Warga Muhammadiyah Madiun Meriahkan Upacara HUT ke-81 RI di Halaman UMJT

Warga Muhammadiyah Madiun Meriahkan Upacara HUT ke-81 RI di Halaman UMJT

Smallest Font
Largest Font

MADIUN — Sekitar seribu warga Muhammadiyah Kota Madiun mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kampus I Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), yang tengah bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Senin (17/8).

Upacara diikuti oleh berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kota Madiun. Dari perguruan tinggi Muhammadiyah, majelis, badan dan lembaga PDM Kota Madiun, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Madiun, PD Pemuda Muhammadiyah, serta PD Nasyiatul ‘Aisyiyah.

Ketua Panitia Upacara HUT ke-81 RI, Taufiq Rahman, mengatakan upacara juga melibatkan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Madiun, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, PCA, hingga lima ranting PCA. Selain itu, hadir pula guru, karyawan, serta warga dari berbagai amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, mulai dari kampus, sekolah, hingga rumah sakit.

“PCM se-Kota Madiun, Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Kota Madiun, PCA di Kota Madiun, lima ranting PCA, guru, karyawan, dan amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mulai dari kampus, sekolah, dan rumah sakit,” jelas Taufiq.

Untuk petugas upacara, panitia melibatkan para siswa SMA Muhammadiyah dan MBS Prof Hamka. Sementara itu, tim paduan suara diisi oleh siswi-siswi MBS Prof. Hamka.

Persiapan upacara dilakukan secara intensif selama 10 hari menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Panitia juga menggandeng Brimob untuk membantu melatih para petugas agar pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan khidmat.

“Kami persiapan 10 hari menjelang HUT Kemerdekaan. Menggandeng Brimob juga untuk melatih petugas upacara agar upacara berjalan dengan baik,” ujarnya.

Taufiq menambahkan, PDM Kota Madiun mengusung semangat persatuan dan kesatuan dalam pelaksanaan upacara tahun ini. Menurutnya, persatuan menjadi modal penting bagi Muhammadiyah untuk terus berkembang sekaligus berkontribusi bagi bangsa.

“Intinya di persatuan dan kesatuan. Itulah yang ingin kita sampaikan dalam sambutan Ketua PDM Kota Madiun, Bapak Sutomo tadi saat upacara,” kata anggota PDM Kota Madiun tersebut.

Dalam amanatnya, Ketua PDM Kota Madiun, Ir. Sutomo, mengajak seluruh peserta tidak sekadar menjalankan rutinitas upacara. Momentum tersebut, kata dia, menjadi kesempatan untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.

“Para peserta Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang berdiri di halaman kampus UMJT ini tidak hanya sekadar melaksanakan upacara, tetapi sedang mengenang perjuangan pejuang bangsa,” tutur Sutomo.

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang menuntut pengorbanan jiwa, raga, tenaga, pikiran, hingga harta para pahlawan. Perjuangan tersebut dilakukan demi memastikan generasi penerus dapat hidup dalam bangsa yang merdeka.

“ Kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang melalui pengorbanan jiwa, raga, tenaga, pikiran serta harta dari para pahlawan. Mereka berjuang agar generasi setelah mereka dapat hidup di dalam bangsa yang merdeka,” terang Sutomo.

Karena itu, Sutomo menyampaikan tiga hal penting yang perlu diperkuat warga Muhammadiyah dalam mengisi kemerdekaan.

Pertama, memperkuat bidang pendidikan dengan menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi beriman, berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab.

Kedua, meningkatkan pelayanan dan kepedulian sosial dengan menghadirkan Islam yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Setiap amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, menurut Sutomo, harus terus meningkatkan profesionalisme agar mampu memberikan pelayanan terbaik.

“Kedua, pelayanan dan kepedulian sosial dengan kemampuan warga Muhammadiyah menghadirkan Islam yang bermaslahatan. Karena itu setiap amal usaha harus terus meningkatkan profesionalisme untuk memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.

Ketiga, memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Sutomo mengajak warga Muhammadiyah menjaga ukhuwah, saling menghormati, tidak mudah terprovokasi, serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

“Kita harus mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan membangun bangsa Indonesia,” pungkas Sutomo.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow