YOGYA – Menjelang Muktamar XXIII, PW Ikatan Pelajar Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (IPM DIY) melakukan konsolidasi bersama PD IPM se-DIY dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pra Muktamar di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Ahad (9/7).

Jajaran PW IPM DIY dan perwakilan PD se-DIY membahas persiapan menuju Muktamar XXIII IPM yang akan berlangsung di Medan, Sumatera Utara, 18-20 Agustus 2023.

Ada empat topik utama yang dibahas, mulai penetapan peserta, penetapan calon formatur IPM DIY, pemaparan target, sampai persiapan keberangkatan, transportasi, estimasi dana, SWP, SWO, dan lainnya.

Ketua Umum PW IPM DIY, Racha Julian Chairurrizal, menjelaskan bahwa dalam Muktamar nanti, sudah menyiapkan beberapa gagasan, terutama terkait perubahan Sistem Perkaderan IPM (SPI).

“Kami sudah mengirimkan satu perwakilan dari IPM DIY untuk masuk dalam Tim Perubahan SPI. Yang jelas, ada perubahan radikal dimana kami sudah mengusulkan dan membuat draftnya untuk bisa dimasukkan dalam draft SPI terbaru,” kata Racha.

Selain SPI, juga ada gagasan lain yang akan dibahas lagi pada rapat pleno 22-23 Juli nanti.

Untuk peserta, PW IPM DIY akan mengirimkan 22 kader. Terdiri dari 7 anggota PW IPM dan 15 anggota PD IPM. Terkait persiapan keberangkatan dan akomodasi, PW IPM DIY sudah menyusun estimasi dana untuk transportasi, sumbangan wajib peserta dan organisasi, atribut daerah (batik/jaket), dan hal-hal yang diperlukan selama perjalanan ke Medan.

“Soal keberangkatan dan akomodasi ini sudah diurus oleh Aisyah A’yun atau Mbak Ais, yang merupakan Sekretaris Umum sekaligus Ketua Pemberangkatan Kontingen DIY,” lanjut Racha.

Selama persiapan menuju Muktamar, Racha telah berkomunikasi bersama PWM DIY, terutama dengan Ayahanda M. Ikhwan Ahada dan Wakil Ketua yang membidangi Ortom, Iwan Setiawan.

Namun komunikasi tersebut masih sebatas obrolan tipis-tipis. Maka, pihaknya berencana untuk bersilaturahmi dengan PWM DIY secara resmi pasca rapat pleno untuk melaporkan persiapan Muktamar XXIII IPM, baik soal gagasan, teknis pemberangkatan, target, dan bahasan lainnya.

“Pasca rapat pleno tanggal 22-23 Juli, kami akan menghadap secara resmi ke Ayahanda PWM DIY untuk membahas tentang persiapan PW IPM DIY menuju Muktamar XXIII IPM,” ujarnya.

Selain membahas soal persiapan keberangkatan, Rakorwil juga membahas mengenai siapa yang akan menjadi calon formatur dari PW IPM DIY. Racha mengaku sudah mengantongi nama dari calon tersebut, namun masih belum mau menyebutkan namanya.

Ia memastikan jika calon formatur yang diusung merupakan salah satu kader terbaik yang sudah tuntas secara akademik dan perkaderan, serta kader biologis dari tokoh Muhammadiyah.

Racha menilai hal ini jadi paket lengkap dan keunggulan tersendiri dari calon tersebut, karena sudah tuntas secara akademik (lulus S1) dan perkaderan (lulus Taruna Melati Utama), serta sudah mencapai posisi di tingkat wilayah. Artinya, sudah melaksanakan 3 Tertib (ibadah, belajar, dan organisasi) yang selalu diusung IPM.

“Yang terpenting dia adalah kader biologis tokoh persyarikatan, dimana transfer value-nya 24/7. Inilah yang menjadi bekal penting bagi calon yang kami usung,” tegas Racha.

Muktamar XXIII IPM akan berlangsung dua tahap, yaitu daring dan luring. Untuk daring berlangsung tanggal 5-6 Agustus 2023. Dengan bahasan penetapan AD/ART, kemudian menetapkan Daftar Pemilih Tetap dan sidang materi Muktamar XXIII.

Sedangkan pada Muktamar luring di Medan pada 18-20 Agustus agenda utamanya adalah laporan pertanggungjawaban dan progress report dari PW IPM se-Indonesia hingga proses pemilihan formatur dan penetapan ketua umum terpilih.

Untuk itu, PW IPM DIY mengharapkan Muktamar XXIII bisa berjalan lancar secara teknis. Selamat saat perjalanan berangkat maupun pulang.

“Semoga semua yang ditargetkan bisa tercapai dan cita-cita yang lebih besar dari kami adalah PP IPM periode berikutnya lebih baik lagi, juga jangan sampai ada Muktamar Luar Biasa lagim” tegas Racha. (*)


Wartawan: Dzikril Firmansyah