Sekolah Ideologi Muhammadiyah DIY Luluskan Angkatan Perdana, Siap Jadi Kader Penggerak Persyarikatan
YOGYAKARTA — Suasana khidmat menyelimuti Amphitarium Lantai 9 Gedung KH. Ahmad Dahlan Komplek Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan pada Ahad (1/3). Dalam rangkaian penutupan Pengajian Ramadan 1447 H PWM DIY, Sekolah Ideologi Muhammadiyah DIY resmi mewisuda angkatan perdananya.
Selama satu tahun pelaksanaan, 32 mahasiswa yang mayoritas dari kepala sekolah dan guru secara resmi menyandang gelar CMI (Certified Muhammadiyah Ideology). Program Sekolah Ideologi Muhammadiyah mengusung semangat “Kader Penggerak Persyarikatan” sebagai ikhtiar menyiapkan kader ideologis yang kokoh, berwawasan luas, dan siap menggerakkan Persyarikatan di berbagai lini kehidupan.
“Prosesnya tidak singkat. Kami membentuk tim kerja, melakukan benchmarking, menyusun kurikulum, hingga menggelar workshop dengan menghadirkan banyak narasumber,” jelas Dr. Hardi Santosa, M.Pd., selaku Direktur Sekolah Ideologi Muhammadiyah DIY.
Pada laporannya, sebelum Sekolah Ideologi Muhammadiyah digelar, dinamika perumusan kurikulum berlangsung intens. Ia mengutip pesan yang kerap disampaikan Ustaz Ikhwan Ahada, Ketua PWM DIY, dalam proses tersebut: lebih baik terjadi “perdebatan pikiran” di awal agar hasilnya lebih matang dan kuat secara konseptual.
Dari proses panjang itu, lahirlah 13 mata kuliah yang ditempuh selama dua semester, dilengkapi tugas akhir, ujian akhir, serta muhasabah ideologi. Program ini dirancang bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi pembentukan tata pikir ideologis yang metodologis.
“Harapannya, dalam mengemban amanah kepemimpinan, para mahasiswa mampu bertahan dan tepat dalam mengambil keputusan strategis sesuai manhaj Muhammadiyah,” jelas Hardi.
Salah satu agenda yang paling berkesan adalah malam muhasabah ideologi yang menghadirkan Ustaz Fathurrahman Kamal, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah untuk menguatkan ruhul jihad dan keikhlasan para mahasiswa.
Hardi juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berkonsultasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mendaftarkan gelar CMI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
“Insya Allah ke depan predikat CMI ini bisa diakui secara nasional bahkan internasional. Mohon doanya agar prosesnya lancar,” ujarnya.
Langkah ini menunjukkan keseriusan PWM DIY dalam membangun sistem kaderisasi ideologi yang terstandar dan berkelanjutan.
Menjawab tantangan era digital, Sekolah Ideologi Muhammadiyah DIY juga mengembangkan platform terintegrasi melalui situs simdiy.id. Sistem pendaftaran, pengumpulan tugas, hingga dokumentasi dirancang berbasis paperless.
“Kami ingin sejalan dengan isu keadaban ekologis. Tugas-tugas dibagikan melalui platform digital sehingga menjadi dokumen dan big data yang mudah diakses dan lebih bermanfaat,” terang Hardi.
Ia juga menegaskan pentingnya dakwah digital. Berdasarkan riset kecil yang dilakukan, isu-isu keislaman kontemporer sering kali lebih banyak diisi narasi dari luar Muhammadiyah. Karena itu, karya terbaik mahasiswa ke depan akan dipublikasikan secara digital.
Dengan antusiasme yang besar dari warga Muhammadiyah, maka dibukalah secara resmi Penerimaan Mahasiswa Baru Angkatan 2 Sekolah Ideologi Muhammadiyah DIY. Pendaftaran dibuka mulai 1 Maret hingga 31 Mei 2026, dilanjutkan seleksi pada 10 Juni 2026, penetapan peserta pada 20 Juni 2026, dan perkuliahan perdana dijadwalkan 17 Juli 2026.
Adapun biaya pendidikan sebesar Rp1.500.000, yang telah mencakup seluruh kebutuhan pendidikan selama program berlangsung.
"Yang jelas, biaya tersebut sangat worth it dengan fasilitas yang sesuai kebutuhan para mahasiswa," ucap Hardi.
Sekolah Ideologi Muhammadiyah diharapkan menjadi ruang pembinaan kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai Risalah Islam Berkemajuan, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam gerakan nyata di tengah masyarakat.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow