Haedar Nashir: PRM UGM Harus Jadi Pusat Dakwah Inklusif dan Pencerahan Intelektual

Haedar Nashir: PRM UGM Harus Jadi Pusat Dakwah Inklusif dan Pencerahan Intelektual

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. berharap kehadiran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bisa menjadi pusat dakwah yang inklusif dan pencerahan intelektual di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri.

Hal tersebut disampaikan dalam amanatnya pada pengukuhan PRM UGM periode pertama, Selasa (14/4). Haedar mengawali amanatnya dengan menyampaikan ucapan selamat atas berdirinya PRM UGM sebagai bagian dari perluasan dakwah Muhammadiyah berbasis kawasan, khususnya di lingkungan Universitas Gadjah Mada.

Haedar menekankan bahwa kehadiran PRM UGM harus dilandasi semangat inklusivitas dan kemanusiaan universal. Ia mengutip nilai-nilai Al-Qur’an tentang pentingnya ta’aruf (saling mengenal) dalam keberagaman.

Menurutnya, Muhammadiyah harus tampil sebagai “rumah besar” bagi semua kalangan, tidak eksklusif, serta mampu menjalin relasi yang harmonis di tengah perbedaan agama, budaya, dan latar belakang sosial.

“Walaupun kita membawa identitas Muhammadiyah, tetapi peran kita harus inklusif, merangkul, dan memberi manfaat luas bagi kemanusiaan,” tegasnya.

Dalam amanatnya, Haedar menegaskan dua misi utama dakwah Muhammadiyah. Pertama, menyempurnakan akhlak manusia sebagaimana risalah kenabian. Kedua, menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin yang membawa kemaslahatan bagi seluruh alam.

Ia menilai, selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah menjalankan misi tersebut melalui berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.

“Dakwah Muhammadiyah harus membebaskan, memberdayakan, mencerdaskan, dan mencerahkan kehidupan,” ujarnya.

Haedar juga menyoroti pentingnya peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Ia mengingatkan bahwa spirit iqra’ tidak hanya dimaknai sebagai membaca teks, tetapi juga membaca realitas sosial (ayat kauniyah) serta mengembangkan pemikiran kritis.

Menurutnya, PRM UGM memiliki posisi strategis karena berada di lingkungan akademik yang dihuni para intelektual dan cendekiawan.

“Dari kampus, lahir pemikiran-pemikiran besar untuk mencerdaskan umat dan bangsa,” katanya.

Dalam bagian lain, Haedar mengingatkan tantangan serius berupa pendangkalan cara berpikir di era modern, terutama akibat pengaruh politik praktis dan media sosial.

Ia menilai, polarisasi akibat politik serta arus informasi digital yang tidak tersaring dapat melemahkan daya kritis masyarakat, bahkan kalangan terdidik.

“Sering kali orang langsung menyimpulkan tanpa membaca utuh, tanpa analisis mendalam. Ini berbahaya bagi kualitas berpikir dan kehidupan bersama,” ungkapnya.

Ia pun mengajak warga Muhammadiyah, khususnya kalangan akademisi, untuk mengedepankan nalar kritis, objektif, dan berbasis ilmu dalam menyikapi berbagai persoalan.

Lebih lanjut, Haedar menegaskan bahwa peran intelektual tidak hanya kritis, tetapi juga harus dilandasi hikmah. Kritik yang disampaikan, menurutnya, harus konstruktif, berbasis ilmu, dan tidak didorong oleh kepentingan sempit.

“Ilmu melahirkan kecerdasan, tetapi hikmah menghadirkan kebijaksanaan. Keduanya harus berjalan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas elemen bangsa dalam membangun Indonesia yang berkemajuan, berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan tujuan bernegara.

Menutup amanatnya, Haedar mengajak PRM UGM untuk memperkuat syiar Islam berkemajuan melalui dakwah yang mencerahkan dan membawa solusi bagi persoalan umat, bangsa, hingga kemanusiaan global.

Ia optimis, dengan posisi strategis di kampus, PRM UGM dapat menjadi motor penggerak dakwah intelektual yang berpengaruh luas.

“Syiar Muhammadiyah harus terus diperluas dengan perspektif Islam berkemajuan, menghadirkan kebaikan bagi umat, bangsa, dan dunia,” pungkasnya

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow