Kasus Diabetes di Bawah 40 Tahun Meningkat, Muhammadiyah Dorong RSMA Aktif Lakukan Skrining Dini

Kasus Diabetes di Bawah 40 Tahun Meningkat, Muhammadiyah Dorong RSMA Aktif Lakukan Skrining Dini

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - Tren peningkatan kasus Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 pada generasi muda di bawah usia 40 tahun kini menjadi peringatan serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Data terbaru menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan dan mendorong Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (RSMA) untuk memperkuat peran mereka dalam deteksi dini, skrining kesehatan, serta edukasi gaya hidup sehat, khususnya di kalangan usia produktif.

Dosen Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. dr. Ekorini Listiowati, MMR., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Ketua Divisi Pemberdayaan Masyarakat Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap fenomena tersebut.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, Ekorini memaparkan bahwa 1 dari 9 orang Indonesia atau sekitar 11,7% hidup dengan diabetes, dan mayoritas tidak menyadari kondisinya hingga muncul komplikasi serius.

“Ini sangat mengkhawatirkan, karena ketika diabetes muncul di usia muda, seseorang akan hidup lebih lama dengan penyakit tersebut. Artinya, risiko komplikasinya akan jauh lebih besar,” tegas Ekorini dalam wawancara melalui WhatsApp, Rabu (29/10).

_Gaya Hidup Modern Picu Risiko Diabetes Dini_

Ekorini menjelaskan bahwa gaya hidup modern menjadi faktor utama pemicu tren diabetes di usia muda. Pola makan tinggi gula dan lemak, konsumsi minuman manis, kurang aktivitas fisik, serta stres kronis akibat tekanan kerja dan gaya hidup serba cepat turut memperburuk situasi.

“Dampak dari tren ini tidak main-main. Jika tidak dikendalikan, diabetes di usia produktif bisa menjadi beban besar bagi sistem pembiayaan kesehatan nasional serta menurunkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi fenomena ini, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) telah menginstruksikan langkah strategis kepada seluruh RSMA untuk memperkuat deteksi dini melalui program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).

“Langkah ini disinergikan dengan peran Klinik Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (KMA) di layanan primer untuk melakukan skrining dan deteksi dini, terutama bagi kelompok Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis),” jelas Ekorini.

Selain itu, Majelis juga aktif menggerakkan program kesehatan masyarakat seperti Cek Kesehatan Gratis, Keluarga Sehat Sakinah, dan Gerakan ‘Aisyiyah Sehat guna memperluas jangkauan edukasi dan deteksi dini penyakit kronis.

Untuk membangun kesadaran generasi muda, RSMA tidak hanya diharapkan berperan sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pencetak agen perubahan _(health changemakers)_.

Beberapa inisiatif strategis yang didorong antara lain: 1. Program Generasi Muhammadiyah (GenMu) dengan tagline “Satu Ranting, Satu Kader Kesehatan” guna membentuk kader kesehatan di tingkat komunitas; 2. Gerakan Keluarga Sehat Sakinah ‘Aisyiyah Sehat, yang menempatkan keluarga sebagai unit utama perubahan perilaku sehat; 3. Sinergi lintas majelis dan lembaga Muhammadiyah–‘Aisyiyah, untuk memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di seluruh lini masyarakat.

Sebagai organisasi dengan tradisi kuat dalam pemberdayaan masyarakat, Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah memainkan peran penting dalam pencegahan primer. Sinergi dilakukan bersama RSMA, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas.

“Melalui kerja sama dengan RSMA dan PTMA, kami ingin memastikan kampanye pencegahan ini menjangkau akar rumput, sampai ke desa dan daerah binaan,” ujar Ekorini.

_Pesan untuk Generasi Muda_

Melihat tren peningkatan kasus diabetes yang terus meluas, Ekorini mengingatkan pentingnya perubahan gaya hidup sedini mungkin.

“Jangan tunggu sakit untuk mulai hidup sehat. Kenali tubuh sendiri, ubah kebiasaan sedikit demi sedikit, yakni mulai dari pola makan, aktivitas fisik, dan manajemen stres,” pesannya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang telah disiapkan untuk meningkatkan kesadaran, deteksi dini, serta pendampingan kesehatan berkelanjutan. (FU)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow