PP Muhammadiyah Bahas Peluang Kerja Sama dengan Umana Al-Aqsa untuk Dukung Palestina

PP Muhammadiyah Bahas Peluang Kerja Sama dengan Umana Al-Aqsa untuk Dukung Palestina

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi Umana Al-Aqsa untuk membahas peluang kerja sama dalam mendukung masyarakat Palestina, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, kesehatan, serta rekonstruksi fasilitas publik di Gaza.

Delegasi Umana Al-Aqsa yang terdiri atas Syekh Dr. Mohammed Al-Hajj dan Eymen Yildirim diterima Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni bersama Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah Imam Addaruqutni.

Dalam pertemuan tersebut, Mohammed menjelaskan Umana Al-Aqsa merupakan lembaga internasional yang berbasis di Istanbul, Turki. Lembaga tersebut berfokus memperkuat peran dai dan lulusan fakultas syariah dari berbagai negara dalam membangun kepedulian terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

Kunjungan ke Muhammadiyah juga menjadi momentum bagi Umana Al-Aqsa untuk menyampaikan apresiasi atas dukungan Muhammadiyah dan berbagai elemen umat Islam Indonesia terhadap masyarakat Palestina.

“Kami datang ke Muhammadiyah untuk menyampaikan apresiasi atas semua kontribusi yang telah diberikan Muhammadiyah dan juga elemen-elemen umat Islam lainnya di Indonesia dalam mendukung Palestina dan Gaza,” ujar Mohammed.

Selain menyampaikan apresiasi, Mohammed berharap pertemuan tersebut dapat membuka kerja sama dalam program pemberdayaan dan rekonstruksi Gaza. Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain kesehatan, pendidikan, dakwah, serta pembangunan kembali fasilitas publik yang rusak akibat perang.

Salah satu program yang turut dibahas adalah kafalah atau dukungan bagi keluarga syuhada, khususnya keluarga para khatib dan imam di Gaza dan Al-Quds.

“Kami berharap adanya kerja sama untuk mewujudkan program-program pemberdayaan, infrastruktur kesehatan, pendidikan, dan secara khusus memperhatikan kafalah bagi keluarga syuhada dari kalangan khatib dan imam di Gaza dan Al-Quds,” katanya.

Menurut Mohammed, kondisi Gaza masih membutuhkan dukungan masyarakat internasional, baik dalam bentuk moral maupun material. Dukungan tersebut diperlukan untuk membantu pembangunan kembali rumah sakit, fasilitas pendidikan, dan berbagai fasilitas publik yang terdampak perang.

“Kami percaya Indonesia dan juga negara-negara Islam lainnya bisa membantu dan mendorong percepatan rekonstruksi di bidang dakwah dan pendidikan di Gaza,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammed juga mengundang PP Muhammadiyah untuk menghadiri Konferensi Umana Al-Aqsa ke-4 yang akan berlangsung di Istanbul, Turki, pada 9–10 Januari 2027.

Syafiq A. Mughni menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, Umana Al-Aqsa memiliki perhatian kuat terhadap upaya memperkuat pemahaman umat Islam mengenai Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

Perhatian tersebut, kata Syafiq, tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan kemanusiaan, tetapi juga melalui kajian dan pengembangan literatur mengenai Al-Aqsa.

“Beliau melakukan kajian tentang Al-Aqsa dan melahirkan beberapa literatur tentang Masjid Al-Aqsa,” kata Syafiq.

Ia menjelaskan, upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman para khatib, mubalig, dan penceramah di berbagai negara mengenai persoalan Palestina dan Masjid Al-Aqsa. Pemahaman itu, menurutnya, perlu mencakup kondisi sosial dan politik sekaligus landasan normatif yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.

“Beliau menginginkan supaya para penceramah dan khatib memiliki kemampuan bukan saja memahami persoalan kontemporer yang sedang terjadi, tetapi juga memahami landasan normatif dari Al-Qur’an dan Sunnah tentang Al-Aqsa,” ujarnya.

Syafiq menilai penguatan pemahaman tersebut penting untuk memperluas pengetahuan masyarakat mengenai Al-Aqsa sekaligus memperkuat dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Selain bidang kemanusiaan dan dakwah, peluang kerja sama antara Muhammadiyah dan Umana Al-Aqsa juga mencakup bidang pendidikan. Sementara itu, Konferensi Umana Al-Aqsa di Istanbul diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan serta memperkuat komitmen para ulama, khatib, dan penceramah dari berbagai negara dalam menyuarakan persoalan Palestina dan Al-Aqsa.

“Tujuannya adalah memperkuat komitmen para ulama, para khatib, dan para penceramah untuk menyebarkan pengetahuan tentang Al-Aqsa, baik dari sudut persoalan sosial dan politiknya maupun dari sudut normatif Al-Qur’an dan Sunnah,” kata Syafiq.

Muhammadiyah, lanjutnya, menyambut baik upaya tersebut dan mendukung berbagai agenda yang mendorong penguatan kepedulian umat Islam terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

“Insyaallah kita akan hadir dalam konferensi itu. Kita harus memberi dukungan karena usaha dan perjuangan ini baik dan sangat dibutuhkan oleh umat Islam sekarang,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow