Apresiasi Apel Siaga KOKAM DIY Lawan Miras, Senator Syauqi: Bentuk Nyata Kepedulian Menjaga Ketertiban Sosial

Apresiasi Apel Siaga KOKAM DIY Lawan Miras, Senator Syauqi: Bentuk Nyata Kepedulian Menjaga Ketertiban Sosial

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan komitmen dan kesungguhannya untuk menjaga ketertiban dan keamanan sosial masyarakat dari berbagai hal yang merusak. Salah satunya adalah minuman keras (miras) yang saat ini peredarannya sangat masif hingga mencapai pelosok desa di DIY.

Dalam Apel Siaga KOKAM DIY & Sarasehan Lawan Miras pada Ahad (15/2) di Kompleks Balai RW 07 Kamdanen, Danikerto, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, seluruh personel KOKAM di DIY menegaskan sikapnya untuk melawan maraknya peredaran minuman keras (miras) dan aksi premanisme yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Komitmen dan kesungguhan KOKAM se-DIY dalam rangka melawan peredaran miras dan tindakan premanisme mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI, Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. Aksi ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam keterangannya, Syauqi menyebut forum apel siaga ini sebagai cerminan masih adanya “kerentak” dan semangat kolektif masyarakat untuk memastikan kehidupan sosial tidak ditumbuhi penyakit masyarakat.

“Saya memaknai forum ini sebagai semangat masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Komunitas seperti ini perlu diberi ruang untuk ikut memastikan kehidupan sosial kita tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai KOKAM sebagai salah satu pionir gerakan moral berbasis komunitas yang terkelola secara terstruktur dan memiliki nilai kuat sebagai penggerak (driver) kegiatan sosial. Menurutnya, dukungan serupa juga terbuka bagi kelompok masyarakat lain yang memiliki kepedulian terhadap persoalan penyakit masyarakat.

“Kalau ada kelompok lain yang peduli terhadap persoalan ini, saya siap datang jika diundang. Komitmen masyarakat dalam mengawal kehidupan sosial jauh lebih penting,” tegas Senator yang juga kader Muhammadiyah itu.

Ia juga menyoroti persoalan peredaran miras di DIY yang dinilai belum sepenuhnya terkendali. Meski beberapa titik penjualan telah ditutup karena desakan masyarakat, praktek tersebut disebut kerap bermetamorfosis dengan nama dan modus baru.

Selain miras, ia mengingatkan bahwa ancaman ketertiban sosial juga bersumber dari judi online/daring, narkoba, dan bentuk pelanggaran lain yang perlu ditangani secara teknis oleh aparat berwenang. Untuk itu, kesadaran dan komitmen masyarakat tetap menjadi fondasi utama.

Di lain kesempatan, Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H., menegaskan bahwa gerakan KOKAM DIY ini bukanlah gerakan liar, melainkan aksi terstruktur yang tetap patuh pada peraturan perundang-undangan.

“Ini bentuk kepedulian masyarakat terhadap kemaksiatan yang merajalela. Namun dalam melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, Muhammadiyah tetap menekankan kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Ia menyebut pihaknya secara rutin melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada personel KOKAM agar setiap langkah di lapangan tetap berada dalam koridor hukum.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah sikap permisif di masyarakat yang cenderung tidak peduli selama tidak terdampak langsung.

“Permissiveness ini yang berbahaya. Padahal kita punya kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar. Justru karena itu gerakan ini dihimpun secara kolektif agar kita tidak kalah kuat dari mereka yang merusak,” tegasnya.

Ari juga mengungkapkan bahwa sebagian besar peredaran miras di DIY yang teridentifikasi bersifat ilegal dan tidak sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. Karena itu, koordinasi dengan aparat penegak hukum terus dilakukan setiap kali ditemukan pelanggaran.

Terlebih menjelang Ramadan, pihaknya berharap upaya identifikasi dan penertiban dapat semakin diperkuat sehingga peredaran miras ilegal dapat diminimalisir sebelum memasuki bulan suci.

“Mudah-mudahan komitmen pemerintah sejalan dengan keinginan masyarakat untuk menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan bermartabat,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow