Peduli Guru, LAZISMU DIY Salurkan Zakat Fitrimu dan Kado Ramadan untuk Guru Muhammadiyah se-DIY

Peduli Guru, LAZISMU DIY Salurkan Zakat Fitrimu dan Kado Ramadan untuk Guru Muhammadiyah se-DIY

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Komitmen kepedulian terhadap guru Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terus diteguhkan melalui program Peduli Guru dengan Zakat Fitrimu yang diinisiasi LAZISMU DIY genap berjalan satu tahun. Momentum itu ditandai dengan kegiatan pendampingan program dan penyaluran Kado Ramadan yang digelar pada Jumat (27/2) di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, diikuti 95 guru Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua LAZISMU DIY, Jefree Fahana, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa LAZISMU merupakan satu-satunya lembaga amil zakat, infak, dan sedekah resmi di lingkungan Muhammadiyah yang menjalankan tata kelola sesuai undang-undang zakat, keputusan Menteri Agama, serta regulasi turunannya.

“Program Peduli Guru ini adalah amanah Rakerwil tahun lalu. Kami bertekad memberikan bantuan finansial rutin setiap bulan kepada 500 guru di DIY, masing-masing sebesar Rp200 ribu,” ujarnya.

Jefree mengungkapkan, berdasarkan data TK, SD, SMP, hingga SMA Muhammadiyah di DIY, terdapat lebih dari 1.800 guru yang menerima gaji di bawah Rp500 ribu per bulan. Kondisi ini menjadi keprihatinan bersama.

“Harapannya tentu idealnya tambahan insentif bisa mencapai minimal satu juta rupiah. Namun kami menyadari, capaian hari ini masih jauh dari harapan. Untuk itu, kami memohon maaf atas segala keterbatasan,” ungkapnya.

Meski demikian, ia bersyukur program yang baru berjalan setahun ini mendapat dukungan luar biasa dari berbagai pihak, termasuk amal usaha Muhammadiyah yang menitipkan zakat fitri melalui LAZISMU.

Program Peduli Guru didukung melalui skema Zakat Fitrimu Berdayakan Umat. Berdasarkan keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah bersama Dewan Syariah LAZISMU, zakat fitri dapat dikelola pemanfaatannya selama satu tahun. Dana yang dititipkan dalam bentuk beras maupun uang kemudian direalisasikan untuk insentif guru secara rutin setiap bulan.

“Alhamdulillah, zakat fitri yang dititipkan melalui LAZISMU bisa terealisasi untuk mendukung kesejahteraan guru. Ini bentuk gotong royong umat untuk pendidikan Muhammadiyah,” jelasnya.

Selain Peduli Guru, LAZISMU DIY juga menjalankan berbagai program lain di bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Di antaranya pemberdayaan UMKM, layanan kesehatan melalui mobil keliling, hingga program Kampung Berkemajuan di Nanggulan yang berhasil melakukan diversifikasi produk olahan batang dan bonggol pisang menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Di sektor pendidikan, terdapat pula Beasiswa Sang Surya dan Beasiswa Mentari yang menyasar siswa dan mahasiswa kurang mampu.

Dalam kesempatan tersebut, Jefree menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah atas dedikasi mereka.

“Pengorbanan Bapak dan Ibu guru dalam mendidik generasi adalah amal jariyah. Ilmu yang ditanamkan akan terus mengalir pahalanya. Kami hanya bisa berikhtiar membantu semampu kami,” tuturnya.

Ke depan, LAZISMU DIY akan melakukan pendataan ulang penerima manfaat untuk memastikan program tepat sasaran, termasuk mengakomodasi dinamika guru yang telah lulus seleksi PPPK atau mengalami perubahan domisili.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow