Muhammadiyah Dorong Pendampingan Lansia secara Menyeluruh

Muhammadiyah Dorong Pendampingan Lansia secara Menyeluruh

Smallest Font
Largest Font

SURABAYA — Perhatian terhadap kelompok lanjut usia (lansia) tidak cukup hanya berfokus pada kesehatan fisik. Pendampingan mental, sosial, dan spiritual juga diperlukan agar lansia dapat menjalani kehidupan dengan kualitas yang baik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman dalam Pengajian Tarjih edisi spesial rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Rabu (4/11).

Agus menjelaskan, proses penuaan merupakan bagian dari perjalanan biologis yang menyebabkan penurunan kemampuan tubuh secara bertahap. Perubahan tersebut dapat memengaruhi kekuatan fisik, daya tahan tubuh, hingga fungsi organ sehingga lansia lebih rentan mengalami berbagai penyakit.

Beberapa penyakit yang banyak dialami kelompok lansia antara lain hipertensi, diabetes, gangguan otot dan sendi, penyakit jantung, stroke, gangguan penglihatan dan pendengaran, penyakit paru, demensia, serta gagal ginjal.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya mengendalikan faktor risiko penyakit sejak dini. Pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula perlu dilakukan secara rutin. Selain itu, pola makan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan pengelolaan emosi juga perlu diperhatikan.

Agus secara khusus menyoroti hipertensi yang tidak terkendali karena dapat meningkatkan risiko stroke dan komplikasi pada organ lain. Ia juga mengingatkan pentingnya mengelola kemarahan dan emosi negatif yang dapat berdampak terhadap kesehatan.

Dalam hal pemenuhan kebutuhan makanan, Agus mengaitkan upaya menjaga kesehatan dengan prinsip halalan thayyiban. Menurutnya, halal berkaitan dengan ketentuan syariat, sedangkan thayyib berkaitan dengan kebaikan dan manfaat makanan bagi tubuh.

Ia mencontohkan, makanan yang secara syariat diperbolehkan belum tentu sesuai dikonsumsi oleh semua orang. Penderita diabetes, misalnya, perlu membatasi konsumsi gula. Sementara itu, penderita gangguan ginjal perlu memperhatikan jenis dan jumlah makanan sesuai kondisi medisnya.

“Halal itu secara ilmu agama jelas. Thayyib nanti harus ilmu pengetahuan yang menjelaskan,” terangnya.

Selain kesehatan fisik, Agus menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial lansia. Kegiatan seperti berkumpul, mengikuti pengajian, berjamaah, dan terlibat dalam organisasi dapat menjadi ruang bagi lansia untuk tetap berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Menurutnya, kondisi fisik yang terlihat sehat belum tentu mencerminkan kesejahteraan mental dan sosial seseorang. Lansia yang jarang berinteraksi dengan keluarga maupun masyarakat berisiko mengalami kesepian dan gangguan psikologis.

Oleh karena itu, keluarga dan masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan lansia. Perhatian kepada orang tua yang telah memasuki usia lanjut perlu diwujudkan melalui pelayanan dan pendampingan yang baik.

Dalam konteks tersebut, Agus turut menyinggung pengembangan program Muhammadiyah Senior Care yang digerakkan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah. Program ini menjadi salah satu upaya Muhammadiyah dalam mengembangkan pelayanan bagi kelompok lanjut usia.

Ia menjelaskan, pendekatan senior care diharapkan tetap menjaga hubungan lansia dengan keluarga dan lingkungan sosialnya. Menurutnya, orang tua yang memasuki usia lanjut tidak seharusnya langsung dipisahkan dari kehidupan keluarga.

“Semangat kita jangan sampai orang tua itu tercerabut dari akar keluarga. Kecuali memang dia tidak punya siapa pun, maka Muhammadiyah tetap punya tanggung jawab,” jelasnya.

Agus juga mengapresiasi inisiatif sejumlah organisasi Aisyiyah yang mengembangkan pesantren dan sekolah lansia. Melalui kegiatan tersebut, para lansia memiliki kesempatan untuk terus belajar, berinteraksi, menjaga kesehatan, sekaligus mempersiapkan kehidupan spiritual.

Salah satu materi yang diperkenalkan adalah psikologi kematian atau persiapan menghadapi kematian. Materi ini diarahkan untuk membangun kesiapan spiritual lansia agar dapat menyambut akhir kehidupan dengan keimanan dan harapan memperoleh husnul khatimah.

Agus menegaskan bahwa memuliakan orang tua merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Kesempatan merawat orang tua yang telah lanjut usia, menurutnya, perlu dipandang sebagai jalan untuk melakukan kebaikan dan memperoleh pahala.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow