Muktamar ke-23 IPM Ditutup, Ketum Riandy Prawita: Selamat Datang Era Baru
MEDAN – Sah. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) memiliki nakhoda baru. Riandy Prawita mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum PP IPM periode 2023-2025. Riandy didampingi Jowanda Harahap sebagai Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum Alwan Akbar Jaya.
Pada Muktamar ke-23 IPM tersebut dilangsungkan pemilihan formatur PP IPM untuk periode baru. Pemilihan dilakukan melalui e-voting, dengan jumlah yang menggunakan hak pilih 907 orang, sedangkan 278 lainnya tidak memilih.
Hasil pemilihan formatur:
Jowanda Harahap – Sumatera Utara (789 suara)
Brilliant Dwi Izzulhaq – Banten (771)
Fajri Syahiddinillah – PP IPM, Jawa Barat (722)
Heni Saidah – Kalimantan Selatan (717)
Okta Arianti – Kalimantan Utara (648)
Riandy Prawita – PP IPM, Jawa Timur (646)
Alwan Akbar Jaya – PP IPM, Sulawesi Selatan (627)
Muhammad Arjalulwahid Aliyah – Sulawesi Tenggara (625)
Wulandari Ney – Gorontalo (593)
Setelah formatur melakukan rapat tertutup, mereka bersepakat mengamanahkan Riandy sebagai Ketum PP IPM bersama Jowanda sebagai Sekjen serta Alwan sebagai Bendum.
Kader IPM asal Surabaya itu menggantikan Nashir Efendi, dalam rangka membawa kapal besar IPM menuju era baru, sebagaimana tema Muktamar ke-23 ini. Muktamar IPM kali ini juga mengakomodir 30 persen keterwakilan perempuan pada hasil pemilihan formatur tersebut, sebagai kebijakan baru PP IPM 2021-2023.
“Mulai hari ini selamat datang era baru IPM. Kita akan melakukan shifting organisasi. Semoga bisa berkontribusi banyak untuk IPM, kata Riandy pada pidato perdananya.
Usai penetapan hasil dan keputusan induk, dilanjutkan Penutupan Muktamar pada hari Ahad (4 Shafar 1445 H bertepatan 20 Agustus 2023) yang dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., dan Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Agung Danarto, M.Ag., di gedung BPMP Sumatera Utara.
Agung Danarto optimis, di periode baru IPM siap mewarnai perubahan-perubahan di Indonesia karena IPM memiliki dua leader sector. Pertama, digitalisasi yang patut mengawali ini adalah era generasi muda, terutama IPM. Kedua, internasionalisasi, pelajar IPM dituntut berjiwa global yang mampu bersaing di kancah internasional.
Sedangkan Muhadjir Effendi berpesan kepada para kader IPM untuk selalu meningkatkan daya tahan dan memperbanyak keterampilan softskill.
“IPM tidak hanya merekrut pelajar Muhammadiyah, tetapi gandeng juga OSIS dan organisasi pelajar lainnya untuk berkolaborasi dan direkrut masuk IPM, tandas Muhadjir sekaligus menutup Muktamar tersebut. (*)
Wartawan: Dzikril Firmansyah
What's Your Reaction?
-
Like
-
Dislike
-
Funny
-
Angry
-
Sad
-
Wow