Anggota SUMU Helmy Chandra Kembangkan MesinLaundry, Hadirkan Solusi Bisnis Laundry Terintegrasi
JAKARTA — Bisnis laundry menjadi salah satu peluang usaha yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pencucian yang praktis dan efisien. Namun, memulai bisnis laundry tidak cukup hanya dengan membeli mesin. Perencanaan modal, pemilihan kapasitas mesin, lokasi usaha, hingga proyeksi keuntungan perlu diperhitungkan sejak awal.
Melihat kebutuhan tersebut, Helmy Chandra, anggota Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sekaligus pemilik MesinLaundry, menghadirkan layanan yang mengintegrasikan penyediaan mesin dengan pendampingan bisnis. Dalam mengembangkan usahanya, Helmy didampingi Dhani Baskhara selaku Direktur MesinLaundry.com.
“Kami ingin membantu orang yang ingin memulai bisnis laundry agar tidak sekadar membeli mesin. Dari awal harus dihitung kebutuhan usahanya, mulai dari lokasi, kapasitas mesin, modal, sampai potensi omzet dan balik modalnya,” ujar Helmy di Jakarta, Selasa (18/8).

Berbekal pengalaman lebih dari 16 tahun, MesinLaundry menyediakan berbagai kebutuhan usaha laundry, mulai dari pengadaan mesin hingga konsultasi dan pendampingan. Calon pengusaha dapat berkonsultasi mengenai jenis dan kapasitas mesin yang sesuai dengan kondisi usaha, sekaligus memperoleh simulasi kebutuhan modal dan estimasi balik modal.
Helmy menilai, pemilihan mesin merupakan salah satu keputusan penting dalam membangun bisnis laundry. Menurutnya, harga pembelian bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan.
“Jangan hanya melihat harga belinya. Mesin yang tepat harus disesuaikan dengan target pasar dan volume cucian. Konsumsi listrik, kapasitas, daya tahan, sampai biaya perawatan juga harus masuk dalam perhitungan,” jelasnya.
Untuk menjawab kebutuhan calon pengusaha dengan skala modal yang beragam, MesinLaundry.com menyediakan sejumlah pilihan paket investasi, mulai dari Starter sekitar Rp30 jutaan, Semi Komersial mulai Rp50 jutaan, hingga Laundromat mulai Rp100 jutaan. Konsultasi juga diberikan untuk membantu calon pengusaha menentukan paket yang paling sesuai dengan skala usaha dan kemampuan modal.
Salah satu contoh usaha yang ditampilkan MesinLaundry adalah Fresh Laundry di Bekasi, Jawa Barat. Usaha yang mulai beroperasi pada Mei 2023 tersebut memiliki luas outlet sekitar 60 meter persegi dengan investasi sekitar Rp135 juta. Fresh Laundry tercatat membukukan omzet rata-rata Rp18–22 juta per bulan dan mencapai balik modal sekitar 12 bulan.
“Setiap usaha punya kondisi yang berbeda. Karena itu, kami tidak ingin memberikan satu pola yang sama untuk semua orang. Yang paling penting adalah bagaimana investasi yang dikeluarkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi pasar di lokasi usaha,” kata Helmy.

Tak berhenti pada penyediaan mesin, MesinLaundry juga memberikan dukungan setelah pembelian, seperti instalasi, perawatan, dan perbaikan. Pendekatan tersebut membuat calon pengusaha tidak hanya memperoleh perangkat usaha, tetapi juga dukungan teknis untuk menjaga operasional bisnis tetap berjalan.
Sebagai anggota SUMU, Helmy Chandra turut menjadi bagian dari ekosistem pelaku usaha Muhammadiyah yang mendorong tumbuhnya bisnis profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui MesinLaundry.com, ia berupaya menghadirkan solusi terintegrasi bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan bisnis laundry.
Bagi masyarakat yang tertarik memulai usaha laundry atau meningkatkan kapasitas bisnis yang sudah berjalan, MesinLaundry menyediakan konsultasi gratis melalui WhatsApp. Konsultasi dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan mesin, simulasi modal, potensi omzet, hingga estimasi balik modal.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi MesinLaundry.com.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow