Gembleng Disiplin dan Keberanian, Diklatsar Gabungan KOKAM Bantul Tinggalkan Kesan Mendalam
BANTUL — Dua hari mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Gabungan KOKAM Kabupaten Bantul menjadi pengalaman yang tak mudah dilupakan bagi para peserta. Digelar pada 25–26 Juli 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, Diklatsar bukan sekadar menguji kekuatan fisik, tetapi juga membentuk disiplin, keberanian, solidaritas, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Sejak hari pertama, para kader ditempa melalui berbagai materi yang dirancang selaras dengan visi KOKAM sebagai organisasi yang tangguh dan sistematis dalam menjalankan misi kemanusiaan, kebencanaan, serta pelestarian lingkungan.
Salah satu sesi yang paling membekas adalah latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang dipandu jajaran Koramil Imogiri. Di bawah terik matahari, peserta dituntut sigap, kompak, dan mampu mengendalikan diri dalam setiap aba-aba.
Menutup sesi latihan, Danramil 10/Imogiri Kapten Cke Sarmin menyampaikan pesan yang langsung membekas di benak para peserta.
"PBB berguna untuk melatih kedisiplinan dan mengendalikan nafsu dalam kelompok—satu aba-aba, satu gerakan serempak. Lebih baik mandi keringat saat latihan daripada mandi darah saat berperang," katanya dengan tegas.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kedisiplinan bukan hanya soal barisan yang rapi, tetapi juga fondasi dalam menjalankan tugas kemanusiaan ketika masyarakat membutuhkan.
Meski diwarnai latihan yang serius dan penuh tantangan, suasana diklatsar tetap terasa hangat. Tawa peserta pecah berkat kehadiran seorang "maskot" diklat yang dipilih secara spontan oleh rekan-rekannya. Sosok tersebut sukses mencairkan suasana di sela-sela padatnya agenda pelatihan.
"Terima kasih Kang Teguh sudah membuat kami tersenyum. Semoga berkah untuk semua," ujar salah seorang peserta dengan nada bercanda.
Kesan paling menegangkan hadir saat agenda jurit malam. Dalam gelapnya malam, peserta menyusuri rute dari SMK Muhammadiyah 1 Imogiri melewati kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bantul yang dikenal sebagai makam Covid, melintasi area makam seniman, kemudian kembali ke titik awal melalui jalan-jalan perkampungan.
Rasa tegang semakin terasa ketika panitia menghadirkan kejutan berupa atraksi horor khas lokal di sepanjang rute. Namun, ketegangan itu justru berubah menjadi pengalaman yang mengundang tawa dan mempererat kebersamaan.
"Yang paling bikin kaget bukan juritnya, tapi 'gendruwo' dan 'pocong' buatan panitia," canda salah seorang peserta usai kegiatan.
Jurit malam tidak berhenti sebagai ajang menguji mental. Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute, panitia bersama kader langsung membersihkan area yang dilalui. Seluruh pita penanda yang dipasang selama kegiatan dilepas kembali dan dipastikan tidak ada sampah yang tertinggal.
Prinsip "Datang Bersih, Pulang Bersih" menjadi bentuk nyata kepedulian KOKAM terhadap lingkungan sekaligus implementasi pilar ekologi yang menjadi bagian dari visi organisasi.
Selain pembentukan mental dan kedisiplinan, peserta juga memperoleh latihan bela diri dasar dari pelatih Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Materi tersebut membekali kader dengan teknik dasar pertahanan diri, ketangkasan, dan ketenangan menghadapi situasi darurat.
Para pelatih menegaskan bahwa kemampuan bela diri bukan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan sebagai bekal menjaga diri, mengamankan aset-aset Persyarikatan, dan mendukung keberlangsungan dakwah Muhammadiyah.
Aspek ideologi juga menjadi perhatian utama. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul memberikan materi Kemuhammadiyahan untuk memperkuat pemahaman kader terhadap nilai-nilai perjuangan Persyarikatan. Pembekalan tersebut dilengkapi materi ke-Pemuda Muhammadiyah-an dan ke-KOKAM-an yang disampaikan langsung oleh Komandan Wilayah KOKAM DIY, sehingga peserta semakin memahami peran strategis KOKAM dalam gerakan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
Kesiapsiagaan dalam misi kemanusiaan diperkuat melalui pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang dipandu tim medis RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Selama kegiatan berlangsung, layanan kesehatan juga disiagakan oleh Tim Kesehatan dari RSU PKU Muhammadiyah Bantul, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Imogiri, serta armada AmbulanMu untuk memastikan seluruh rangkaian diklat berjalan dengan aman.
Keberhasilan Diklatsar Gabungan juga menjadi bukti kuatnya sinergi di lingkungan Persyarikatan. Dukungan mengalir dari berbagai unsur Muhammadiyah, 'Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, LAZISMU, hingga Amal Usaha Muhammadiyah yang bersama-sama memenuhi kebutuhan logistik dan konsumsi peserta selama kegiatan berlangsung.
Di penghujung acara, suasana haru menyelimuti upacara penutupan. Perwakilan peserta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pelatih, instruktur, serta para senior yang telah membimbing mereka selama dua hari penuh.
"Terima kasih kepada bapak-bapak senior, pelatih, dan komandan-komandan yang telah melatih, mendidik, dan membimbing kami. Mohon maaf apabila selama kegiatan ada tutur kata maupun perbuatan yang kurang berkenan," ujar salah seorang peserta.
Diklatsar Gabungan ini meninggalkan lebih dari sekadar pengalaman mengikuti pelatihan. Para peserta pulang membawa bekal disiplin, keberanian, kepedulian, dan semangat pengabdian yang diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan peran KOKAM sebagai garda terdepan Angkatan Muda Muhammadiyah dalam aksi kemanusiaan, kebencanaan, dan dakwah bil hal di tengah masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow