjid Haiban Hadjid Kompleks Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) pada Kamis (5/3). Di mana segenap keluarga besar PWM DIY berkumpul dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama. 

Agenda ini sebuah tradisi Ramadan yang terus dijaga untuk merawat ukhuwah di lingkungan persyarikatan. Dihadiri segenap pimpinan PWM DIY beserta keluarga, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, perwakilan majelis dan lembaga tingkat wilayah, serta para pegawai Kantor PWM DIY. Hadir pula sejumlah tokoh senior Muhammadiyah DIY, di antaranya dr. Agus Taufiqurrahman, Hamdan Hambali, Muchlas Abror, Budi Setiawan, Untung Cahyono, dan beberapa tokoh lainnya.

Ketua PWM DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi silaturahmi yang telah lama diwariskan oleh para senior Muhammadiyah.

“Kehadiran bapak ibu sekalian merupakan bagian dari silaturahmi yang terus diupayakan PWM DIY, mengingat kita bersama keluarga berjuang menegakkan dakwah Islam, amar ma’ruf nahi munkar, dan tajdid,” ujarnya.

Menurut Ikhwan, momentum seperti buka puasa bersama menjadi ruang penting untuk mempererat ukhuwah, terlebih di tengah kesibukan masing-masing yang sering kali membuat silaturahmi secara pribadi tidak mudah dilakukan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para senior Muhammadiyah yang masih meluangkan waktu untuk hadir dalam forum tersebut meskipun memiliki kesibukan yang padat.

“PWM DIY menghaturkan terima kasih kepada para senior yang di tengah kesibukan masih berkenan hadir dalam forum silaturahmi ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhwan juga menyampaikan bahwa PWM DIY ke depan akan melakukan pendataan khatib Salat Idulfitri sesuai dengan edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ditetapkan pada tanggal 20 Maret 2026. Selain itu, ia berharap kegiatan silaturahmi seperti ini dapat terus dilanjutkan dalam berbagai kesempatan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga para pimpinan Muhammadiyah yang selama ini memberikan dukungan terhadap aktivitas dakwah.

“Bapak-bapak pimpinan Muhammadiyah sering kali harus mengurus umat yang begitu banyak sehingga waktu untuk keluarga menjadi berkurang. Karena itu kami berterima kasih atas dukungan dan pemahaman keluarga,” ungkapnya.

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Dr. Yayan Suryana, M.Ag., Wakil Ketua PWM DIY. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

“Puasa itu menahan. Ramadan menghadirkan perubahan, yaitu perubahan ke arah yang positif,” ujarnya.

Ia mencontohkan kebiasaan merokok yang sering kali sulit dihentikan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi saat Ramadan banyak orang mampu menahannya. Hal ini menunjukkan bahwa puasa memiliki kekuatan spiritual untuk membentuk kedisiplinan diri.

Yayan juga mengibaratkan proses pembinaan diri dalam Ramadan seperti emas yang harus melalui proses pembakaran agar menjadi bernilai.

“Ramadan itu membakar sifat buruk dalam diri kita. Kalau ingin menjadi pribadi yang baik memang harus siap dibakar, sebagaimana emas yang bernilai setelah melalui proses pembakaran,” jelasnya.

Menurutnya, manusia memiliki dua potensi dalam dirinya, yakni potensi positif dan negatif yang setiap hari saling berhadapan. Salah satu cara menjaga kemenangan potensi positif tersebut adalah melalui ibadah, terutama salat.

“Islam menitikberatkan salat sebagai tiang agama. Dari berbagai rukun Islam, yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun adalah salat,” tuturnya.

Ia menambahkan, salat yang dilakukan secara khusyuk dan konsisten hanya dapat terwujud apabila hati seseorang bersih. Karena itu, Ramadan menjadi momentum penting untuk membersihkan “residu” dalam diri manusia agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow