PWM DIY Sambut Baik POR AUM dan BUMM: Ajang Menjaga Kebugaran dan Memperkuat Jejaring Muhammadiyah

PWM DIY Sambut Baik POR AUM dan BUMM: Ajang Menjaga Kebugaran dan Memperkuat Jejaring Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Pekan Olahraga (POR) Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) Daerah Istimewa Yogyakarta bukan semata-mata ajang mengejar prestasi, melainkan sarana menjaga kebugaran sekaligus memperkuat silaturahmi antarwarga Persyarikatan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ir. Azman Latif, saat membuka POR AUM dan BUMM DIY 2026 di Grha As Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Ahad (31/5).

Azman mengapresiasi ajang olahraga ini mampu menyedot atensi yang luar biasa, terbukti dengan 567 atlet dari berbagai AUM dan BUMM di DIY turun untuk bertanding.

“Ini luar biasa. Ada 567 atlet yang terlibat. Angka yang menunjukkan partisipasi dan keterlibatan yang sangat besar dari keluarga besar Muhammadiyah,” ujarnya.

Azman mengapresiasi semangat para peserta yang hadir dan menilai olahraga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Muhammadiyah. Jika selama ini warga Muhammadiyah banyak menguatkan aspek spiritual melalui pengajian, dakwah, dan ibadah, maka olahraga menjadi momentum untuk memperkuat kesehatan fisik.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan semangat dalam lagu kebangsaan Indonesia, Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya. Menurutnya, pembangunan jiwa dan pembangunan raga harus berjalan beriringan.

“Selama ini kita sudah banyak membangun jiwa melalui pengajian dan berbagai kegiatan keagamaan. Sekarang saatnya membangun badan kita. Warga Muhammadiyah juga harus sehat, kuat, dan bugar,” katanya.

Lebih lanjut, Azman menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan POR bukanlah mencetak juara olahraga tingkat nasional atau internasional, melainkan membudayakan hidup sehat di lingkungan Muhammadiyah.

“Pekan olahraga ini tidak kita kejar untuk melahirkan juara olimpiade atau atlet profesional. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga kebugaran dan kesehatan. Apalagi saat ini olahraga sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” jelasnya.

Selain menjaga kesehatan, Azman menilai olahraga merupakan media yang efektif untuk memperluas jejaring dan mempererat hubungan antar pegawai, guru, tenaga kesehatan, dosen, maupun karyawan di berbagai amal usaha Muhammadiyah.

Melalui pertandingan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh sportivitas, peserta dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, hingga membuka peluang kolaborasi antar lembaga.

“Lewat olahraga kita bisa membangun jejaring dan silaturahmi. Mungkin sebelumnya belum saling mengenal, tetapi setelah bermain badminton, voli, atau futsal bersama, hubungan menjadi lebih dekat. Kekompakan dan rasa persaudaraan itu yang ingin kita bangun,” ungkapnya.

Azman berharap POR AUM dan BUMM DIY menjadi tradisi yang terus berkembang dan mampu memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menikmati setiap pertandingan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mempererat ukhuwah.

“Selamat berolahraga, selamat bertanding. Semoga kesehatan senantiasa menyertai kita semua,” tutupnya sebelum secara resmi membuka POR AUM dan BUMM DIY 2026 dengan membaca basmalah bersama seluruh hadirin.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow