Ikhwan Ahada: Guru Entitas Penjaga Ilmu dan Penunda Datangnya Kiamat

Ikhwan Ahada: Guru Entitas Penjaga Ilmu dan Penunda Datangnya Kiamat

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY), Dr. Muh. Ikhwan Ahada, M.A., menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-DIY dalam kegiatan Pendampingan Program Peduli Guru dengan Zakat Fitrimu dan Penyaluran Kado Ramadan yang digelar Jumat (27/2) di Aula Gedung Muhammadiyah DIY.

Di hadapan sekitar 95 guru peserta kegiatan, Ikhwan menegaskan bahwa ucapan terima kasih saja sejatinya tidak cukup untuk membalas dedikasi para guru.

“Saya berterima kasih kepada Bapak dan Ibu guru semuanya. Tapi sebenarnya ucapan terima kasih itu tidak cukup. Bapak dan Ibu guru adalah entitas yang memperlambat datangnya kiamat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam hadis disebutkan bahwa kiamat akan terjadi ketika ilmu dicabut dari muka bumi. Sementara para guru setiap hari mengajarkan dan menjaga ilmu bagi generasi penerus.

“Kalau Bapak Ibu tidak lagi mengajarkan ilmu, mungkin kiamat akan lebih cepat datang. Karena ilmu itulah yang menjaga peradaban,” tegasnya.

Ikhwan juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa siapa pun yang mengajarkan kebaikan akan memperoleh pahala sebesar pahala orang yang mengamalkannya. Artinya, setiap ilmu yang diberikan kepada murid dan kemudian diamalkan dalam kehidupan, akan terus mengalir sebagai kebaikan bagi gurunya.

“Ini bukan janji PWM, ini janji Rasulullah. Maka jangan pernah merasa apa yang dilakukan itu kecil. Ilmu yang Bapak Ibu tanamkan akan menjadi amal jariyah,” katanya.

Ia kemudian mengutip Al-Qur’an Surah Yunus ayat 58 yang memerintahkan umat Islam untuk bergembira atas karunia dan rahmat Allah.

“Dengan karunia dan rahmat Allah itu hendaklah kita berbahagia. Karunia Allah itu lebih baik daripada apa pun yang kita kumpulkan di dunia,” ungkapnya.

Menurutnya, rahmat dan karunia Allah yang dimaksud di antaranya adalah Al-Qur’an, yang berisi perintah, larangan, dan petunjuk. Ketiganya akan mengantarkan manusia menjadi pribadi yang bahagia, mulia, dan beruntung.

Dalam momentum bulan Ramadan ini, ibadah puasa, lanjutnya, adalah salah satu perintah Allah yang menjadi karunia besar bagi orang beriman. Dengan menjalankan puasa, seseorang akan meraih ketakwaan dan memperoleh furqan (kemampuan membedakan yang benar dan salah), serta diampuni dosa-dosanya.

“Puasa ini rahmat Allah. Maka jalani dengan bahagia. Bahkan sebelum berbuka pun kita sudah merasakan kepuasan. Karunia Allah lebih besar dari sekadar hidangan yang kita bawa pulang,” tuturnya.

Lebih jauh, Ikhwan menekankan bahwa profesi guru juga merupakan karunia Allah yang tidak semua orang miliki. Banyak orang berilmu, tetapi tidak memiliki kesempatan untuk mengajarkannya.

“Allah menitipkan ilmu dan profesi ini kepada Bapak Ibu. Maka hendaknya kita bergembira menjalaninya, meski dalam keadaan berpuasa,” katanya.

Ia bahkan menyebut para guru sebagai golongan yang berkesempatan lebih awal masuk surga karena ilmu yang diajarkan terus mengalir pahalanya. Dengan celetukan khasnya, ia menyampaikan bahwa guru TK bisa menjadi yang pertama masuk karena menanamkan fondasi awal bagi generasi masa depan, disusul guru jenjang berikutnya.

Dalam arahannya, Ikhwan juga mengungkapkan harapan ke depan agar PWM DIY memiliki dana abadi yang produktif untuk menopang kesejahteraan guru Muhammadiyah.

“Mudah-mudahan dalam waktu ke depan akan ada dana abadi yang sedang kami rancang. Kita ingin investasi produktif yang hasilnya bisa menopang kesejahteraan guru,” jelasnya.

Ia berharap hasil pengelolaan dana tersebut dapat bersinergi dengan LAZISMU DIY sehingga cita-cita PWM DIY untuk memberikan subsidi minimal satu juta Rupiah bagi guru bisa terwujud.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama PWM DIY, LAZISMU, dan seluruh warga Muhammadiyah,” tegasnya.

Menutup arahannya, Ikhwan menyampaikan penghormatan atas ketangguhan para guru dalam mendidik generasi di tengah berbagai keterbatasan.

“Tak ada kata yang lebih tepat selain matur nuwun. Atas keteguhan Bapak Ibu dalam mengajar dan menanamkan ilmu, Allah akan menyiapkan kabar gembira di Akhirat kelak,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow