Pengajian Ramadan PDA Kota Yogya Teguhkan Dakwah ‘Aisyiyah Berbasis Kesalehan Ekologis

Pengajian Ramadan PDA Kota Yogya Teguhkan Dakwah ‘Aisyiyah Berbasis Kesalehan Ekologis

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta menggelar Pengajian Ramadan 1447 Hijriah bertema “Gerakan Dakwah ‘Aisyiyah Menjaga Kesalehan Ekologis” pada Sabtu (14/3) di Auditorium Lantai 4 Universitas Ahmad Dahlan Kampus 2. Kegiatan ini diikuti jamaah dari berbagai unsur Pimpinan Cabang dan Ranting ‘Aisyiyah se-Kota Yogyakarta.

Acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Ayuk Novian Putri, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars ‘Aisyiyah. Suasana pengajian berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan.

Ketua PDA Kota Yogyakarta, Hj. Rowiyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian Ramadan menjadi ruang strategis untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.

“Pengajian Ramadan ini menjadi ruang refleksi bahwa menjaga lingkungan hidup merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan kita bersama,” ujarnya.

Pengajian dipandu oleh moderator Feni Dwi Handayani dengan menghadirkan dua narasumber dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

Narasumber pertama, Lailatis Syarifah, menyampaikan materi “Membangun Lingkungan Berkeadaban”. Ia menyoroti krisis lingkungan global seperti kerusakan tanah, pencemaran air, dan perubahan iklim yang menuntut kesadaran kolektif manusia.

Menurutnya, dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah karena manusia berperan sebagai khalifah di bumi.

“Menjaga lingkungan hidup bukan sekadar urusan sosial, tetapi bagian dari ibadah. Manusia memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga keseimbangan alam,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa krisis ekologis saat ini tidak lepas dari kelalaian manusia dalam menjalankan amanah tersebut, sehingga kesalehan ekologis harus menjadi bagian dari kesalehan seorang Muslim.

Sementara itu, narasumber kedua, Hening Parlan, mengangkat tema “EcoJihad: Merawat Bumi Menjaga Kesalehan Ekologi dengan Aksi Berdampak”. Ia menjelaskan bahwa gerakan lingkungan di ‘Aisyiyah diwujudkan melalui berbagai program seperti Green ‘Aisyiyah.

Program tersebut meliputi penanaman pohon, pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penguatan sekolah ramah lingkungan, hingga pengembangan energi bersih di Amal Usaha Muhammadiyah.

“EcoJihad adalah ajakan untuk bersungguh-sungguh merawat bumi. Ini adalah jihad melawan kerusakan lingkungan melalui aksi nyata,” jelasnya.

Hening juga menekankan peran strategis perempuan dalam gerakan pelestarian lingkungan, mulai dari lingkup keluarga hingga komunitas.

“Perempuan dapat menjadi motor penggerak perubahan menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, peserta berbagi pengalaman terkait gerakan lingkungan di tingkat cabang dan komunitas. Kolaborasi lintas majelis dinilai penting agar gerakan ekologis ‘Aisyiyah semakin luas dan berdampak.

Menutup kegiatan, Hening Parlan menegaskan bahwa kekuatan iman harus tercermin dalam kepedulian terhadap bumi.

“Merawat bumi berarti menjaga kehidupan, dan itu adalah bagian dari amanah Allah kepada manusia,” pungkasnya.

Pengajian ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa dakwah ‘Aisyiyah tidak hanya berfokus pada penguatan spiritualitas, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow