Waktunya Mewujudkan Kemandirian Dakwah Lewat Penguatan Ekonomi Muhammadiyah
YOGYAKARTA — Penguatan sektor ekonomi saat ini masif dilakukan oleh Muhammadiyah sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung keberlanjutan dakwah persyarikatan.
Hal ini disampaikan oleh Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY), Dr. Riduwan, S.E., M.Ag. dalam kultum-nya pada acara Silaturahmi dan Buka Bersama Koordinator Daerah Serikat Usaha Muhammadiyah (Korda SUMU) DIY bersama Lembaga Pengembang UMKM (LP UMKM) PWM DIY, Selasa (10/3) di Ballroom SM Tower Yogyakarta.
Dalam kultumnya yang bertema “Bersama Wujudkan Kemandirian Dakwah”, Riduwan menyampaikan bahwa Muhammadiyah saat ini semakin serius membangun kemandirian ekonomi melalui berbagai lembaga dan jaringan usaha.
Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya majelis dan lembaga yang menangani bidang ekonomi, mulai dari pengembangan UMKM hingga pengelolaan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM).
“Kalau kita lihat sekarang, bidang ekonomi di Muhammadiyah sudah mulai menjadi salah satu pilar penting. Keseriusan itu terlihat dari banyaknya lembaga yang fokus menangani pengembangan ekonomi,” ujarnya.
Riduwan menjelaskan bahwa dalam struktur organisasi Muhammadiyah terdapat pembagian peran antara lembaga yang mengelola badan usaha dan lembaga yang bertugas membina pelaku usaha. Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) yang mengelola badan usaha berfokus pada pengembangan perusahaan milik Muhammadiyah, sedangkan LP UMKM berperan sebagai fasilitator dan inkubator bisnis bagi warga Muhammadiyah.
Menurutnya, target pengembangan BUMM juga diarahkan untuk mendukung kemandirian organisasi, salah satunya melalui kontribusi terhadap pembiayaan operasional Muhammadiyah.
“Harapannya, badan usaha Muhammadiyah dapat memberikan kontribusi nyata bagi operasional organisasi sehingga dakwah bisa berjalan lebih mandiri,” jelasnya.
Sementara itu, LP UMKM dan jaringan usaha seperti SUMU diharapkan mampu mendorong para pelaku usaha Muhammadiyah untuk naik kelas melalui peningkatan kapasitas bisnis, jejaring, dan kolaborasi.
Riduwan juga menyoroti pentingnya membangun pasar yang lebih luas bagi produk-produk warga Muhammadiyah. Ia mengingatkan agar para pelaku usaha tidak hanya bergantung pada pasar internal Muhammadiyah, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kalau bisnis ingin berkembang, jangan hanya berharap pada pasar Muhammadiyah saja. Produk kita harus mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah produk sangat ditentukan oleh kemampuannya menjawab kebutuhan pasar. Banyak pelaku usaha, menurutnya, sering terjebak pada produksi tanpa memahami kebutuhan pasar secara mendalam.
“Kita sering pintar membuat produk, tetapi belum tentu bisa menjualnya. Karena itu, penting untuk memahami kebutuhan pasar dan memastikan produk kita memiliki keunggulan dibanding yang lain,” ungkapnya.
Riduwan juga mengajak para pelaku usaha Muhammadiyah untuk memanfaatkan potensi aset yang dimiliki persyarikatan secara lebih produktif, termasuk tanah wakaf dan berbagai aset lainnya. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, aset tersebut dapat menjadi sumber penguatan ekonomi umat sekaligus mendukung dakwah Muhammadiyah.
Ia mencontohkan pemanfaatan tanah wakaf yang sebelumnya kurang produktif, kemudian dikembangkan melalui kerja sama bisnis sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi organisasi.
“Banyak aset Muhammadiyah yang sebenarnya memiliki potensi besar. Jika dikelola secara produktif, aset-aset tersebut bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi sekaligus mendukung dakwah,” katanya.
Di akhir kultumnya, Riduwan mengajak seluruh pengusaha Muhammadiyah untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas produk, serta menghadirkan usaha yang tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
“Produk yang berhasil adalah produk yang mampu memberi solusi dan memiliki keunggulan. Kalau itu kita lakukan bersama, insya Allah ekonomi Muhammadiyah akan semakin kuat dan mampu menopang kemandirian dakwah,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow