Tiga Hari Penuh Cerita, Muhammadiyah Sleman Expo #1 Berakhir Meriah

Tiga Hari Penuh Cerita, Muhammadiyah Sleman Expo #1 Berakhir Meriah

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Riuh tepuk tangan, senyum lega, dan wajah-wajah penuh harap menutup gelaran perdana Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) 2026 di Sleman City Hall, Ahad (11/1) malam. Selama tiga hari sejak dibuka pada Jumat (9/1), expo ini bukan hanya menjadi ajang pamer potensi, tetapi juga ruang temu ribuan warga yang datang dengan cerita, doa, dan kebanggaan yang sama: Muhammadiyah milik bersama.

Puluhan ribu pengunjung tumpah ruah menyusuri stan pameran, menyaksikan pentas seni, mengikuti lomba, hingga sekadar bernostalgia dengan permainan tradisional. Data panitia mencatat, sebanyak 36.750 orang mengunjungi area MSE #1, menjadikannya salah satu perhelatan warga Muhammadiyah terbesar di Sleman pada awal 2026.

Ketua Panitia MSE #1, Eko Sumardiyanto, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang melampaui ekspektasi. Sebanyak 52 stan dari berbagai unit usaha dan amal usaha Muhammadiyah turut ambil bagian, menghadirkan wajah kemandirian ekonomi persyarikatan yang nyata dan membumi.

“Tabligh Akbar dihadiri sekitar 1.500 jamaah dan berhasil menghimpun dana Rp350 juta. Sarasehan pendidikan diikuti 350 peserta, lomba mewarnai melibatkan 350 anak, dan puncaknya senam bahagia yang diikuti sekitar 20 ribu orang,” papar Eko. Baginya, angka-angka itu bukan sekadar statistik, melainkan tanda kepercayaan dan kebersamaan warga.

Di tengah kemeriahan, Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., mengingatkan bahwa MSE bukan panggung kesombongan, melainkan sarana dakwah melalui penampilan potensi. Mengutip Surat Al-A’la ayat 15, ia mengajak warga Muhammadiyah menjaga kebersihan hati dalam setiap ikhtiar.

“Pameran ini bukan untuk pamer, tetapi untuk menunjukkan bahwa Muhammadiyah punya kekuatan besar jika dijalankan dengan keikhlasan. Mari hidup-hidupi Muhammadiyah dengan bangga menggunakan layanan sendiri,” ujarnya, seraya mencontohkan pemanfaatan KBIHU Aisyiyah dan layanan umrah Surya Citra Madani (SCM).

Apresiasi juga datang dari Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., yang menilai MSE #1 sebagai wujud nyata peran Muhammadiyah dalam menggerakkan ekonomi lokal. Ia berharap semangat menggunakan produk dan layanan masyarakat sendiri terus tumbuh dan menginspirasi kelompok lain.

Suasana penutupan semakin menegangkan saat panitia memutar spinner digital untuk pengundian hadiah. Ketika nama Sri Mularsih disebut sebagai peraih hadiah utama berupa paket umrah gratis, sorak sorai pecah, disusul haru yang menyelimuti arena. Malam itu, MSE #1 bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengantarkan doa seseorang menuju Tanah Suci.

Selain hadiah utama, panitia juga mengundi doorprize sepeda listrik yang diraih Syauqillah, serta sepeda gunung yang dimenangkan Miftakhul Furqon dan Arif Nurrahman dari BTM Surya PDM Sleman.

Sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan inovasi, PDM Sleman turut memberikan penghargaan kepada peserta pameran terbaik. PCM Sleman, PCM Gamping, dan PCM Kalasan dinobatkan sebagai Cabang Unggulan. Sementara itu, penghargaan Stan Favorit diberikan kepada PCM Prambanan, PCM Mlati, BTM Surya PDM, MBS Prambanan, dan SD Muhammadiyah Mantaran. Kategori AUM Inovatif diraih SMK Muhammadiyah 2 Sleman, SMP Muhammadiyah 3 Depok, serta SD Muhammadiyah Condongcatur.

Acara ditutup dengan pemutaran video dokumenter perjalanan MSE #1, sebuah kilas balik yang merangkum kerja kolektif, tawa anak-anak, langkah pelaku usaha, hingga doa-doa yang terangkai selama expo berlangsung. Dari Sleman City Hall, Muhammadiyah Sleman menegaskan langkah awalnya di 2026: membangun kemandirian ekonomi dan dakwah komunitas dengan wajah yang hangat, inklusif, dan penuh harapan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow