Ridwan Furqoni: Merawat Kucing Bagian dari Ibadah dan Tugas Kader Muhammadiyah

Ridwan Furqoni: Merawat Kucing Bagian dari Ibadah dan Tugas Kader Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Ridwan Furqoni, mengajak warga Muhammadiyah memandang kepedulian terhadap hewan sebagai bagian dari ibadah dan wujud pelaksanaan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Hal itu disampaikannya saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Kucing dan Peluncuran Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) di Masjid Haiban Hadjid PWM DIY, Ahad (5/7).

Ridwan mengatakan, Muhammadiyah memiliki ruang gerak yang sangat luas dalam membangun kemaslahatan masyarakat. Menurutnya, Muhammadiyah sudah seperti negara, karena hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat diurus agar dapat menjadi ladang dakwah selama dilandasi niat beribadah kepada Allah dan memberikan manfaat bagi sesama.

"Kalau negara bekerja karena amanat konstitusi, Muhammadiyah bergerak karena perintah agama. Apa pun yang dilakukan diniatkan sebagai ibadah kepada Allah dan ikhtiar berbuat baik kepada sesama," ujarnya.

Manusia memiliki dua tugas utama, yakni sebagai hamba Allah dan sebagai khalifah di muka bumi. Dalam menjalankan peran sebagai khalifah, umat Islam dituntut menjaga seluruh ciptaan Allah, termasuk memperlakukan hewan dengan baik.

Ia menilai, lahirnya Komunitas Kucing Muhammadiyah merupakan langkah yang unik sekaligus relevan dalam memperluas dakwah Islam Berkemajuan. Kepedulian terhadap kesejahteraan hewan, katanya, sejatinya memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam.

"Banyak ajaran Islam yang berbicara tentang akhlak kepada hewan. Misalnya saat penyembelihan hewan kurban dianjurkan menggunakan pisau yang tajam agar tidak menyiksa. Ada pula kisah seorang perempuan yang diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan," jelasnya.

Ia menambahkan, sekecil apa pun makhluk hidup memiliki kedudukan di hadapan Allah. Karena itu, manusia tidak boleh berlaku semena-mena terhadap hewan.

"Bisa jadi semut yang kita lihat sedang bertasbih kepada Allah. Ketika kita menolong makhluk hidup, siapa tahu itu hewan itu bersaksi di akhirat lalu membuat kita diampuni seluruh dosa oleh Allah dan masuk Surga," katanya.

Ridwan juga mengingatkan bahwa banyak hadis Nabi Muhammad ﷺ yang menunjukkan pentingnya memperlakukan kucing dengan baik. Dalam riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i disebutkan bahwa kucing merupakan hewan yang tidak najis sehingga keberadaannya tidak menghalangi seseorang untuk beribadah.

Sementara itu, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dikisahkan seorang perempuan diazab karena mengurung seekor kucing hingga mati. Perempuan tersebut tidak memberinya makan dan minum serta tidak membiarkannya mencari makan sendiri.

Ia juga menyinggung sosok sahabat Nabi Muhammad ﷺ, Abu Hurairah, yang dikenal sangat menyayangi kucing hingga mendapat julukan "Bapak Kucing".

Menutup tausiyahnya, Ridwan menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Komunitas Kucing Muhammadiyah. Ia berharap komunitas tersebut menjadi sarana menumbuhkan kepedulian warga Muhammadiyah dan umat Islam terhadap seluruh makhluk ciptaan Allah sekaligus menginspirasi lahirnya komunitas-komunitas dakwah lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Semoga KucingMu menjadi bagian dari dakwah yang menghadirkan kasih sayang kepada seluruh makhluk serta memperkuat semangat Islam sebagai rahmatan lil 'alamin," pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow