Lepas Kontingen Tapak Suci DIY ke Muktamar 16, Ikhwan Ahada: Sebarkan Kebaikan dan Jaga Nilai-nilai Muhammadiyah
YOGYAKARTA — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A., mengajak Kontingen Pimpinan Wilayah (Pimwil) I Tapak Suci Putera Muhammadiyah DIY menjadikan Muktamar ke-16 Tapak Suci di Semarang sebagai momentum menyebarkan kebaikan dan memperkuat nilai-nilai ideologi Muhammadiyah.
Pesan tersebut disampaikan Ikhwan Ahada saat melepas kontingen Tapak Suci DIY yang akan mengikuti Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Kamis (6/8), di Masjid Haiban Hadjid Kantor PWM DIY.
Menurut Ikhwan, Tapak Suci merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan dakwah Islam amar makruf nahi mungkar dan tajdid Muhammadiyah. Karena itu, Tapak Suci tidak boleh dipahami sebatas olahraga atau olah fisik, melainkan juga sebagai sarana membentuk jiwa yang berlandaskan iman dan akhlak.
"Tapak Suci bukan sekadar olah badan, tetapi juga olah jiwa. Karena itu seluruh aktivitasnya harus berpijak pada iman dan dakwah," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa menjadi warga Muhammadiyah memiliki empat konsekuensi utama, yakni mengokohkan akidah, meluruskan ibadah, mengoptimalkan amal saleh dan salehah, serta menggembirakan kehidupan berjamaah. Empat nilai tersebut, menurutnya, telah menjadi warisan perjuangan sejak KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dan terus menjadi ruh seluruh organisasi otonom, termasuk Tapak Suci.
Ikhwan juga mengingatkan bahwa karakter kader Muhammadiyah adalah senantiasa memikirkan kemaslahatan umat dalam setiap aktivitasnya. Semangat berbuat baik, berinfak, dan mengutamakan kepentingan bersama harus menjadi budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Pendekar Kehormatan Tapak Suci tersebut menegaskan bahwa muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi sehingga seluruh peserta dituntut memiliki kebesaran jiwa. Menurutnya, pemilihan pimpinan tidak boleh dilakukan dengan menjatuhkan pihak lain, melainkan menjadi ikhtiar menghadirkan kebaikan yang lebih luas.
"Muktamar bukan ajang mengangkat seseorang dengan cara menjatuhkan yang lain. Yang harus kita lihat adalah bagaimana kebaikan yang dimiliki seseorang dapat tersebar lebih luas dan memberi manfaat yang lebih besar," tegasnya.
Konsep tersebut bisa disebut dengan diaspora kebaikan, yakni memperluas manfaat kader Muhammadiyah dari tingkat daerah hingga nasional bahkan internasional. Lewat konsep itu, besar harapan bagi kader-kader Tapak Suci DIY yang mendapat amanah di tingkat pusat mampu membawa nilai-nilai Muhammadiyah kepada masyarakat yang lebih luas.
Ikhwan juga mengingatkan agar seluruh kontingen meluruskan niat selama mengikuti muktamar. Keberangkatan ke Semarang, katanya, harus dimaknai sebagai ibadah yang seluruh prosesnya diniatkan semata-mata karena Allah SWT.
Dalam kesempatan itu, Ikhwan kembali menegaskan posisi DIY sebagai center of excellence Muhammadiyah. Meski hanya terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, DIY dinilai tetap menjadi rujukan dalam menjaga autentisitas ideologi Persyarikatan.
"Di PWM DIY kami selalu mengatakan, small but beautiful and powerful. Wilayah kita memang kecil, tetapi harus bermain dengan indah, bersih, berlandaskan ideologi, serta memiliki kekuatan untuk mendorong kebaikan semakin meluas," ungkapnya.
Ia berharap semangat tersebut juga menjadi karakter Tapak Suci DIY, yakni menjaga keikhlasan, inklusivitas, transparansi, sikap moderat, keadilan, serta semangat tajdid dalam setiap langkah organisasi.
Menurutnya, melalui Tapak Suci, wajah Islam yang ditampilkan kepada masyarakat haruslah Islam yang lembut, berkemajuan, kuat, sekaligus mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan kehidupan.
"Jangan sampai kita hadir hanya dengan klaim-klaim tanpa solusi. Islam yang dibawa Muhammadiyah adalah Islam yang memberi jalan keluar bagi persoalan umat," katanya.
Menutup amanatnya, Ikhwan Ahada mendoakan seluruh kontingen Tapak Suci DIY agar diberikan keselamatan selama mengikuti Muktamar ke-16 di Semarang, memperoleh keputusan terbaik dalam forum permusyawaratan, serta kembali ke Yogyakarta dalam keadaan sehat dan membawa keberkahan bagi Persyarikatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow