ChatHPT Resmi Diluncurkan, Masyarakat Kini Lebih Mudah Mengakses Produk Keilmuan Tarjih
SURABAYA — Muhammadiyah resmi meluncurkan ChatHPT, asisten kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengakses putusan, fatwa, dan khazanah keilmuan Majelis Tarjih dan Tajdid. Peluncuran berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (5/11).
Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ustadi Hamsah, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Sukadiono, serta Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Mundakir.
ChatHPT dikembangkan sebagai sarana digital untuk membantu pengguna menemukan dan memahami berbagai produk keilmuan Tarjih. Melalui layanan ini, kader Muhammadiyah maupun masyarakat umum dapat mengajukan pertanyaan seputar persoalan keagamaan dan memperoleh jawaban yang merujuk pada dokumen resmi Majelis Tarjih.
Setiap jawaban dilengkapi sumber rujukan sehingga pengguna dapat menelusuri dokumen yang menjadi dasar penjelasan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses khazanah keilmuan Tarjih melalui percakapan digital tanpa harus menelusuri seluruh dokumen secara manual.
Peluncuran ChatHPT merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperluas akses terhadap produk keilmuan Persyarikatan. Layanan ini diharapkan dapat membantu warga Muhammadiyah, akademisi, mubaligh, dan masyarakat umum memperoleh informasi keagamaan yang bersumber dari dokumen Tarjih.
Meski menggunakan teknologi kecerdasan buatan, ChatHPT ditempatkan sebagai alat bantu untuk mengakses dan memahami rujukan keagamaan, bukan sebagai pihak yang menetapkan fatwa. Kewenangan dalam penetapan fatwa dan keputusan keagamaan tetap berada pada Majelis Tarjih dan otoritas keilmuan yang berwenang.
Melalui peluncuran ini, Muhammadiyah memperkenalkan pendekatan baru dalam mengakses dan mempelajari produk keilmuan Tarjih melalui teknologi digital.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow