Ikhwan Ahada: Iduladha Mengajarkan Keikhlasan, Pengorbanan, dan Kasih Sayang
YOGYAKARTA — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, M.A. menjelaskan bahwa inti dari ibadah Iduladha adalah ketakwaan, keikhlasan, pengorbanan, dan kasih sayang. Hal ini disampaikannya dalam khutbah Salat Iduladha 1447 H di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Rabu (27/5).
Menurutnya, seluruh rangkaian ibadah Iduladha, mulai dari salat Id, kurban, hingga ibadah haji, hakikatnya bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kita akan mencapai tujuan akhir ibadah tersebut, yakni kedekatan kita kepada Allah. Ketaatan dan kedekatan jiwa kepada-Nya pada hakikatnya memerdekakan manusia dari ketergantungan kepada makhluk, karena sejatinya manusia hanya bersandar kepada Zat Yang Mahakuasa dan Pencipta alam semesta,” ujarnya.
Ia mengatakan, umat Islam di seluruh penjuru negeri pada hari raya Iduladha menunaikan salat Id dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.
“Kita mengumandangkan takbir, tahmid, dan tasbih sebagai wujud pengakuan atas keagungan, kemuliaan, dan kesucian Allah SWT,” katanya.
Dalam khutbahnya, Ikhwan Ahada juga mengingatkan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Kautsar ayat 1–3.
“Dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Semua ibadah yang kita tunaikan sejatinya untuk membentuk diri menjadi insan muslim, mukmin, dan muttaqin yang meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” tuturnya.
Ia menegaskan, salat Iduladha, kurban, dan haji merupakan rangkaian ibadah yang meskipun berbeda syarat dan rukunnya, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni bertaqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, penghambaan kepada Allah harus diwujudkan melalui ketulusan dan keikhlasan semata-mata karena Allah, bukan demi kepentingan lain.
“Ketulusan itu melahirkan jiwa tauhid yang kokoh, menjaga manusia tetap berada di jalan yang lurus, sekaligus menghadirkan perilaku yang penuh kebaikan kepada sesama,” jelasnya.
Ia menilai, ibadah semestinya mampu menahan manusia dari sifat-sifat buruk seperti amarah, keserakahan, kedengkian, korupsi, dan perilaku tercela lainnya. Momen Iduladha, kata Ikhwan, sangat bermakna untuk membentuk pribadi yang penuh dengan nilai kebaikan.
"Ibadah kurban mengajarkan jiwa ikhlas untuk menyebarkan nilai-nilai utama dalam kehidupan,” ungkapnya.
Ikhwan Ahada menyebut, keikhlasan akan melahirkan pribadi yang ringan menolong, penuh empati, suka berbagi, dan peduli terhadap sesama.
“Mereka berbuat mulia atas nama Allah dan demi kemaslahatan kemanusiaan semesta,” katanya.
Selain keikhlasan, ibadah kurban juga mengajarkan nilai pengorbanan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim a.s., Siti Hajar, dan Nabi Ismail a.s. Sosok seperti mereka memberikan teladan terbaik tentang pengorbanan yang dilandasi ketaatan kepada Allah SWT.
Ia juga menekankan pentingnya semangat amal saleh dan ihsan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, mereka yang diberi kelebihan rezeki, ilmu, maupun kedudukan memiliki tanggung jawab untuk berbagi kepada sesama tanpa diskriminasi.
“Si kaya membantu yang miskin, kaum terdidik berbagi ilmu kepada yang membutuhkan, dan sesama manusia saling menghormati serta memuliakan,” tuturnya.
Dalam khutbahnya, Ikhwan Ahada turut menyoroti kondisi sosial masyarakat yang dinilai mulai kehilangan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial akibat menguatnya egoisme. Dalam pandangannya, kesenjangan sosial, konflik, dan berbagai persoalan kemanusiaan merupakan bukti lunturnya jiwa pengorbanan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
Ia mengingatkan bahwa para nabi mengajarkan kelembutan dan kasih sayang dalam berdakwah serta memperlakukan manusia.
“Sebagian orang atas nama agama justru mudah melakukan kekerasan, ujaran kebencian, dan menegasikan pihak lain. Padahal agama mengajarkan rahmat, kelembutan, dan kedamaian,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat hubungan dengan Allah sekaligus mempererat hubungan antarsesama manusia.
“Ibadah kurban sejatinya menjadikan kita semakin dekat kepada Allah dan semakin banyak berbuat baik kepada sesama dalam bingkai hablum minallah dan hablum minannas,” katanya.
Di akhir khutbah, Ikhwan Ahada mengajak jamaah mendoakan para jemaah haji agar diberi kemudahan dan menjadi haji yang mabrur, serta mendoakan masyarakat yang sedang tertimpa musibah agar segera memperoleh pertolongan dan kekuatan dari Allah SWT.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow