Sowan Ketua Senat Akademik UGM, IMM DIY Bahas Penguatan Jejaring dan Diaspora Kader
YOGYAKARTA — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan silaturahmi strategis dengan Ketua Senat Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, Rabu (2/9). Pertemuan tersebut membahas penguatan jejaring serta arah diaspora kader Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi non-PTMA.
Delegasi IMM DIY dalam pertemuan tersebut terdiri dari Sekretaris Bidang Pengembangan Jaringan Perguruan Tinggi (PJPT) DPD IMM DIY Raihan Saiful Hakim, S.A.P., S.I.P., Ketua Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UGM Besta Fajar Bagaskara, Ketua PK IMM Al-Khawarizmi UGM Muhammad Hisyam Mursyid, serta Ketua Bidang Kesehatan DPD IMM DIY Afghan Azka Falah, S.Si., M.Bio.Et.
Pertemuan menjadi momentum bagi IMM DIY untuk menyelaraskan arah gerak kader di kampus non-PTMA sekaligus memaparkan sejumlah agenda strategis organisasi kepada Prof. Kumorotomo yang juga dikenal sebagai akademisi Muhammadiyah.
Dalam kesempatan tersebut, Bidang PJPT IMM DIY memaparkan dua program unggulan, yakni Campus Connect dan IMM Academic Pathway.
Campus Connect dirancang untuk memperkuat komunikasi serta menginventarisasi dan memperluas jejaring dosen maupun tenaga kependidikan yang memiliki afiliasi dengan Muhammadiyah atau menjadi bagian dari kepemimpinan Persyarikatan di berbagai perguruan tinggi. Program ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan komisariat IMM sekaligus mengintegrasikan gerakan Muhammadiyah yang telah tumbuh di lingkungan kampus.
Sementara itu, IMM Academic Pathway menjadi langkah strategis untuk mendorong kader IMM mengembangkan kapasitas intelektual melalui studi lanjutan, termasuk ke perguruan tinggi di luar negeri.
Rencana tersebut akan dikembangkan melalui IMM Future Forum yang tengah menjajaki kolaborasi dengan Taiwan Education Center (TEC). Program ini diharapkan dapat membuka akses dan wawasan pendidikan global bagi kader-kader IMM dan Persyarikatan.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Wahyudi memberikan sejumlah pesan terkait identitas dan arah diaspora kader Muhammadiyah. Ia mengibaratkan kader sebagai elemen fundamental yang mampu memberikan pengaruh positif di berbagai lini kehidupan tanpa kehilangan jati diri.
“Kader Muhammadiyah harus seperti garam, dibutuhkan di mana-mana, tapi tidak ke mana-mana,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akar ideologis dan semangat pembaruan Muhammadiyah dalam setiap ruang pengabdian kader.
“Tolong teman-teman pegang betul ideologi dan tajdid di Muhammadiyah yang merupakan gerakan Islam berkemajuan,” tambahnya.
Menurut Prof. Kum, kader Muhammadiyah yang berada di lingkungan akademik perlu menjaga keseimbangan antara rasionalitas, sikap kritis, dan kerja-kerja kemanusiaan. Kader juga dituntut tetap objektif ketika merespons berbagai persoalan publik maupun kebijakan pemerintah.
“Kita sebagai orang Muhammadiyah harus obyektif di dunia akademis, tidak selalu anti terhadap kebijakan pemerintah. Semangat nahi munkar itu juga penting, visi Al-Maun itu juga perlu kita laksanakan,” tegasnya.
Ia menilai sikap objektif tersebut harus berjalan beriringan dengan independensi gerakan. Menurutnya, kader dan organisasi Muhammadiyah perlu mampu bersikap kritis tanpa terjebak dalam sikap antipati, sekaligus tidak larut dalam dinamika politik hingga kehilangan arah perjuangan.
“Semangatnya adalah independensi. Sebagai organisasi masyarakat yang cukup besar, kita jangan sampai hanya antipati, namun jangan larut terlalu dalam, sehingga melupakan napas gerakan Muhammadiyah yang mencerahkan semesta,” ujarnya.
Prof. Kum juga menyoroti potensi warga Muhammadiyah di lingkungan UGM. Menurutnya, cukup banyak pimpinan maupun sivitas akademika UGM yang merupakan warga Muhammadiyah. Namun, partisipasi mereka dalam gerakan Persyarikatan sempat belum optimal karena keterbatasan wadah.
Karena itu, pengukuhan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) UGM pada 14 April 2026 lalu diharapkan dapat menjadi momentum baru untuk menghidupkan gerakan Muhammadiyah di lingkungan kampus.
Kehadiran PRM UGM sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kader IMM, warga Muhammadiyah, dan sivitas akademika dalam mengembangkan gerakan yang berkemajuan.
Silaturahmi IMM DIY dengan Ketua Senat Akademik UGM tersebut berlangsung di tengah padatnya agenda akademik. Meski singkat, pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan mengenai masa depan kader Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi non-PTMA.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow