Fajar Riza Ul Haq Raih Public Leadership Award di UMS Alumni Award 2026

Fajar Riza Ul Haq Raih Public Leadership Award di UMS Alumni Award 2026

Smallest Font
Largest Font

SURAKARTA — Ketua Lembaga Kajian Kerja Sama Strategis Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menerima Public Leadership Award dalam ajang UMS Alumni Award 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (1/8). Penghargaan tersebut diberikan atas rekam jejak kepemimpinan, integritas, prestasi, serta kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa.

Bagi Fajar, penghargaan itu bukan sekadar pengakuan atas perjalanan kariernya, melainkan pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan kepemimpinan harus bermuara pada pengabdian kepada masyarakat.

Kembali ke UMS, menurut Fajar, memiliki makna tersendiri karena kampus tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan dirinya. Ia merupakan alumnus Fakultas Agama Islam UMS sekaligus pernah menempuh pendidikan di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran.

"Saya hadir dengan amanah sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi sesungguhnya saya sedang pulang—ke tempat yang ikut membentuk cara saya memahami pendidikan, keislaman, kemuhammadiyahan, dan Indonesia," ujar Fajar.

Ia mengatakan UMS telah memberinya ruang untuk mengembangkan pemikiran, sementara pendidikan di Shabran mengajarkan pentingnya nilai dalam membentuk karakter. Dari pengalaman tersebut, ia meyakini bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga bagaimana pengetahuan digunakan untuk memberikan manfaat.

Dalam pidatonya, Fajar menekankan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, jabatan, gelar akademik, maupun penghargaan memiliki batas waktu, sedangkan manfaat yang diberikan kepada masyarakat akan bertahan lebih lama.

"Jabatan memiliki batas waktu. Penghargaan suatu saat menjadi arsip. Gelar akademik tinggal beberapa huruf di belakang nama. Yang lebih lama tinggal adalah jejak manfaat yang kita tinggalkan pada kehidupan orang lain," katanya.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan, persaingan talenta global, hingga ketimpangan sosial. Karena itu, Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.

Menurut Fajar, alumni perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat. Alumni dapat menjembatani gagasan dengan kebijakan, ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata, serta kampus dengan pembangunan.

Ia menyebut, hingga Juni 2026, Universitas Muhammadiyah Surakarta telah meluluskan sedikitnya 181.761 alumni dari berbagai jenjang pendidikan. Jumlah tersebut dinilai menjadi modal besar bagi UMS untuk memberikan kontribusi bagi bangsa.

Fajar menilai pendidikan tidak dapat menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Keluarga, lingkungan sosial, ruang digital, hingga dunia kerja juga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda.

"Pendidikan adalah urusan semua orang, karena masa depan bangsa adalah urusan semua orang," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak Ikatan Alumni UMS mewujudkan semboyan Reconnect, Share, Together melalui kolaborasi yang nyata. Menurutnya, jejaring alumni perlu dikembangkan menjadi ekosistem yang mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

"Tantangan kita adalah mengubah jejaring menjadi ekosistem; mengubah nostalgia menjadi kolaborasi; dan mengubah kebanggaan terhadap almamater menjadi kerja bersama," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran alumni dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, di antaranya dengan menjadi mentor, membuka peluang magang, mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia profesi, berbagi pengetahuan kepada guru, serta membawa inovasi kampus ke tengah masyarakat.

"2045 bukan janji sejarah. Ia adalah hasil dari keputusan yang kita ambil hari ini. Kita harus bergerak dari alumni sebagai jaringan sosial menjadi alumni sebagai kekuatan pembangunan," ujarnya.

Selain Fajar Riza Ul Haq, UMS juga memberikan penghargaan kepada sejumlah alumni lain, di antaranya Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Puger Mulyono, aktivis pendamping anak-anak dengan HIV di Jawa Tengah.

Rektor UMS, Prof. Harun Djoko Prayitno mengatakan para penerima penghargaan menunjukkan kontribusi nyata alumni di berbagai bidang. Menurutnya, peran alumni menjadi bagian penting dalam perkembangan UMS, baik saat ini maupun di masa mendatang.

"Penerima UMS Alumni Award ini menunjukkan kiprah penting para alumni di tengah masyarakat dengan berbagai keahliannya. Peran alumni sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan UMS hari ini dan di masa depan," ujar Harun.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow