Rakerwil LPO PWM DIY Siapkan Peta Besar Pembinaan Atlet dan Pekan Olahraga Antar AUM-Cabang 2026
YOGYAKARTA — Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Sabtu (14/2) di Amphiteater Lantai 7 Gedung AR Fachrudin Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan. Forum ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus perumusan arah strategis pembinaan olahraga Muhammadiyah DIY yang lebih terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan.
Forum Rakerwil turut dihadiri Ketua LPO PP Muhammadiyah Dr. Gatot Sugiharto, M.H., Wakil Ketua PWM DIY Ir. Azman Latif, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-DIY yang membidangi olahraga, LPO PDM se-DIY, segenap komunitas olahraga di lingkungan Muhammadiyah, dan tamu lainnya.
Ketua LPO PWM DIY, Edy Prajaka, M.Pd., menegaskan bahwa olahraga merupakan bagian integral dari pembangunan manusia seutuhnya. Menurutnya, olahraga tidak hanya menjadi sarana pembinaan fisik, tetapi juga wahana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan sportivitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan ke-Muhammadiyahan.
“Olahraga harus kita kelola dengan program kerja yang terarah dan realistis. Sistem pembinaan atlet Muhammadiyah harus berjenjang dan berkelanjutan, agar prestasi meningkat tanpa meninggalkan nilai-nilai persyarikatan,” ujarnya.
Dalam paparannya, Edy mengungkapkan rencana besar LPO PWM DIY pada 2026, yakni penyelenggaraan Pekan Olahraga antar-Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Kegiatan ini akan melibatkan SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga unsur lain di lingkungan Muhammadiyah.
Program tersebut dirancang dalam dua tahap. Semester pertama akan difokuskan pada kompetisi antar AUM, sementara semester kedua menyasar kompetisi antar cabang se-DIY sebagai basis penguatan pembinaan di tingkat cabang dan daerah.
“Kami ingin kegiatan olahraga di Muhammadiyah semakin menggelegar. Jika 2026 sukses, maka 2027 bisa kita tingkatkan lagi, bahkan memungkinkan setiap LPO PDM menjadi tuan rumah cabang olahraga tertentu seperti bulutangkis, tenis meja, hingga minisoccer,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya dukungan LPO di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) agar program ini berjalan efektif dan berkesinambungan.
Selain agenda besar 2026, LPO PWM DIY juga menargetkan peningkatan partisipasi dalam kejuaraan atletik tahunan. Setelah dua penyelenggaraan sebelumnya mencatat sekitar 600 dan 800 peserta, tahun ini ditargetkan mencapai 1.000 peserta.
Tingginya antusiasme terlihat dari dibukanya cabang atletik untuk jenjang TK pada tahun lalu, yang mendapat respons positif dari sekolah dan orang tua.
“Setiap tahun jumlah peserta meningkat. Bahkan ada sekolah di luar Muhammadiyah yang menyampaikan belum mendapat informasi. Ini menjadi evaluasi kami untuk memperkuat publikasi dan koordinasi agar jangkauan semakin luas,” tambah Edy.
Tak hanya kompetisi, LPO PWM DIY juga merancang program workshop dan pendampingan kesehatan mental bagi atlet sebagai bagian dari pembinaan holistik.
Rakerwil ini juga menjadi ajang evaluasi dan konsolidasi internal. Beberapa personalia dilakukan penyegaran guna memastikan efektivitas kinerja lembaga. Edy mengakui dinamika organisasi kerap menghadapi tantangan konsistensi, sehingga diperlukan semangat kolektif untuk menjaga keberlanjutan gerakan.
“Sinergi antar-lembaga dan amal usaha Muhammadiyah menjadi kunci. Jika kita solid, olahraga Muhammadiyah DIY bisa menjadi kekuatan besar yang membanggakan persyarikatan,” pungkasnya.
Melalui Rakerwil ini, LPO PWM DIY menegaskan komitmennya menjadikan olahraga sebagai gerakan dakwah yang membangun prestasi sekaligus karakter generasi muda Muhammadiyah.
What's Your Reaction?
-
3
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow