Monev MTK PWA DIY ke Kampung Muallaf Semin Perkuat Tabligh Komunitas yang Berdaya
GUNUNGKIDUL — Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat dakwah berbasis komunitas. Salah satunya melalui monitoring dan evaluasi (monev) tabligh komunitas di Kampung Muallaf Ngentak, Tandansari, Candirejo, Semin, Gunungkidul.
Agenda tersebut berlangsung pada Ahad (13/9) sebagai bagian dari rangkaian monev tabligh komunitas yang dilaksanakan MTK PWA DIY di masing-masing Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-DIY selama September-Oktober 2026.
Kampung Muallaf ini merupakan komunitas binaan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Candirejo, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Semin, dan PDA Gunungkidul. Masyarakat sekitar juga kerap menyebutnya sebagai Kampung Minoritas karena sebagian besar masyarakat di wilayah sekitarnya masih beragama Buddha.
Kegiatan monev dipusatkan di Masjid Fathurrohman, Dusun Ngentak. Masjid tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas keagamaan komunitas Kampung Muallaf.
Ketua dan Wakil Ketua Komunitas Kampung Muallaf, Hj. Sujiyati, S.Ag., M.Pd. dan Hj. Siti Nurchayati, S.Ag., M.A., menuturkan bahwa Masjid Fathurrohman pada awal berdirinya hanya berukuran 4 x 4 meter. Seiring bertambahnya jumlah jamaah, pada 2014 masjid diperluas menjadi 8 x 8 meter. Bangunan yang digunakan saat ini merupakan hasil renovasi pada 2022 dan mampu menampung lebih dari 200 jamaah.
Monev tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Tabligh Akbar dan Pembinaan Umat yang diisi Ketua MTK PWA DIY, Dra. Hj. Hasta Dewi. Kegiatan dihadiri jajaran MTK PWA DIY, PDA Gunungkidul, PCA dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Semin, PRA dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Candirejo, kepala dukuh, ketua RT/RW setempat, serta jamaah Komunitas Kampung Muallaf Ngentak, Tandansari, Candirejo.
Ketua Takmir Masjid Fathurrohman, Nur Adiman, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Tabligh Akbar di Kampung Muallaf Ngentak.
“Bersama semua jamaah semakin bertambah syukurnya karena mendapat kunjungan dari ‘Aisyiyah DIY. Insya Allah menambah semangat, semakin mengokohkan iman dan menguatkan persaudaraan,” ungkapnya.
Sementara itu, sambutan PDA Gunungkidul dan PCA Semin disampaikan Ketua MTK PDA Gunungkidul, Hj. Siti Suwaibah, M.Pd. Ia bersyukur karena Tabligh Akbar sekaligus monev dari PWA DIY dapat terlaksana dan mendapat sambutan antusias dari jamaah.
“Meski bersamaan dengan agenda kegiatan ‘Aisyiyah di Saptosari dan Tanjungsari, para pimpinan banyak yang hadir dan jamaah semakin melimpah,” ujarnya.
Suwaibah mengajak jamaah memanfaatkan pertemuan tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjaga kebersamaan.
“Mari kita gunakan waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah ﷻ, tetap istiqamah menjaga kebersamaan untuk mempererat ukhuwah di antara kita semua, menjadi sangu (bekal) kita sowan kepada Allah ﷻ meraih husnul khatimah,” pesannya.
Dalam Tabligh Akbar dan Pembinaan Iman, Hasta Dewi mengangkat tema “Kuatkan Iman dan Pererat Persaudaraan Menuju Ridho Ilahi.”
Hasta mengapresiasi terbentuknya Komunitas Kampung Muallaf. Ia mengajak jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah ﷻ, bukan hanya melalui hati dan lisan, tetapi juga dengan tindakan nyata melalui amal saleh.
“Hari ini kita ‘ngaji’, menghadirkan diri kita agar aji di mata Allah ﷻ dan juga manusia, dengan upaya menambah ilmu, iman, dan semangat meraih ridho Allah. Dengan ngaji di ‘Aisyiyah akan tambah ilmunya dan tambah bahagia. Tidak sebaliknya, ngobrol sendiri, tidak jadi ngaji, tidak tambah aji,” ajaknya.
Hasta juga menekankan pentingnya memahami landasan iman melalui Al-Qur’an dan hadis sebagai dasar dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, pemahaman keagamaan yang memiliki landasan akan membuat umat tidak sekadar mengikuti sesuatu tanpa dasar.
Ia mendorong jamaah agar ilmu yang diperoleh dalam pengajian tidak berhenti pada diri sendiri. Ilmu tersebut perlu ditularkan kepada keluarga dan tetangga serta diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
“Kalau dapat ilmu selanjutnya ditularkan pada keluarga, tetangga, terus dipraktikkan. Kalau teman tidak bisa berangkat ngaji, nanti kalau ketemu bisa diceritakan. Di lain waktu bisa diajak bersama ngaji. Itu akan menjadikan iman semakin kuat dan persaudaraan semakin erat,” tambahnya.
Selain membahas makna iman dan unsur-unsurnya, Hasta juga mengupas pentingnya persaudaraan, faktor-faktor yang dapat memperkuatnya, serta berbagai tantangan yang dihadapi umat pada zaman sekarang.
Pada penghujung kegiatan, dilakukan sharing bersama antara MTK PWA DIY, PDA Gunungkidul, PCA Semin, PRA Candirejo, dan pengurus Komunitas Kampung Muallaf. Sharing tersebut menjadi bagian penting dari monev untuk memetakan sekaligus memperkuat program kegiatan komunitas ke depan.
Penguatan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus dan peningkatan kualitas jamaah, bukan hanya dari sisi jumlah, tetapi juga pemahaman, pengamalan, dan keberdayaannya.
Upaya tersebut sejalan dengan spirit dakwah pencerahan yang membebaskan, memberdayakan, dan memajukan. Karena itu, penguatan tabligh komunitas dinilai membutuhkan dukungan dari seluruh level pimpinan ‘Aisyiyah agar gerak dakwah semakin kuat, berdaya, dan meluas.
Melalui komunitas seperti Kampung Muallaf Ngentak, dakwah diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi kekuatan yang mampu menumbuhkan kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan menularkan kebaikan ke wilayah lainnya.
Monev tabligh komunitas MTK PWA DIY berlanjut pada Sabtu (19/9) di PDA Bantul, bertempat di DCLA (Day Care Lansia ‘Aisyiyah). Kemudian, monev berikutnya dilaksanakan pada Rabu (30/9) di Komunitas Muallaf PCA Turi, PDA Sleman, dan terakhir di Komunitas Muallaf PCA Tegalrejo, PDA Kota Yogyakarta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow