Lelang Wakaf SD Muhammadiyah Unggulan Alfatih Patuk Himpun Rp163 Juta, Perkuat Gerakan Wakaf Pendidikan

Lelang Wakaf SD Muhammadiyah Unggulan Alfatih Patuk Himpun Rp163 Juta, Perkuat Gerakan Wakaf Pendidikan

Smallest Font
Largest Font

GUNUNGKIDUL — Komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat pendidikan melalui gerakan filantropi Islam kembali diwujudkan melalui Lelang Wakaf Pembangunan SD Muhammadiyah Unggulan Alfatih Patuk yang digelar di Gunungkidul, Jumat (31/7). Agenda yang diinisiasi Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp163 juta untuk mendukung percepatan pembangunan gedung sekolah.

Gerakan wakaf tersebut merupakan hasil kolaborasi Majelis Pendayagunaan Wakaf PWM DIY bersama Bank Indonesia, LAZISMU DIY, BPRS HIK MCI, BPRS Bangun Drajad Warga, dan BPD Syariah DIY. Kegiatan ini juga mendapat dukungan luas dari para muhsinin dan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam penguatan wakaf pendidikan Muhammadiyah.

Saat ini, SD Muhammadiyah Unggulan Alfatih Patuk tengah mengembangkan kompleks pendidikan yang ditargetkan memiliki 18 ruang kelas beserta berbagai sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Melalui penghimpunan wakaf melalui uang, zakat, infak, dan sedekah, pembangunan enam ruang kelas di lantai pertama telah rampung, sementara enam ruang kelas di lantai kedua kini memasuki tahap penyelesaian akhir.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul, Tamsir, menegaskan bahwa pembangunan sekolah tidak hanya berarti mendirikan sebuah bangunan, tetapi juga membangun masa depan generasi.

"Wakaf pendidikan adalah investasi peradaban. Setiap batu bata yang kita letakkan hari ini akan menjadi tempat lahirnya generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu membawa kemajuan bagi bangsa. Karena itu, membangun sekolah melalui wakaf merupakan ikhtiar bersama untuk menyiapkan pemimpin masa depan," ujarnya.

Bendahara PWM DIY, Dr. Riduwan, S.E., M.Ag. menyampaikan bahwa kekuatan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad bertumpu pada kepercayaan dan dukungan masyarakat.

"Muhammadiyah menjadi besar bukan karena kekayaan segelintir orang, tetapi karena keikhlasan jutaan masyarakat yang menyumbangkan tenaga, pikiran, zakat, infak, sedekah, dan wakafnya. Amal usaha Muhammadiyah adalah milik umat dan tumbuh dari kepercayaan masyarakat. Karena itu, menjaga amanah dan memperluas manfaatnya adalah tanggung jawab kita bersama," tuturnya.

Dalam tausiyahnya, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) PP Muhammadiyah, Drs. Jamaluddin Ahmad, S.Psi., mengajak jamaah meneladani keikhlasan para dermawan Muhammadiyah yang menjadikan hartanya sebagai jalan pengabdian kepada Allah SWT.

"Sejarah Muhammadiyah dipenuhi kisah-kisah nyata tentang warga yang dengan penuh keikhlasan menyerahkan tanah, rumah, kebun, bahkan sebagian besar hartanya untuk sekolah, masjid, rumah sakit, dan kepentingan umat. Mereka mungkin tidak meninggalkan gedung atas nama dirinya, tetapi mereka meninggalkan amal yang pahalanya terus mengalir hingga hari ini. Semangat seperti inilah yang harus terus kita hidupkan," katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PWM DIY, Dr. Jarot Wahyudi, menegaskan bahwa gerakan wakaf pendidikan merupakan wujud amal jariyah berjamaah, yakni kerja kolektif umat dalam membangun peradaban melalui pendidikan.

"Tidak semua orang mampu mewakafkan tanah atau membangun satu gedung sendirian. Namun ketika masyarakat bergotong royong melalui wakaf melalui uang, zakat, infak, dan sedekah, kita mampu membangun sekolah yang akan melahirkan kader-kader umat, kader Muhammadiyah, dan kader bangsa. Inilah makna amal jariyah berjamaah, yaitu setiap orang mengambil bagian dalam membangun masa depan," jelasnya.

Menurut Jarot, setiap kontribusi masyarakat melalui wakaf melalui uang, zakat, infak, dan sedekah akan memberikan dampak besar apabila dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh umat.

Keberhasilan menghimpun dana sebesar Rp163 juta dalam lelang wakaf ini menjadi bukti tingginya kepedulian sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Gunungkidul. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan ruang kelas beserta fasilitas pendukung lainnya agar target pembangunan 18 ruang kelas dapat segera terealisasi.

Atas nama keluarga besar SD Muhammadiyah Unggulan Alfatih Patuk dan Persyarikatan Muhammadiyah, panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia, LAZISMU DIY, BPRS HIK MCI, BPRS Bangun Drajad Warga, BPD Syariah DIY, para muhsinin, serta seluruh masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui uang untuk mendukung pembangunan sekolah.

Melalui semangat kolaborasi dan filantropi Islam, Muhammadiyah berharap gerakan wakaf pendidikan terus berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan. Semakin kuat partisipasi publik, semakin besar pula peluang menghadirkan lembaga pendidikan unggul yang mampu melahirkan generasi beriman, berilmu, dan berkemajuan bagi umat, bangsa, dan negara.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow