Ananto Isworo: Dakwah Muhammadiyah Menjangkau Semua Aspek Kehidupan, Termasuk Hewan
BANTUL — Dakwah Muhammadiyah tidak hanya berlangsung di masjid atau disampaikan dari atas mimbar. Dakwah harus terus berkembang dengan menjangkau berbagai ruang kehidupan masyarakat, termasuk melalui komunitas berbasis hobi, kepedulian sosial, lingkungan, hingga kesejahteraan hewan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ananto Isworo, S.Ag., dalam kegiatan Cat Care Day Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantul, Ahad (25/10).
Menurut Ananto, Muhammadiyah perlu terus melahirkan gerakan-gerakan baru setelah menyelesaikan berbagai kegiatan dakwah. Hal ini sejalan dengan upaya menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam beserta segala isinya.
“Di bumi ini bukan hanya ada manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya. Karena itu, gerakan dakwah Muhammadiyah perlu menjangkau berbagai aspek kehidupan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dakwah berbasis komunitas menjadi salah satu pendekatan untuk menjangkau masyarakat yang memiliki latar belakang, minat, dan kebutuhan beragam. Selain KucingMu, Muhammadiyah telah mengembangkan sejumlah komunitas, seperti BikersMu, JakiMu, dan GowesMu.
Ananto mencontohkan kegiatan pendampingan komunitas mualaf di kawasan Gunung Gambar, Kulon Progo yang dilakukan bersama LAZISMU DIY dan BikersMu. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pendampingan keagamaan, tetapi juga melihat potensi pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk komunitas perkebunan kopi Gunung Gambar dan peternak domba Muhammadiyah.
“Jawabannya, karena dakwah Muhammadiyah harus hadir di tengah kehidupan masyarakat dan menjawab kebutuhan yang beragam,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ananto menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang telah menginisiasi serta mendukung lahirnya KucingMu. Ia juga mengapresiasi keterlibatan dokter hewan, tenaga farmasi, peserta dari berbagai daerah, dan mitra yang turut menyukseskan Cat Care Day.
Ananto berharap KucingMu tidak berhenti sebagai komunitas berbasis hobi, tetapi berkembang menjadi gerakan yang turut meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Sebagai langkah awal, ia mengusulkan penyelenggaraan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) pada Desember mendatang atau waktu lain yang disepakati. Forum tersebut diharapkan dapat membahas kesejahteraan hewan sekaligus peluang pengembangan pelayanan kesehatan hewan dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.
Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan hewan masih perlu diperluas di kalangan warga Muhammadiyah, termasuk terkait persyaratan dan perizinan penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan hewan.
“Pengetahuan seperti inilah yang perlu kita pelajari bersama agar pengembangan KucingMu berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menilai, pengembangan KucingMu juga dapat membuka peluang kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk menghadirkan pelayanan kesehatan hewan yang profesional sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
“Kami mendorong agar suatu saat dapat berdiri klinik hewan Muhammadiyah yang memberikan pelayanan profesional sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ananto juga mengungkapkan bahwa peluang pengembangan gerakan KucingMu telah didiskusikan dalam kunjungan bersama komunitas tersebut ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam pertemuan itu, sempat muncul tawaran hibah gedung untuk dipertimbangkan menjadi klinik hewan atau hotel kucing.
Namun, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan. Ia berharap dukungan dan doa dari berbagai pihak agar peluang tersebut dapat ditindaklanjuti dan, jika memungkinkan, direalisasikan untuk mendukung perkembangan KucingMu.
Selain mengembangkan komunitas berbasis hobi, LDK PWM DIY juga mendorong dakwah yang menyentuh persoalan lingkungan dan pemberdayaan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Ananto, yang dikenal sebagai Ustaz Sampah Indonesia, selama ini menginisiasi gerakan Sedekah Sampah berbasis eco masjid sebagai bagian dari dakwah lingkungan. Ia juga mendampingi komunitas mualaf, BikersMu, JakiMu, serta kelompok masyarakat marginal, termasuk komunitas Sarkem di area Stasiun Tugu dan Marimas di kawasan Parangkusumo.
Dalam bidang lingkungan, Ananto pernah mewakili DIY menerima penghargaan Kalpataru tingkat nasional.
Menurutnya, komunitas-komunitas Muhammadiyah memiliki karakter dan fokus gerakan yang berbeda. KucingMu, misalnya, menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap kucing sekaligus kepedulian terhadap kesehatannya. Sementara itu, BikersMu dan GowesMu menghimpun masyarakat melalui minat terhadap sepeda motor dan aktivitas bersepeda.
Keberagaman tersebut menjadi peluang bagi Muhammadiyah untuk memperluas jangkauan dakwah sekaligus menghadirkan manfaat sesuai dengan kebutuhan masing-masing komunitas.
Karena itu, Ananto berharap KucingMu terus berkembang, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, dan menjadi bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang semakin luas.
“Teruslah bergerak, teruslah berkarya, dan teruslah berkemajuan dalam dakwah Muhammadiyah dan dakwah Islam,” pesannya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan kucing, baik yang dipelihara di rumah maupun yang hidup di lingkungan sekitar. Semangat tersebut selaras dengan nilai kepedulian terhadap hewan yang dikenal dalam tradisi Islam, salah satunya melalui kisah sahabat Nabi, Abu Hurairah, yang dikenal memiliki kecintaan terhadap kucing.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow