Perkuat Tata Kelola BUMM, MEBP PWM DIY Gelar FGD Penyusunan Business Plan
YOGYAKARTA — Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk penguatan tata kelola Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM), Sabtu (7/3), di Ruang Rapat PT BUHARUM Lantai 2 Masjid Haiban Hadjid Komplek Gedung Muhammadiyah DIY.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program FGD yang digagas MEBP PWM DIY untuk memperkuat pengelolaan korporasi di lingkungan Muhammadiyah secara lebih profesional. Melalui forum ini, diharapkan terjadi optimalisasi sumber daya, penggarapan pasar yang lebih kompetitif, serta terbangunnya sinergi antar-BUMM di lingkungan Muhammadiyah DIY.
Ketua MEBP PWM DIY, Taufiqurrakhman, S.E., M.A., menjelaskan bahwa FGD kali ini difokuskan pada pembahasan penyusunan business plan serta standar operasional prosedur (SOP) bagi perusahaan-perusahaan yang berada di bawah koordinasi majelis.
“Kita mengundang seluruh direktur perusahaan di bawah MEBP PWM DIY, termasuk dari PDM se-DIY serta unit usaha seperti BUEKA dan BUHARUM. Forum ini membahas bagaimana menyusun business plan perusahaan di bawah subholding secara lebih sistematis,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan tata kelola menjadi hal penting agar perusahaan-perusahaan Muhammadiyah mampu berkembang dan naik kelas melalui evaluasi yang berkelanjutan.
“Kita ingin semua perusahaan di bawah PWM DIY memiliki perhatian serius terhadap tata kelola yang baik. Dengan evaluasi yang intens, kita berharap perusahaan-perusahaan ini bisa level up dan berkembang lebih kuat,” kata Taufiqurrakhman.
Menurutnya, dinamika dan berbagai tantangan bisnis yang muncul dapat dihadapi secara bersama melalui forum diskusi seperti ini, sekaligus menjadi ruang saling memberi masukan antar-pengelola BUMM.
Pada sesi materi, Kepala Perwakilan NielsenIQ Yogyakarta, Muzaqi Al Amin, memaparkan pentingnya penyusunan business plan sebagai dokumen strategis yang merinci tujuan operasional dan finansial sebuah usaha.
Menurutnya, business plan yang baik setidaknya memuat beberapa unsur utama, di antaranya ringkasan eksekutif, deskripsi perusahaan, struktur organisasi, analisis pasar, hingga rencana operasional.
Selain itu, strategi pemasaran dan promosi juga menjadi bagian penting untuk memastikan produk atau layanan yang ditawarkan mampu menjangkau target pasar secara efektif.
“Perencanaan bisnis juga perlu dilengkapi dengan proyeksi keuangan yang jelas, mulai dari estimasi pendapatan, analisis titik impas (break-even point), proyeksi arus kas, hingga target laba rugi,” jelasnya.
Dalam paparannya, Muzaqi juga menekankan pentingnya pemanfaatan database konsumen sebagai aset strategis dalam pengembangan bisnis. Data pelanggan yang lengkap dapat membantu pelaku usaha memahami pola pembelian, menyusun promosi yang lebih tepat sasaran, hingga meningkatkan konversi penjualan.
Selain itu, strategi promosi yang efektif juga perlu memanfaatkan momentum tertentu, seperti menjelang Lebaran atau tahun ajaran baru, yang kerap menjadi periode lonjakan permintaan di pasar.
“Promosi harus dirancang sebagai pemicu peningkatan omset, bukan sekadar aktivitas pemasaran biasa,” ujarnya.
Di sisi lain, perencanaan keuangan yang matang menjadi fondasi penting dalam menjalankan usaha, mulai dari perhitungan kebutuhan modal, skema pendanaan, hingga proyeksi keuntungan bagi para pihak yang terlibat.
FGD ini sekaligus menjadi momentum silaturahmi bagi para pengelola BUMM di DIY. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung hangat, diiringi sajian berbagai hidangan lokal yang menggugah selera, salah satunya tengkleng yang menjadi favorit para anggota MEBP PWM DIY.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow