Tanwir Pra Muktamar XVI Tapak Suci Resmi Dibuka, Bahas Arah Organisasi Menuju Kancah Dunia
SEMARANG — Sidang Tanwir Pra Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Kamis (6/8). Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Muktamar XVI Tapak Suci ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan Tapak Suci untuk periode 2026–2031.
Muktamar XVI Tapak Suci diselenggarakan pada 6–9 Agustus 2026 dengan pusat kegiatan di Kampus UNIMUS dan Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang. Pembukaan Sidang Tanwir dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pendekar Besar Drs. H. Muhammad Adnan Hadikusumo, Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, serta tamu undangan dari berbagai perguruan Tapak Suci di Indonesia.
Ketua Pelaksana Muktamar XVI Tapak Suci, Pendekar Utama Aji Wiwaha Santosa, melaporkan bahwa Muktamar diikuti 828 peserta yang terdiri atas perwakilan dari 35 Pimpinan Wilayah, 123 Pimpinan Daerah dengan total 615 peserta, serta 17 peserta dari delapan negara.
Menurutnya, penyelenggaraan muktamar merupakan hasil sinergi Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah Tapak Suci bersama berbagai Amal Usaha Muhammadiyah di Jawa Tengah, dengan UNIMUS sebagai tuan rumah utama.
"Kami berharap seluruh rangkaian muktamar dapat berjalan lancar, menghasilkan kepemimpinan yang amanah serta program kerja yang terarah sehingga mampu membawa Tapak Suci menjadi organisasi yang modern dan semakin mendunia," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Pendekar Besar Muhammad Adnan Hadikusumo, menjelaskan bahwa Sidang Tanwir memiliki sejumlah agenda strategis sebagai persiapan menuju sidang pleno Muktamar. Agenda tersebut meliputi pembahasan rancangan program kerja Pimpinan Pusat Tapak Suci periode 2026–2031, penyusunan rekomendasi organisasi, pembahasan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga pemilihan bakal calon formatur yang akan disaring dari 67 nama menjadi 27 calon, kemudian dipilih sembilan formatur.
Ia menyebut Tapak Suci kini telah berkembang di 36 provinsi di Indonesia dan hadir di delapan negara. Karena itu, kepengurusan periode mendatang diharapkan mampu memperluas jangkauan organisasi hingga seluruh wilayah memiliki kepengurusan yang aktif.
"Tantangan ke depan semakin besar. Perubahan zaman tidak bisa dihindari sehingga organisasi harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang dimiliki," katanya.
Adnan juga menegaskan bahwa penyelenggaraan Tanwir dan Muktamar di Kampus UNIMUS merupakan bagian dari upaya menghadirkan fasilitas yang lebih representatif. Selain itu, proses pemilihan mulai memanfaatkan teknologi digital tanpa menghilangkan substansi musyawarah sebagai karakter utama organisasi.
"Musyawarah dalam Tanwir dan Muktamar bertujuan membangun kesepahaman untuk mencapai tujuan bersama. Semangat persaudaraan harus menjadi fondasi dalam membawa Tapak Suci semakin maju dan berjaya," tegasnya.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Tapak Suci dengan perguruan tinggi sebagai strategi pengembangan organisasi di masa depan.
Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan membuka peluang besar bagi Tapak Suci. Saat ini terdapat sedikitnya 24 perguruan tinggi yang memiliki program studi keolahragaan. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan tidak hanya untuk mencetak kader, tetapi juga mengembangkan pencak silat sebagai bidang ilmu yang dapat diteliti dan dikembangkan secara akademik.
"Ke depan, Tapak Suci perlu memperkuat kolaborasi dengan program studi olahraga maupun fakultas kedokteran di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah agar olahraga pencak silat juga berkembang sebagai bagian dari ilmu kesehatan," ujarnya.
Agung juga mengingatkan pentingnya pembenahan tata kelola organisasi melalui penyempurnaan AD/ART, penguatan konsolidasi, serta menjaga etika dalam proses pemilihan pimpinan.
"Tanwir dan Muktamar adalah momentum memilih pemimpin terbaik, mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus menyusun langkah strategis ke depan. Jangan sampai proses ini diwarnai kampanye hitam. Yang harus diperkuat adalah ukhuwah dan persatuan," pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Padepokan Tapak Suci Singapura menyerahkan bantuan sebesar 2.000 dolar Singapura sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Sidang Tanwir berlangsung tertib dan lancar. Seluruh agenda yang telah dijadwalkan dibahas sebagai bekal menuju Sidang Pleno Muktamar XVI yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (7/8) di Gedung Serba Guna UNIMUS. Pembukaan Muktamar secara resmi akan digelar pada Sabtu (8/8) di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow