Sambut 1 Muharram 1448 H, JAKIMU DIY Susuri Jalur Srikeminut dan Salurkan Santunan ke SLB Muhammadiyah Sekar Melati Imogiri
BANTUL — Komunitas Jalan Kaki Muhammadiyah (JAKIMU) DIY kembali menggelar aksi jalan kaki bertajuk dakwah komunitas dengan menyusuri kawasan wisata Srikeminut, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Ahad (16/6). Menempuh jarak sejauh 6,3 kilometer, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Milad ke-109 ‘Aisyiyah sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Sebanyak 200 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, termasuk KOKAM, Hizbul Wathan, Komunitas JAKIMU, serta Komunitas Yastroki (Yayasan Stroke Indonesia) DIY.
Mengusung konsep yang memadukan olahraga, wisata, dakwah, dan aksi sosial, peserta memulai perjalanan dari Jembatan Srikeminut, Sriharjo, sebelum menempuh rute sejauh 6,3 kilometer dan berakhir di SLB Muhammadiyah Sekar Melati Imogiri.
JAKIMU sendiri merupakan komunitas pegiat jalan kaki di bawah pembinaan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM DIY yang berdiri pada 10 November 2025. Sebelumnya, komunitas ini sukses menggelar kegiatan perdana berupa jalan kaki sejauh 113 kilometer dalam rangka Milad ke-113 Muhammadiyah yang melintasi lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada kegiatan kali ini, Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Imogiri dipercaya menjadi tuan rumah dengan menggandeng berbagai unsur Muhammadiyah setempat, seperti KOKAM Imogiri, Klinik Muhammadiyah Imogiri, AmbulanMu Imogiri, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah se-Imogiri, serta SLB Muhammadiyah Sekar Melati Imogiri.
Kegiatan semakin istimewa dengan kehadiran Ketua Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) PP ‘Aisyiyah, Widyastuti, yang memberikan sambutan sekaligus melepas peserta jalan kaki.
Dalam sambutannya, perempuan yang akrab disapa Mbak Wiwied tersebut menegaskan bahwa dakwah dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk melalui aktivitas komunitas yang menyehatkan dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Dakwah tidak selalu melulu dengan ceramah. Melalui komunitas jalan kaki seperti ini, banyak pihak bisa diajak berikhtiar hidup sehat, menikmati alam, sekaligus mengenal amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Memperingati tahun baru Islam juga bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan memberi manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Panewu Imogiri menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi jalan kaki ini tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi wisata Srikeminut sebagai destinasi eco wisata di wilayah Imogiri.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan, khususnya keberadaan SLB Muhammadiyah Sekar Melati yang telah memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
“Kami bangga karena Muhammadiyah memiliki sekolah luar biasa yang bahkan pemerintah belum memilikinya di wilayah ini. Kehadirannya sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Menjelang garis akhir, peserta disambut penampilan Korps Drum Band Hizbul Wathan Blawong yang menambah semarak suasana. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan penampilan salah seorang siswa SLB Muhammadiyah Sekar Melati yang membawakan lagu Jogja Istimewa. Penampilan tersebut mendapat apresiasi hangat dari para peserta.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, pada akhir kegiatan LAZISMU PWM DIY menyalurkan 34 paket sembako kepada siswa dan guru SLB Muhammadiyah Sekar Melati Imogiri. Paket bantuan tersebut juga berisi produk unggulan LAZISMU, yakni RendangMu dan GudegMu.
Ketua LDK PWM DIY, Ananto Isworo, menyampaikan bahwa kegiatan jalan kaki Muhammadiyah akan terus digelar di berbagai cabang Muhammadiyah di DIY. Bahkan, menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, JAKIMU berencana mengadakan kegiatan serupa di wilayah Sleman.
Sementara itu, Koordinator Bidang Pembinaan Komunitas LDK PWM DIY, Soni, menjelaskan bahwa JAKIMU memiliki ciri khas yang membedakannya dari kegiatan jalan kaki pada umumnya.
“JAKIMU memadukan olahraga jalan kaki dengan promosi eco wisata, napak tilas perjuangan Muhammadiyah setempat, serta aksi sosial berbagi kepada masyarakat. Selain itu, setiap kegiatan selalu dikawal AmbulanMu, didukung pengamanan KOKAM, dan layanan kesehatan dari AUM kesehatan setempat,” jelasnya.
Melalui konsep tersebut, JAKIMU tidak hanya menjadi wadah olahraga bersama, tetapi juga sarana dakwah komunitas yang menggerakkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan syiar Muhammadiyah di tengah masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow