PWM DIY Bentuk LPEK, Pariwisata Muhammadiyah Siap Dikelola Profesional

PWM DIY Bentuk LPEK, Pariwisata Muhammadiyah Siap Dikelola Profesional

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Potensi pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di lingkungan Muhammadiyah dinilai perlu dikelola secara lebih profesional sebagai bagian dari dakwah berkemajuan. Gagasan tersebut mengemuka dalam rapat pleno khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) yang sekaligus menerima audiensi Lembaga Pengembangan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Ruang Rapat Gedung Muhammadiyah DIY, Selasa (7/7).

Dalam pertemuan tersebut, PWM DIY memutuskan untuk membentuk LPEK PWM DIY sebagai lembaga pembantu pimpinan yang secara khusus menangani pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Wakil Ketua PWM DIY, Ir. H. Azman Latief, menyambut baik masukan dari jajaran LPEK PP Muhammadiyah terkait pentingnya menghadirkan lembaga yang fokus mengembangkan potensi parekraf di lingkungan Muhammadiyah. Ia kemudian mengamanahkan Dr. H. Riduwan, S.E., M.Ag. untuk segera menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang tersebut.

"Insya Allah akan segera kami siapkan kader-kader muda profesional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengisi LPEK PWM DIY," ujar Riduwan yang juga menjabat sebagai Bendahara PWM DIY.

Ketua LPEK PP Muhammadiyah, H. Warsangka, S.Si., menegaskan bahwa pariwisata tidak semestinya dipahami hanya sebagai aktivitas rekreasi. Menurutnya, pariwisata juga dapat menjadi sarana membangun keimanan, menghadirkan ketenangan jiwa, serta mendekatkan manusia kepada Allah SWT.

Ia berharap kehadiran LPEK di Muhammadiyah mampu menghadirkan nilai tambah dalam industri pariwisata melalui pendekatan dakwah yang menumbuhkan kebahagiaan, ketakwaan, dan kemakmuran masyarakat.

"Dakwah melalui pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki makna yang sangat luas. Ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah menghadirkan dakwah yang berkemajuan sekaligus memakmurkan umat," katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris LPEK PP Muhammadiyah, Ghifari Yuristiadhi, M.Mak., menjelaskan bahwa pembentukan LPEK di tingkat wilayah menjadi salah satu program strategis menjelang Muktamar ke-49 Muhammadiyah mendatang. Ditargetkan, sedikitnya sepuluh LPEK tingkat provinsi telah terbentuk sebelum Muktamar, dengan DIY menjadi wilayah pertama.

Menurutnya, DIY dipilih sebagai pelopor karena memiliki potensi besar sebagai kota wisata dan pusat ekonomi kreatif yang membutuhkan pengelolaan profesional, berkelanjutan, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

"Bisnis pariwisata tidak akan pernah berhenti selama manusia masih membutuhkan healing dan mencari kebahagiaan. Karena itu, sektor ini harus dikelola secara serius," ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif LPEK PP Muhammadiyah, H. Taufik Ridwan. Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam pengembangan teknologi informasi dan berbagai aplikasi kreatif menjadi peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat dakwah Muhammadiyah di era digital.

Menurutnya, penguasaan teknologi akan menjadi faktor penentu daya saing di masa depan. Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif berbasis inovasi perlu terus didorong agar seluruh produk dan karya yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi media dakwah yang menghadirkan kehidupan beragama yang lebih menyenangkan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow